Tempatnya pengetahuan dasar tentang Islam

07 March 2026

FENOMENA PINJAMAN ONLINE

ditinjau dari perspektif praktis dan Fiqh Muamalat.


Fenomena dan Realita


Di era digital, akses mendapatkan modal hanya sejauh sentuhan jari. Salah satunya adalah melalui Pinjaman Online (Pinjol) dengan menawarkan kemudahan dan kecepatan yang tidak dimiliki bank konvensional. Namun, di balik kemudahan tersebut, banyak masyarakat terjebak dalam lingkaran masalah yang sistemik.


Fenomena pinjaman online ini sudah sangat familiar di sekitar kita. Ada yang merasa terbantu dan ada yang merasa tercekik. Lalu bagaimana jika hal ini ditinjau dari perspektif praktis dan Fiqh Muamalah? Yuk kita bahas bersama-sama.


Realita dan masalah sehari-hari menunjukkan bahwa banyak nasabah yang awalnya hanya meminjam untuk kebutuhan mendesak, justru berakhir dengan gali lubang tutup lubang. Dia mengambil pinjaman di platform B untuk membayar platform A. Sedangkan akumulasi bunga dan dendanya seringkali mencekik. Akhirnya, dia pun mendapatkan teror psikologis berupa penagihan yang tidak beretika kepada seluruh kontak keluarga di ponselnya.


Berhutang secara online seringkali mengecewakan karena adanya biaya tersembunyi dan skema bunga berbunga yang tidak transparan di awal dan memberatkan di akhir. Oleh karena itu mari kita analisis tentang pinjaman online ini berdasarkan perspektif fiqh muamalah.


Sah atau Batil?


Dalam Islam, hutang-piutang (qardh) adalah akad tabarru’ (sosial/tolong-menolong), bukan akad tijari (komersial untuk mencari keuntungan). Prinsip dasar dalam keabsahan hutang piutang adalah kembalinya pokok tanpa ada tambahan yang disyaratkan. Rasulullah SAW bersabda:

"Setiap hutang yang membawa manfaat (bagi kreditur) maka itu adalah Riba." (HR. Al-Harits bin Abi Usamah).


Dan transaksi hutang piutang atau pinjaman dianggap tidak sah (batil) secara syariah jika mengandung unsur:

Riba, yakni adanya bunga atau denda keterlambatan yang dipersyaratkan di awal.

Gharar, ketidakjelasan klausul kontrak atau biaya tambahan yang disembunyikan.

Dharar, adanya unsur bahaya atau kerugian sepihak, misalnya seperti cara penagihan yang merusak kehormatan.


Solusi dan Tips Praktis


Jika anda memerlukan dana atau sudah terlanjur terlibat, cobalah pertimbangkan solusi dan tips praktis berikut:


Evaluasi urgensi pinjaman dan bedakan antara kebutuhan (hajat) serta keinginan (tahsinat) agar tidak berhutang untuk sekedar gaya hidup. Ingatlah bahwa sebanyak apapun uang tidak akan cukup untuk gaya hidup. 


Jika sangat terpaksa, cek legalitas platform pemberi pinjaman. Pastikan platform sudah terdaftar di OJK untuk menghindari pinjol ilegal yang lebih predator. Usahakan selalu diingat bahwa salah platform dapat menciderai nama baik anda dan keluarga.


Pilihlah lembaga syariah sebagai opsi pinjaman melalui perbankan syariah atau BMT yang menggunakan akad jelas tanpa bunga. Bank Syariah memberikan pinjaman berbasis bagi hasil, seperti Murabahah atau Musyarakah. 


Prioritaskan pelunasan agar selalu tepat waktu. Karena apabila satu kali nunggak pembayaran cenderung akan nunggak lagi pada pembayaran berikutnya. Ingat juga bahwa membayar hutang adalah kewajiban, menunaikan kewajiban adalah ibadah, dan dosa menyia-nyiakan hutang tetap tertanggung sebelum lunass terbayar.


Namun jika di antara anda ada yang sudah terjebak dalam pinjaman online yang menjerat, sebaiknya segera jual aset anda, utamanya yang tidak produktif untuk menutup pokok hutang agar bunga tidak terus menggulung. Jangan lupa berkomitmen dan berdoa semoga segera lepas dari hutang piutang, lebih-lebih berupa pinjaman online yang memberatkan.


Kesimpulan 


Hutang bukanlah cara instan menuju kekayaan, melainkan tanggung jawab moral yang dibawa hingga akhirat. Padahal, jika dijalankan sesuai syariat, bantu-membantu dalam hutang-piutang adalah bentuk ibadah yang mulia dan mendatangkan pahala dan keberkahan bagi kedua belah pihak.


Hutang piutang yang sah, jujur, transparan, dan berasaskan tolong-menolong atau kerjasama yang dibenarkan syariat adalah termasuk ibadah. Setiap ibadah akan dibalas dengan pahala dan dihiasi dengan keberkahan hidup. Oleh karena itu mari kita hindari riba, ketidaktransparanan, apalagi kecurangan. Islam memang tidak kenal istilah hukum karma. Tapi dalam Islam dinyatakan bahwa setiap kebaikan akan dibalas sepuluh kebaikan, dan setiap keburukan akan dibalas sesuai.


Referensi:

  • Al-Umm (Imam Syafi'i): Membahas dasar-dasar akad dan larangan tambahan dalam hutang-piutang dalam madzhab Syafi'i.

  • Al-Mughni (Ibnu Qudamah): Kitab komprehensif yang menjelaskan perbandingan madzhab mengenai syarat sah pinjaman dan larangan memberikan manfaat bagi pemberi hutang.

  • Fikih Muamalah Kontemporer (Dr. Imam Mustofa): Membahas aplikasi hukum Islam pada transaksi modern, termasuk e-money dan pembiayaan berbasis teknologi.


  • Allahu a'lam bish-shawab.

    01 March 2026

    PANDUAN JUAL BELI DAN PROBLEMATIKA KONTEMPORER

    #fikih #fiqh #muamalah




    1. Syarat dan Rukun Jual Beli dalam Islam

    Berdasarkan referensi kitab klasik seperti Fathul Qarib (Ibnu Qasim Al-Ghazi) dan Matan Al-Ghayah wa At-Taqrib (Abu Syuja'), berikut adalah unsur utama sahnya transaksi:


    A. Rukun Jual Beli

    Al-Muta’aqidain: Adanya dua pihak yang berakad (Penjual dan Pembeli).

    Al-Ma’qud ‘Alaih: Adanya objek akad (Barang dan Harga/Uang).

    Shighat: Adanya Ijab (penawaran) dan Qabul (penerimaan).


    B. Syarat Sah Jual Beli

    Pihak yang bertransaksi: Harus Baligh, Berakal, dan atas kemauan sendiri (Tanpa paksaan).

    Objek/Barang: Harus suci (bukan najis), memiliki manfaat, milik sah penjual, dapat diserahterimakan, dan diketahui sifat/kadarnya secara jelas.

    Shighat: Harus bersambung dalam satu majelis dan ada kesesuaian harga antara penjual dan pembeli.


    2. Dampak Barang Online Tidak Sesuai Deskripsi

    Dalam Islam, ketidaksesuaian barang dengan deskripsi masuk dalam kategori Tadlis (penipuan) atau Gharar (ketidakpastian).


    Dampak Bagi Pembeli:

    Hak Khiyar: Pembeli secara hukum syariat memiliki hak untuk membatalkan akad atau melanjutkannya.

    Hilangnya Keridhaan: Transaksi menjadi tidak berkah karena salah satu syarat utama, yaitu An-Tardhin (saling ridha), tercederai.


    Dampak Bagi Penjual:

    Hapusnya Keberkahan: Keuntungan yang didapat dari menipu deskripsi akan menghilangkan keberkahan dalam harta dan usaha.

    Sanksi Moral & Bisnis: Merusak reputasi toko dan berisiko mendapatkan sanksi dari platform (banned).


    3. Dilema Retur yang Merugikan (Ongkir Mahal)

    Sering terjadi barang tidak sesuai, namun biaya pengembalian (return) justru lebih mahal dari harga barang.


    Status Hukum:

    Secara etika Islam, jika kesalahan ada pada penjual, maka beban kerugian (ongkir retur) seharusnya ditanggung oleh penjual. Membebankan biaya kepada pembeli atas kesalahan penjual adalah bentuk kezaliman (Dharar).


    Sikap Bijak Pembeli:

    Solusi Jalan Tengah (Refund Sebagian): Meminta pengembalian sebagian uang tanpa mengembalikan barang. Ini dianggap lebih adil bagi kedua pihak.

    Memberikan Edukasi (Review Jujur): Memberikan ulasan apa adanya sebagai bentuk dakwah agar orang lain tidak tertipu, sekaligus pengingat bagi penjual.

    Ikhlas/Sedekah: Jika nominal kecil dan proses retur terlalu rumit, mengikhlaskannya akan berbuah pahala, namun tetap dianjurkan untuk menyatakan ketidaksediaan agar penjual sadar akan kesalahannya.


    Referensi Utama:

    Fathul Qarib al-Mujib (Ibnu Qasim Al-Ghazi)

    Minhajuth Thalibin (Imam Nawawi)

    Kaidah Fiqih: "Ad-Dhararu Yuzal" (Kemudaratan harus dihilangkan).


    Pertanyaan dan Jawaban Populer


    Apa saja syarat dan rukun jual beli dalam Islam? beri referensi kitab klasik


    Dalam fiqih muamalah (tata cara transaksi), Syarat dan Rukun adalah dua pondasi utama agar sebuah transaksi jual beli dianggap sah secara syariat. Jika salah satunya tidak terpenuhi, maka akad tersebut bisa menjadi bathil (batal) atau fasid (rusak).


    Berikut adalah rinciannya berdasarkan literatur fiqih klasik, terutama dari madzhab Syafi'i yang banyak menjadi rujukan di Indonesia.


    1. Rukun Jual Beli

    Rukun adalah unsur internal yang harus ada saat transaksi berlangsung. Menurut mayoritas ulama (seperti dalam kitab Fathul Qarib), rukun jual beli ada 3 (yang kemudian dijabarkan menjadi 6):

    Dua Pihak yang Berakad (Al-Muta'aqidain): Ada penjual dan pembeli.

    Objek Akad (Al-Ma'qud 'Alaih): Terdiri dari barang yang dijual dan harga (uang/alat tukar).

    Shighat (Ijab dan Qabul): Ucapan serah terima, seperti "Saya jual barang ini seharga Rp10.000" dan dijawab "Saya beli".


    2. Syarat Sah Jual Beli

    Syarat adalah kriteria yang harus melekat pada setiap rukun di atas.


    A. Syarat Penjual dan Pembeli

    Baligh dan Berakal: Tidak sah jual beli anak kecil (kecuali pada barang remeh/kecil menurut sebagian ulama) atau orang gila.

    Atas Kemauan Sendiri (An-Tardhin): Tidak ada paksaan dari pihak manapun.

    Bukan Pemboros (Ghairu Mahjur 'Alaih): Bukan orang yang dilarang mengelola harta karena kebodohannya dalam keuangan.


    B. Syarat Barang dan Harga

    Suci: Bukan barang najis (seperti khamar, babi, atau bangkai).

    Bermanfaat: Barang tersebut memiliki nilai manfaat secara syariat maupun urf (kebiasaan).

    Milik Sendiri: Penjual memiliki kekuasaan penuh atas barang tersebut atau menjadi wakil resmi.

    Dapat Diserahkan: Tidak sah menjual burung yang masih terbang di langit atau ikan yang masih di laut (karena ada unsur gharar atau ketidakpastian).

    Diketahui Keadaannya: Kadar, jenis, dan sifat barang harus jelas agar tidak terjadi penipuan.


    C. Syarat Shighat (Ijab Qabul)

    Antara Ijab dan Qabul harus bersambung (dalam satu majelis).

    Sesuai antara ucapan penjual dan pembeli (misal: harga harus sama).

    Tidak digantungkan pada syarat lain yang tidak pasti (misal: "Saya jual kalau besok hujan").


    Referensi Kitab Klasik

    Matan Al-Ghayah wa At-Taqrib (Abu Syuja'): Kitab dasar yang sangat ringkas namun padat mengenai aturan muamalah.

    Fathul Qarib al-Mujib (Ibnu Qasim Al-Ghazi): Syarah (penjelasan) dari kitab Abu Syuja' yang menjelaskan rincian syarat-syarat benda yang boleh diperjualbelikan.

    Minhajuth Thalibin (Imam Nawawi): Kitab standar menengah dalam madzhab Syafi'i yang membahas perbedaan pendapat dan kekuatan dalil dalam jual beli.

    Al-Mughni (Ibnu Qudamah): Jika Anda ingin melihat perbandingan antar madzhab (Hambali, Maliki, Hanafi, Syafi'i) secara lebih luas.

    Catatan Kontemporer: Dalam dunia digital saat ini, Shighat (Ijab Qabul) seringkali digantikan dengan klik tombol "Beli Sekarang" atau "Checkout". Ulama kontemporer sepakat bahwa hal ini sah selama menunjukkan keridhaan kedua belah pihak (Mu'athah).


    Bagaimana dampak membeli barang online yang ternyata tidak sesuai deskripsi? dampak terhadap pembeli dan penjual bagaimana


    Membeli barang secara online yang tidak sesuai deskripsi (misalnya: spek berbeda, warna salah, atau kualitas jauh di bawah foto) menciptakan masalah serius dalam kacamata syariat dan etika bisnis. Dalam Islam, hal ini sering dikategorikan sebagai Gharar (ketidakjelasan) atau Tadlis (penipuan/penyamaran cacat).

    Berikut adalah rincian dampaknya bagi kedua belah pihak:


    1. Dampak Bagi Pembeli

    Secara hukum Islam, pembeli yang menerima barang tidak sesuai deskripsi memiliki hak yang disebut Khiyar Aib atau Khiyar Sifat.

    Hak Membatalkan Transaksi: Pembeli berhak mengembalikan barang (return) dan meminta uang kembali secara utuh karena objek akad tidak sesuai dengan kesepakatan awal.

    Kerugian Waktu dan Biaya: Selain kerugian materiil, pembeli kehilangan waktu dan energi untuk mengurus komplain, retur, atau pengiriman ulang.

    Krisis Kepercayaan (Trust Issue): Dampak psikologisnya adalah pembeli menjadi trauma atau skeptis untuk bertransaksi online kembali, yang pada akhirnya merugikan ekosistem ekonomi digital secara luas.

    Kekecewaan (Ketidakridhaan): Padahal syarat sah jual beli adalah An-Tardhin (saling ridha). Jika pembeli merasa tertipu, maka unsur keridhaan ini hilang.


    2. Dampak Bagi Penjual

    Penjual yang sengaja atau tidak sengaja memberikan deskripsi palsu menghadapi konsekuensi yang jauh lebih berat:

    Harta yang Tidak Berkah: Keuntungan yang didapat dari menipu atau menyembunyikan cacat barang dianggap sebagai harta yang tidak berkah. Dalam hadits disebutkan: "Jika keduanya jujur dan terbuka, maka jual belinya diberkahi. Tapi jika mereka berdusta dan menyembunyikan (cacat), maka keberkahan jual belinya dihapus." (HR. Bukhari & Muslim).

    Sanksi Akhirat: Menjual barang dengan sumpah palsu atau deskripsi menipu termasuk dosa besar dan pelakunya diancam tidak akan diajak bicara oleh Allah di hari kiamat.

    Hancurnya Reputasi (Rating Rendah): Di era digital, satu testimoni negatif tentang barang yang tidak sesuai deskripsi bisa menghancurkan toko. Rating rendah akan membuat calon pembeli lain menjauh.

    Risiko Blokir (Banned): Platform e-commerce modern memiliki sistem moderasi ketat. Penjual yang sering mengirim barang tidak sesuai deskripsi berisiko tokonya ditutup permanen.


    Solusi Berdasarkan Kitab Fiqih

    Dalam kitab klasik seperti Fathul Qarib atau Minhajuth Thalibin, masalah ini diselesaikan dengan prinsip:

    "Al-Muslimuna 'ala Shurutihim"

    (Orang Muslim itu terikat dengan syarat/janji yang mereka buat).

    Jika deskripsi adalah "syarat" yang dijanjikan penjual, maka penjual wajib memenuhinya. Jika melanggar:

    Fasakh (Pembatalan): Akad dianggap batal demi hukum jika pembeli tidak terima.

    Ibdal (Pertukaran): Penjual wajib mengganti dengan barang yang benar-benar sesuai deskripsi atas biayanya sendiri.


    Tips Menghindari Masalah Ini:

    Bagi Pembeli: Selalu buat video unboxing sebagai bukti kuat jika ingin mengajukan klaim khiyar (retur). Pembeli disarankan memperhatikan rating toko, rating produk, dan komentar atau testimoni real dari pembeli lain.

    Bagi Penjual: Gunakan foto asli (real pict) dan tuliskan kekurangan barang secara jujur di deskripsi agar akadnya bersih dari unsur penipuan.


    Apakah jual beli yang mengecewakan itu sah tapi untuk return malah tambah rugi. lalu bagaimana sikap pembeli.


    Ini adalah dilema klasik dalam belanja online: barang tidak sesuai, tapi biaya kirim balik (retur) ditanggung pembeli, yang ujung-ujungnya malah membuat pengeluaran jadi lebih besar.

    Dalam timbangan syariat dan etika, berikut adalah bedah masalahnya:


    1. Apakah Jual Belinya Sah?

    Secara hukum asal, jika syarat dan rukun terpenuhi, akadnya terjadi. Namun, jika ada unsur Tadlis (penyamaran cacat) atau deskripsi yang jauh berbeda, maka akad tersebut menjadi Fasid (Rusak) atau tidak sempurna secara keridhaan.

    Islam sangat menekankan prinsip "An-Tardhin" (Saling Ridha). Jika Anda sebagai pembeli merasa kecewa karena merasa tertipu deskripsi, maka unsur utama perdagangan—yaitu keridhaan—telah hilang. Secara hukum fiqih, Anda memiliki Hak Khiyar (hak memilih untuk melanjutkan atau membatalkan).


    2. Dilema Retur yang Malah Menambah Rugi

    Jika prosedur retur justru membebankan biaya lebih besar kepada pembeli (misal: harga barang Rp50.000, ongkir retur Rp60.000), maka terjadi ketidakadilan yang disebut Dharar (kerugian).

    Dalam kaidah fiqih:

    "Ad-Dhararu Yuzal" (Segala kemudaratan/kerugian harus dihilangkan).

    Seharusnya, jika kesalahan murni ada pada penjual (salah kirim/deskripsi palsu), beban biaya retur secara moral dan etika Islam berada di pundak penjual. Membebankan biaya retur pada pembeli atas kesalahan penjual adalah bentuk kezaliman kecil.


    3. Bagaimana Sikap Pembeli yang Bijak?

    Jika Anda berada di posisi ini, ada tiga pilihan sikap yang bisa diambil berdasarkan tingkatan kemaslahatannya:


    A. Jalur Musyawarah (Klaim Hak)

    Hubungi penjual dengan sopan namun tegas. Sampaikan bahwa barang tidak sesuai deskripsi dan Anda merasa dirugikan jika harus menanggung ongkir retur.

    Minta solusi alternatif, misalnya: Potongan harga (Refund sebagian) tanpa mengembalikan barang. Jadi, Anda tetap memegang barang tersebut tapi penjual mengembalikan sebagian uang sebagai kompensasi "salah spek".


    B. Jalur Ikhlas (Sedekah/Memaafkan)

    Jika nominalnya kecil dan mengurusnya hanya membuang energi serta kesehatan mental, Anda bisa memilih untuk mengikhlaskannya.

    Niatkan kerugian tersebut sebagai shadaqah atau pelajaran agar lebih berhati-hati. Dalam Islam, orang yang memaafkan kesalahan orang lain dalam perniagaan memiliki kedudukan yang mulia.

    Namun, tetap berikan ulasan jujur (tanpa mencaci) agar pembeli lain tidak terjebak hal yang sama. Ini termasuk dakwah dalam muamalah untuk mencegah kemungkaran.


    C. Jalur "Melepas" Akad

    Jika barang benar-benar tidak bisa dipakai dan penjual tidak mau tahu, Anda bisa menyatakan (dalam hati atau chat): "Saya tidak ridha dengan transaksi ini karena tidak sesuai janji."

    Secara spiritual, ini menjadi urusan penjual dengan Tuhan-Nya mengenai keberkahan harta yang ia terima.


    Kesimpulan:

    Jika biaya retur lebih mahal dari harga barang, opsi meminta refund sebagian (tanpa retur barang) adalah solusi paling logis dan adil. Penjual tetap untung sedikit, dan Anda tidak rugi total.


    Saran ke depannya:

    Selalu gunakan platform yang menjamin "Gratis Ongkir Retur" atau asuransi pengiriman. Dalam fiqih modern, ini adalah bentuk ikhtiar untuk menghindari Gharar (ketidakpastian).



    14 February 2024

    Inilah Doa Selamat Versi 01 dan 02 beserta artinya. Doa ini sangat baik diamalkan setelah shalat, di waktu ada hajatan, pada acara selamatan, ataupun di waktu-waktu doa bersama. Silahkan dipilih versi yang disukai.


    Doa Selamat Versi 01

    اَللهُمَّ اِنَّا نَسْئَلُكَ سَلاَمَةً فِى الدِّيْنِ وَعَافِيَةً فِى الْجَسَدِ وَزِيَادَةً فِى الْعِلْمِ وَبَرَكَةً فِى الرِّزْقِ وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ. إِنَكَ عَلٰى كُلِّ شيْءٍ قَدِيْرٌ. اَللهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِىْ سَكَرَاتِ الْمَوْتِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ وَالْعَفْوَ عِنْدَ الْحِسَابِ. بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

    Allaahumma innaa nas-aluka salaamatan fiddiin wa 'aafiyatan fil-jasadi wa ziyaadatan fil-ilmi wa barokatan firrizqi, wa taubatan qoblal-mauut, wa rahmatan 'indal-mauut, wa maghfirotan ba’dal mauut. Allaahumma 'hawwin 'alainaa fii sakarootil mauut, wannajaata minan-naari, wal 'afwa 'indah hisaab.

    Artinya: “Ya Allah, kami memohon kepada Engkau keselamatan pada agama, kesehatan badan, pertambahan ilmu, keberkahan rezeki, pertaubatan sebelum mati, kasih sayang ketika mati, keampunan setelah mati. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah ringankanlah kami pada sakaratul maut, selamatkanlah kami dari siksa neraka dan berilah kami kempunan pada hari penghisaban (perhitungan amal).” Dengan rahmat-Mu wahai Yang Maha Welas Kasih

    Doa Selamat Versi 02


    أَللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْئَلُكَ سَلاَمَةً فِى دِيْنِنَا وَعَافِيَةً فِيْ جَسَدِنَا وَزِيَادَةً فِيْ عِلْمِنَا وَبَرَكَةً فِيْ رِزْقِنا وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَاحَةً عِنْدَ الْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ. اَللهُمَّ افْتَحْ لَنا أَبْوَابَ الْخَيْرِ وَالرَّحْمَةِ وَالْبَرَكَةِ وَالنِّعْمَةِ وَالْقُوَّةِ وَالصِّحَّةِ وَالْعَافِيَةِ. أَللّٰهُمَّ عَافِنَا مِنْ كُلِّ بَلَاءِ الدُّنْيَا وَبَلَاءِ الْأٰخِرَةِ وَشَرِّ الدُّنْيَا وَشَرِّ الْأٰخِرَةِ. وَصَلَّى اللّٰهُ عَلىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍٍ وَعَلَىٰ آلِهٖ وَصَحْبِهٖ وَسَلَّمَ.

    Ya Allah, sesunnguhnya kami memohon kepada Engkau keselamatan pada agama kami, kesehatan pada badan kami, pertambahan pada ilmu kami, keberkahan pada rezeki kami, pertaubatan sebelum mati, ketentraman ketika mati, keampunan setelah mati. Ya Allah bukakanlah untuk kami pintu-pintu kebaikan, kasih sayang, keberkahan, kenikmatan, kekuatan, kesehatan, dan keafiatan. Ya Allah, hindarkanlah kami dari semua bencana dunia dan bencana akhirat, juga jauhkan kami dari kejelekan dunia dan kejelekan/kejahatan akhirat. Semoga rahmat Allah selalu tercurah atas junjungan kami, Nabi Muhammad saw, keluarga beliau, serta sahabat-sahabat beliau. Dan sejahterakanlah mereka semuanya. Aamiin.

    Link video di Youtube:




    12 February 2024


    Inilah 5 macam doa untuk kebaikan Palestina dan warganya. Doa dilengkapi teks Arab dan artinya agar lebih bisa dipahami dengan harapan kekhusyu'an serta kemudahan tuk diijabah.


    Doa Kebaikan Palestina #1

    أَللّٰهُمَّ مُنْزِلَ الْكِتَابْ، وَمُجْرِيَ السَّحَابْ، وهَازِمَ الْأَحْزَابْ، اِهْزِمْ اَلْيَهُوْدْ، وَانْصُرْ أَهْلَ فَلَسْطِيْن، وَثَبِّتْ أَقْدَامَهُمْ

    Ya Allah, Dzat yang menurunkan kitab, yang menjalankan awan, dan yang menghancurkan golongan penentang, hancurkanlah yahudi dan tolonglah warga Palestina, serta kokohkanlah pendirian mereka.

    Doa Kebaikan Palestina #2

    أَللّٰهُمَّ اجْعَلْ لِأَهْلِ فَلَسْطِيْن اَلنَّصْرَةْ، وَالْعِزَّةْ، وَالْغَلَبَةْ، وَالْقُوَّةَ لَهُمْ، وَاجْعَلِ الْهَيْبَةْ، فِيْ قُلُوْبِ أَعْدَائِهِمْ

    Ya Allah, berikanlah untuk warga Palestina, pertolongan, kemuliaan, kekuatan, dan kemenangan bagi mereka. Dan berikanlah rasa takut di dalam hati musuh-musuh mereka.

    Doa Kebaikan Palestina #3

    أَللّٰهُمَّ ارْزُقْ أَهْلَ فَلَسْطِيْن اَلثَّبَاتْ، وَالنَّصْرَ، وَالتَّمْكِيْن، وَبَارِكْْ فِيْ إِيْمَانِهمْ وَصَبْرِهِمْ

    Ya Allah, anugrahkanlah kepada warga Palestina, ketetapan hati, pertolongan, dan keteguhan pendirian. Dan berkatilah keimanan serta kesabaran mereka.

    Doa Kebaikan Palestina #4

    أَللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْتَوْدِعُكَ بَيْتَ اْلمَقْدِسْ، وَكُلَّ أَهْلِ فَلَسْطِيْن

    Ya Allah, kami titipkan Baitul maqdis hanya kepada Engkau, begitu pula seluruh warga Palestina.

    Doa Kebaikan Palestina #5

    أَللّٰهُمَّ حَرِّرْ اَلْمَسْجِدَ الْأَقْصَى، وَاجْبُرْ كَسْرَهُمْ، وَاشْفِ مَرْضَاهُمْ، وَتَقَبَّلْ شُهَدَائَهُمْ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

    Ya Allah, merdekakanlah Masjidil Aqso, tutupilah kekurangan mereka, sembuhkanlah yang menderita sakit, dan terimalah korbannya sebagai syahid, dengan rahmat Engkau yang maha kasih.

    Demikianlah 5 macam doa untuk kebaikan Palestina dan warganya. Semoga bermanfaat.

    Link Video KLIK DISINI

    24 November 2023

    Inilah pengenalan sepintas tentang  Ajaran Khawarij, Murji'ah, Qadariyah, dan Jabariyah dari segi perbedaan dan persamaan mereka dengan Ahlus Sunnah Waljama'ah. Perbedaan dan persamaan masing-masing ajaran ini semata-mata untuk kita jadikan pengetahuan dan dan kita ambil hikmahnya, bukan untuk ditonjolkan perbedaannya, karena hal ini tidak ada gunanya.
    Nabi SAW juga pernah menyatakan bahwa dalam Islam ada 73 golongan keyakinan yang dijadikan ajaran mereka dalam beragama. Maka hal ini memang sudah ketentuan Allah yang harus terjadi, tidak bisa dipungkiri, akan berlangsung hingga kiamat nanti. Kita hanya disarankan untuk selalu berada di dalam faham atau ajaran Ahlus Sunnah Waljama'ah. Baiklah, mari kita kenali ajaran mereka, semoga dapat menjadi pengetahuan bermanfaat untuk dunia akhirat kita. Amin
    ll


    MENGENAL AJARAN KHAWARIJ, MURJIAH, QADARIYAH DAN JABARIYAH DALAM MASALAH TAUHID

    Ajaran Khawarij, Murjiah, Qadariyah, dan Jabariyah adalah 4 kelompok pemikiran dalam Islam yang memiliki perbedaan dan persamaan dalam pandangan mereka terhadap masalah tauhid atau tentang keesaan Allah. Perbedaan dan persamaan tersebut ditinjau dari keselarasan dengan faham atau pemikiran ajaran Ahlus Sunnah Waljama’ah. Adapun gambaran umum tentang perbedaan dan persamaan di antara mereka adalah sebagai berikut:

    1. Khawarij

    Perbedaan Khawarij yang sangat tampak adalah merupakan kelompok yang cenderung sangat keras dalam menilai dosa dan keadilan. Mereka memandang bahwa seseorang yang melakukan dosa besar secara otomatis keluar dari agama Islam (takfir; mengkafirkan pendosa besar) dan pelakunya boleh diberi hukuman mati.

    Persamaan Khawarij adalah mereka sama-sama memperhatikan konsep keadilan dan menekankan pemimpin yang adil karena keadilan dipandang sebagai syarat bagi keberhasilan pemerintahan Islam.

    2. Murjiah

    Perbedaan Murjiah adalah berpandangan yang lebih toleran terhadap dosa besar. Mereka meyakini bahwa keimanan dan keislaman seseorang tidak bisa rusak oleh dosa besar, karena pahala dan dosa dari Allah, dan keputusan tentang masalah akhirat ada di tangan Allah. Murjiah berpandangan bahwa kemaksiatan tidak mempengaruhi iman dan tak mempunyai kaitan dengan pembalasan karena bagi mereka, pahala dan dosa mutlak ketetuan Allah. Kalau pendapat ini dibenarkan, maka ancaman Tuhan tidak akan ada artinya. Hal yang demikian mustahil bagi Tuhan.

    Persamaan Murjiah mirip dengan Khawarij, Murjiah juga mengutamakan keadilan dalam masyarakat Islam, tetapi Murji'ah cenderung lebih fleksibel dalam menilai keimanan seseorang.

    3. Qadariyah

    Perbedaan Qadariyah adalah karena mereka meyakini bahwa manusia memiliki kehendak bebas dan dapat membuat pilihan bebas. Mereka menolak takdir secara mutlak dan meyakini bahwa manusia memiliki tanggung jawab penuh atas perbuatan mereka, termasuk dalam hal ketauhidan mereka. Qadariyah berpandangan bahwa setiap perbuatan dari awal kehendak hingga akibatnya murni berasal dari manusia. Akibatnya, mereka melupakan 'campur tangan' Allah dalam setiap aspek perjalanan hidup manusia.

    Persamaan Qadariyah adalah karena mereka tetap meyakini keesaan Allah dan yakin bahwa keputusan akhir tetap ada di tangan Allah.

    4. Jabariyah

    Perbedaan Jabariyah adalah bertolak belakang dengan Qadariyah. Jabariyah meyakini takdir itu mutlak di tangan Allah dan menolak kehendak yang datang dari manusia. Mereka meyakini bahwa segala sesuatu yang terjadi adalah bagian dari takdir Allah dan manusia tidak memiliki kehendak apapun melainkan kehendak Allah. Akibatnya, mereka tidak mensyukuri nikmat akal dan kemampuan memilih hal baik atau buruk yang dianugerahkan kepada manusia.

    Persamaan Jabariyah adalah seperti Qadariyah. Jabariyah juga meyakini tentang keesaan Allah yakin dan bahwa keputusan akhir berada di tangan-Nya.

    Demikian tulisan tentang Mengenal Ajaran Khawarij, Murji'ah, Qadariyah, dan Jabariyah, mudah-mudahan menjadi pengetahuan yang membawa manfaat bagi kita, dunia akhirat. Amin YRA.

    13 November 2023

    Inilah doa shalat tahajjud untuk dibaca setelah melaksanakan shalat tahajjud. Doa berupa teks Arab, disertai bacaannya dan artinya. Juga disertai audio visual (ink video ada di akhir tulisan) yg bisa ditonton di channel Taman Baca Virtual. Baiklah, selamat membaca dan menghayati maknanya.


    اَللّٰهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ مَلِكُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ حَقٌّ وَلِقَاءُكَ حَقٌّ وَقَوْلُكَ حَقٌّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ .اَللّٰهُمَّ لَكَ اَسْلَمْتُ وَبِكَ اٰمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ فَاغْفِرْلِيْ مَاقَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ، أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَ أَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لاَإِلٰهَ اِلاَّ أَنْتَ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ

    Bacaannya:

    Alloohumma lakal hamdu anta qoyyimus samaawaati wal ardhi waman fiihinna, walakal hamdu anta malikus samaawaati wal ardhi waman fiihinna, walakal hamdu anta nuurus samaawaati wal ardhi waman fiihinna, walakal hamdu antal haqqu, wawa'dukal haqqu, waliqaa'uka haqqun, waqauluka haqqun, waljannatu haqqun, wannaaru haqqun, wannabiyyuuna haqqun, waMuhammadun shollalloohu 'alaihi wasallama haqqun, wassaa'atu haqqun. Alloohumma laka aslamtu, wabika aamantu, wa'alayka tawakkaltu, wailayka anabtu, wabika khooshomtu, wailaika haakamtu, faghfirlii maa qoddamtu, wamaa akhkhortu, wamaa asrartu, wamaa a'lantu, wamaa anta a'lamu bihii minnii, antal muqoddimu wa antal mu'akhkhiru laa ilaaha anta, walaa haula walaa quwwata illaa billaah."

    Artinya:

    "Ya Allah bagi Engkaulah segala puji, Engkaulah yang mengurus langit dan bumi serta apa yang ada pada keduanya. Bagi-Engkau segala puji, Engkau Penguasa langit dan bumi serta apa yang ada pada keduanya. Bagi-Engkau segala puji, Engkau cahaya langit dan bumi serta apa yang ada pada keduanya. Dan bagi-Engkau segala puji, Engkau Maha benar, janji-Engkau adalah benar, pertemuan dengan-Engkau adalah benar, firman-Engkau adalah benar, surga adalah benar, neraka adalah benar, para nabi adalah benar dan Nabi Muhammad SAW adalah benar serta hari kiamat adalah benar." Ya Allah hanya kepada-Engkau aku berserah diri, kepada-Engkau pula aku beriman, kepada-Engkau aku bertawakal, kepada-Engkau aku bertaubat, kepada-Engkau aku mengadu, dan kepada-Engkau aku meminta keputusan, maka ampunilah dosa-dosaku yang telah lalu dan yang kemudian, serta apa yang kusembunyikan dan yang kulakukan dengan terang-terangan, dan apa yang lebih Engkau ketahui dariku, Engkau yang mendahulukan dan yang mengakhirkan, tiada Tuhan selain Engkau, dan tiada daya dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah."

    Itulah doa shalat tahajjud untuk dibaca sesudah melaksanakan sholat tahajjud. Semoga dengan memahami arti atau terjemahannya, kita semakin khusyu' dalam berdoa dan dapat mempercepat terkabulnya doa kita. Amin ya Robbal 'Alamin.

    *Keterangan:
    -.Niat shalat tahajjud ada di tulisan sebelumnya. Bisa di klik disini ya.
    - Tata cara pelaksanaan shalat tahajjud sama dengan shalat rawatib, hanya waktu pelaksanaannya harus setelah shalat 'isya setelah tidur, pada sepertiga malam terakhir.

    Video terkait:


    04 November 2023

    Berikut ini ada sejumlah doa penting untuk dibaca setelah shalat. Doa-doa disini berupa teks Arab dan artinya yg disediakan untuk lebih meningkatkan kekhusyukan di dalam berdoa dan lebih memungkinkan cepat dikabul oleh Allah Swt. Baiklah, inilah doa-doa penting setelah shalat fardhu: 


    DOA-DOA PENTING SETELAH SHALAT FARDHU

    Doa Nabi Adam as.

    رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تغْفِرْلَنَا وتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ.

    Wahai Tuhan kami, kami telah menzalimi kami. Dan jika Engkau tidak mengampuni dan merahmati kami maka kami betul-betul akan merugi.

    Doa Kebaikan Dua Orang Tua

    رَبَّنَا اغْفِرْلَنَا وَلِوَالِدَيْنَا وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانَا صَغِيْرًا.

    Wahai Tuhan kami, ampunilah kami dan kedua orang tua kami dan sayangilah mereka sebagaimana mereka mendidik kami waktu kecil.

    Doa Mohon Ampun untuk Leluhur

    رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيْمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِلَّذِيْنَ آمَنُوْا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوْفٌ رَّحِيْمٌ.

    Wahai Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah mendahului kami dengan membawa iman, dan janganlah Engkau membiarkan hati kami ada kedengkian terhadap orang-orang beriman. Wahai Tuhan kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.

    Doa Mohon Tetapnya Hidayah

    رَبَّنَا لَاتُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَكَ أَنْتَ اْلوَهَّابُ.

    Wahai Tuhan kami, janganlah Kau palingkan hati kami setelah Kau beri hidayah, dan berilah kami rahmat dari sisiMu. Sesungguhnya Engkau Maha Pemberi (hidayah).

    Doa Mohon Istri Anak Sholeh/ah

    رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ إِمَامًا.

    Ya Tuhan kami, berilah kami istri dan anak yang menjadi penyejuk hati, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.

    Doa Sapu Jagat (Do'a Kebaikan Dunia Akhirat)

    رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

    Wahai Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta jagakankanlah kami dari siksa neraka.

    Doa berupa audio visual dapat dilihat disini:

    13 September 2023

    Inilah tulisan tentang Riwayat Nabi Muhammad, Rasulullah SAW yang tercatat dalam sejarah 'Sirah Nabawiyah'. Artikel ini merupakan ringkasan sekilas tentang perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW yang tercatat dalam sejumlah riwayat Sahabat. Hal ini termasuk bahasan penting dalam Islam karena dapat menambah keimanan dan kecintaan terhadap nabi agung, suri tauladan seluruh umat Islam.

    Diharapkan, tulisan ini bisa menambah wawasan pengetahuan kita terhadap Islam, khususnya mengenai kepribadian nabi pembawa ajaran Islam di muka bumi ini, yakni Nabi Muhammad SAW. Baiklah mari kita pelajari bersama. 




    RINGKASAN RIWAYAT HIDUP RASULULLAH SAW.

    USIA 5 TAHUN

    📜 Peristiwa pembelahan dada Rasulullah Shalallahu'Alaihi Wa Sallam yang dilakukan oleh dua malaikat.

    "Suatu hari ketika Rasulullah SAW bermain-main bersama beberapa orang anak, beliau didatangi oleh malaikat Jibril. Tiba-tiba malaikat Jibril merengkuh Rasulullah SAW dan membaringkan tubuhnya. Setelah itu, Jibril membelah dada Rasulullah SAW dan mengeluarkan hatinya. Kemudian, malaikat Jibril mengeluarkan segumpal darah dari dalam hati Rasulullah dengan berkata, "Ini adalah tempat setan pada dirimu." (Diriwsyatkan oleh Anas bin Malik ra)

    Pada saat itu, anak-anak lain (ketika bermain bersama Rasulullah SAW) pergi menemui ibu mereka dengan berseru, " Muhammad dibunuh!". Setelah itu mereka pun mendatangi Muhammad yang ternyata masih hidup dengan wajah yang pucat pasi." (Diriwsyatkan oleh Imam Muslim)

    USIA 6 TAHUN

    📜 Ibu nabi, Aminah binti Wahab ditimpa sakit ketika dalam perjalanan hendak berziarah ke kuburan ayah nabi, Abdullah bin Abdul Muththalib dan meninggal dunia di Al-Abwa, sebuah kampung yang terletak di antara Makkah dan Madinah, baginda diasuh oleh Ummu Aiman (hamba sahaya perempuan bapak Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam) dan dibiayai oleh datuknya Abdul Muththalib.

    USIA 8 TAHUN

    📜 Kakeknya, Abdul Muththalib pula meninggal dunia. Baginda dipelihara pula oleh saudara bapaknya, Abu Thalib.

    USIA 9 TAHUN

    📜 Bersama pamannya, Abu Thalib bermusafir ke Syam atas urusan perniagaan. (Sebagian riwayat mengatakan perjalanan Nabi ke Syam pada usia 12 tahun).

    📜 Di kota Busra, negri Syam, seorang pendeta Nasrani bernama Bahira (Buhaira) telah menemui ketua-ketua rombongan untuk mengkhabarkan tentang akan adanya pengutusan seorang nabi di kalangan bangsa Arab yang akan lahir pada masa itu.

    “Abu Thalib pergi ke Syam bersama Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam pergi dengannya bersama dengan pembesar-pembesar kaum Quraisy. Ketika mereka menjumpai seorang rahib, mereka singgah dan berhenti dari perjalanan mereka. Lalu seorang Rahib keluar menemui mereka.

    “Lalu mereka meletakkan perbekalan mereka, kemudian Rahib itu membuka jalan hingga mereka sampai di hadapannya. Lalu ia memegang tangan Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam sambil berkata: “Anak ini akan menjadi penghulu semesta alam, anak ini akan menjadi Rasul dari Rabbul ‘Alamin yang akan di utus oleh Allah sebagai rahmat bagi seluruh alam”.

    Maka pembesar Quraisy bertanya: “Dari mana Anda tahu hal itu?”. Rahib menjawab: “Sebenarnya semenjak kalian tiba di ‘Aqabah, tidak ada bebatuan dan pepohonan melainkan mereka sujud, dan mereka tidak sujud melainkan kepada seorang Nabi. Selain itu, aku juga dapat mengetahui dari cap kenabian yang berada di bagian bawah tulang rawan bahunya mirip seperti buah apel.

    Kemudian Rahib itu kembali ke dalam dan menyiapkan makanan. Ketika Rahib mendatangi rombongan, Nabi sedang berada diantara unta-unta. Rahib itu berkata: “Tolong utuslah beberapa orang untuk menjemputnya dari sana”. Kemudian Nabi datang dengan dinaungi sekumpulan awan di atas beliau. Ketika Rahib mendekati rombongan tersebut, ia temukan mereka tengah berebutan mencari naungan dari bayang-bayang pohon. Anehnya, ketika Nabi SAW duduk justru bayang-bayang pohon itu menaungi beliau. Spontan si Rahib mengatakan: 'Cobalah kalian perhatikan, bayang-bayang pohon justru menaunginya!’. (Diriwayatkan oleh Abu Musa)

    USUA 10 TAHUN

    📜 Malaikat utusan Allah membedah dada beliau untuk kedua kalinya.

    "Atap rumahku terbuka –saat aku di Makkah- Jibril as. lalu turun dan membuka dadaku. Kemudian ia membersihkan dadaku dengan air zamzam. Lalu, ia membawa baskom emas yang penuh hikmah dan iman. Setelah itu, ia meraih tanganku dan mengajakku naik ke langit yang bawah,” (Diriwayatkan oleh Imam Al Bukhari).

    USIA 20 TAHUN

    📜 Nabi terlibat dalam peperangan Fijar. Ibnu Hisyam di dalam kitab 'Sirah', jilid1, halaman 184-187 menyatakan pada ketika itu usia Muhammad SAW ialah 14 atau 15 tahun. Baginda menyertai peperangan itu beberapa hari dan berperanan mengumpulkan anak-anak panah sahaja.

    📜 Nabi menyaksikan 'Perjanjian Al-Fudhul', yakni perjanjian damai untuk memberi pertolongan kepada orang yang didzalimi di Makkah.

    USIA 25 TAHUN

    📜 Beliau bermusafir kedua ke negeri Syam untuk berdagang barang milik Khadijah binti Khuwailid Al-Asadiyah..

    📜 Baginda SAW meakukan perjalanan ke Syam ditemani oleh Maisarah, suruhan Khadijah.

    📜 Baginda SAW bersama-sama Abu Thalib dan beberapa orang saudara bapak nabi pergi berjumpa Amru bin Asad (saudara bapak Khadijah) untuk meminang Khadijah yang berusia 40 tahun ketika itu.

    📜 Nabi SAW menikah dengan Siti Khadijah. Mas kawin baginda Nabi kepada Khadijah adalah sebanyak 500 dirham.

    USIA 35 TAHUN

    📜 Perehaban ulang Ka'bah, dilakukan oleh pembesar-pembesar dan penduduk Makkah. Akibat anjir besar melanda Makkah dan meruntuhkan dinding Ka'bah.

    📜 Nabi SAW diberi kemuliaan untuk meletakkan 'Hajarul-Aswad' ke tempat asal dan sekaligus meredakan pertelingkahan berhubung perletakan batu tersebut.

    USIA 40 TAHUN

    📜 Menerima wahyu di gua Hira' sebagai pelantikan menjadi Nabi dan Rasul akhir zaman.

    USIA 53 TAHUN

    📜 Berhijrah ke Madinah Al-Munawwarah dengan ditemani oleh Sayyidina Abu Bakar As-Shiddiq dan sahabat lainnya.

    📜 Mereka sampai di Madinah pada tanggal 12 Rabiul Awal / 24 September 622M.

    USIA 63 TAHUN

    📜 Rasulullah SAW wafat di Madinah Al-Munawwarah pada hari Senin, 12 Rabiul Awal tahun 11 Hijriyah / 8 Juni 632 Masehi.

    "Ketika Rasulullah sedang sakit parah, beliau datang ke masjid dengan wajah yang penuh keringat. Kami melihat beliau berkumpul di masjid, lalu beliau tersenyum. Hal itu membuat kami merasa senang. Kemudian, beliau mengangkat tangannya ke langit dan berkata, 'Ya Allah, di sisi-Mu aku berpegang teguh.' Setelah itu, beliau pulang ke rumahnya dan menghembuskan napas terakhirnya di pangkuanku." (Diwayatkan oleh Abu Dawud)

    ----

    12 September 2023

    Inilah tulisan tentang ciri-ciri fisik Nabi Muhammad, Rasulullah SAW menurut Sahabat. Artikel ini merupakan deskripsi sekilas tentang penampilan fisik Nabi Muhammad SAW yang tercatat dalam sejumlah riwayat hadits. Hal ini termasuk bahasan penting dalam Islam karena dapat menambah keimanan dan kecintaan terhadap nabi junjungan umat Islam.

    Diharapkan, artikel ini bisa menambah wawasan pengetahuan kita terhadap Islam, khususnya mengenai sosok pembawa ajaran Islam di muka bumi ini, yakni Nabi Muhammad SAW. Baiklah mari kita pelajari bersama dari berbagai sumber informasi hadits beeikut ini.


    Ciri-Ciri Fisik Nabi Muhammad SAW Menurut Sahabat

    1. Rambut lurus, sedikit bergelombang
    2. Wajah cenderung agak bulat, cerah seumpama purnama
    3. Bola mata hitam, sejuk dipandang
    4. Alis lengkung dan tebal, serasi dengan panjang bulu mata
    5. Hidung mancung, tampak agak melengkung karena cahayanya.
    6. Bibir tipis, aroma mulut harum
    7. Gigi depan tidak terlalu rapat, apabila berbicara tampak bercahaya
    8. Bahu kokoh seakan dibuat dari perak
    9. Tangan lebar, jemari lentik
    10. Dada kekar, terdapat bulu halus hingga pusar
    11. Kulit cerah, tidak putih sekali namun tidak hitam
    12. Badan tegap, tidak terlalu tinggi tapi tidak pendek
    13. Kaki padat dan kuat, jemari kaki memanjang

    Pernyataan Sejumlah Sahabat Nabi

    "Sudah jelas aku melihat Rasulallah mencat rambutnya dengan henna dan itulah sebabnya akupun mencat rambutku dengan henna." (HR. Bukhari, Juz I No.167)

    "Rasulullah memiliki jari-jemari tangan dan kaki yang tebal tapi lentik memanjang." (HR. Ahmad, dari Ali bin Abi Thalib )

    "Suatu ketika Rasulullah SAW. dihadapkan sebuah wadah berisikan air, kemudian beliau meminumnya dan meludah di dalam wadah tersebut. Wadah itu kemudian dituangkan ke dalam suatu sumur, dan tiba-tiba sumur tersebut merebak akan aroma harumnya. (HR. Ahmad Musnad No.18084, dari Wail bin Hajr ra)

    "Gigi depan Rasulullah saw, agak renggang, tidak terlalu rapat dan jika beliau berbicara tampak putih berkilau." (Diriwaayatkan oleh Ibnu Abbas dari Said al Jahiri).

    “Gigi depan Rasulullah SAW. tampak renggang. Ketika berbicara, diantara gigi depan beliau itu seperti keluar cahaya” (H.R. Tirmizi).

    "Rasulullah SAW. memiliki bibir yang tipis dan ada sela di gigi serinya. (Hind bin Abi Halah dari Ibn Sa’ad)

    "Rasulullah saw tidak tinggi tapi tidak pendek. Telapak tangan dan kaki beliau padat berisi. Beliau memiliki kepala yang agak besar dan kuat. Beliau memiliki bulu-bulu halus di dada sampai pusar. Jika beliau berjalan, langkahnya seakan-akan seperti turun meloncat. Saya belum pernah melihat orang seperti beliau di antara sahabat ataupun orang-orang yang datang sesudah wafatnya beliau. (Riwayat dari Ali bin Abi Thalib).

    "Aku melihat sang Nabi dan Al-Hasan bin Ali tampak mirip beliau. "Aku berkata pada Abu Juhaifa, "Coba gambarkan tentang perawakan nabi kepadaku." Dia berkata, "Beliau berkulit putih dan jenggotnya hitam dengan uban putih. Beliau pernah berjanji memberi kami 13 ekor unta betina, tapi beliau wafat terlebih dahulu sebelum kami menerimanya." (HR. Bukhari Juz 4 No.744, dari Abu Juhaifa dari Ismail bin Abi Khalid)

    "Rasulullah saw. bertubuh sedang, warna kulit cerah, tidak putih sekali namun tidak hitam. Rambut beliau termasuk lurus tapi agak ikal. Allah Ta’ala mengangkat beliau sebagai Nabi ketika berusia 40 tahun. Sesudah itu beliau sempat tinggal di Mekah selama 13 tahun. Lalu beliau di Madinah selama sepuluh tahun. Allah memanggil beliau ke hadirat-Nya pada umur 63 tiga tahun. Saat itu baru sedikit saja uban yang tumbuh di rambut dan janggut beliau." (Diriwayatkan oleh Anas bin Malik).

    "Rambut Rasulullah lurus dan sedikit berombak. Beliau tidak berperawakan gemuk dan tidak pula tampak terlalu berat, beliau berperawakan baik dan tegak. Warna kulit beliau cerah, bola mata beliau hitam pekat dengan bulu mata yang panjang. Sendi-sendi tulang beliau kuat dan dada beliau cukup kekar, demikian pula tangan dan kaki beliau. Badan beliau tidak berbulu tebal, tetapi hanya bulu-bulu tipis dari dada ke bawah sampai di pusar. Jika beliau sedang berhadapan dengan seseorang, maka beliau akan mengarahkan wajah beliau ke orang tersebut dengan penuh perhatian. Di antara tulang belikat beliau ada tanda kenabian. Beliau adalah orang yang paling baik hati, paling jujur, paling dirindukan dan sebaik-baik keturunan. Siapa saja mendekati beliau akan langsung merasa hormat dan segan. Dan siapa yang bergaul dengan beliau akan langsung menghargai dan mencintai. Saya belum pernah melihat orang lain seperti beliau. (Diriwayatkan oleh Ali bin Abi Thalib).

    "Rasulullah SAW memiliki pribadi mulia dan diakui sangat istimewa dalam pandangan orang yang pernah melihatnya. Wajah beliau bercahaya seterang bulan purnama. Beliau sedikit lebih tinggi dari rata-rata kami tetapi lebih pendek dari orang yang jangkung. Kepala beliau lebih besar dari rata-rata, dan rambut beliau agak keriting atau bergelombang. Jika dapat dikuak, maka beliau kuak, Jika tidak dapat dikuak maka beliau membiarkan saja. Saat rambut beliau agak panjang, akan mencapai telinga beliau. Kulit beliau berwarna cerah dan dahi beliau lebar. Alis mata beliau lengkung hitam dan tebal, di antara alisnya tampak urat darah halus yang berdenyut bila emosi atau bergairah. Hidung beliau mancung dengan bagian atas yang bercahaya sehingga orang yang tidak memperhatikan dengan cermat akan mengira bahwa hidung beliau bengkok. Beliau berjanggut tipis tetapi penuh, rata sampai di pipi. Mulut beliau sedang, gigi putih cemerlang dan agak renggang. Pundak bagus dan tampak gagah, seperti dibuat dari perak. Anggota tubuh beliau yang lain serba normal dan proporsional. Dada dan pinggang beliau seimbang ukurannya. Daerah di sekitar tulang belikat beliau cukup lebar, dan tampak gagah. Bagian-bagian tubuh beliau yang tidak tertutup bulu lebat satupun tampak bersih dan bercahaya. Kecuali bulu-bulu halus yang tumbuh dari dada sampai ke pusar. Lengan dan dada bagian atas beliau berbulu. Pergelangan tangan beliau cukup panjang, telapak tangan beliau agak lebar serta baik telapak tangan maupun kaki beliau padat berisi, jari-jari tangan dan kaki beliau cukup langsing. Telapak kaki beliau cukup lengkungannya dan atasnya halus serta bagus bentuknya, sehingga saat beliau mencucinya, maka air akan meluncur cepat ke bawah. Jika berjalan, beliau melangkah dengan posisi badan agak condong ke depan, tetapi beliau melangkah dengan anggun. Langkah beliau panjang dan cepat serta terlihat seperti melompat dari suatu ketinggian. Jika beliau sedang berhadapan dengan seseorang, maka beliau memandang orang itu dengan penuh perhatian. Pandangan beliau selalu ditundukkan sesuai anjuran Al Quran, beliau lebih sering melihat ke bawah daripada melihat ke atas. Beliau tidak pernah memelototi seseorang, pandangan mata beliau selalu menyejukkan. Beliau juga selalu berjalan agak di belakang, terutama saat melakukan perjalanan jauh. Dan beliau selalu lebih dulu menyapa orang yang ditemuinya di jalan." (Diriwayatkan oleh Hind bin Abi Halah ra, dari Hasan bin Ali).

    Rasulullah saw memiliki mulut yang agak lebar, di mata beliau terlihat juga garis-garis merahnya. Dan tumit beliau langsing. Saya berkesempatan melihat Rasulullah saw di bawah sinar rembulan, dan saya memperhatikan pula rembulan tersebut, bagi saya beliau lebih indah dari rembulan tersebut." (Diriwayatkan Jabir bin Samurah)

    “Apakah rona wajah Rasulullah saw, cemerlang seperti pedang yang mengkilap?” Ia menjawab “Tidak! tetapi lebih mirip dengan purnama yang cerah.” (Diriwayatkan oleh Abu Ishaq dari Bara’a bin Aazib).

    "Rasulullah begitu rupawan, seperti dibentuk dari perak. Rambut beliau cenderung berombak. Saya belum pernah melihat orang yang lebih baik dan lebih tampan dari Rasulullah saw. Raut wajahnya secemerlang matahari. Saya tidak pernah melihat orang yang berjalan secepat beliau. Seolah-olah bumi ini digulung oleh langkah-langkah beliau ketika sedang berjalan, walaupun kami berusaha mengimbangi jalan beliau, padahal beliau tampak seperti berjalan santai saja." (Diriwayatkan oleh Abu Hurairah)

    “Sekarang ini tidak ada lagi yang tinggal (masih hidup) yang pernah melihat diri Rasulullah, kecuali saya.” Maka saya (Said ra.) berkata padanya: “Gambarkanlah kepadaku.” Ia menjawab, “Rasulullah saw, itu roman mukanya sangat cerah dan perawakannya sangat baik. (Diriwayatkan oleh Said al Jahiri dari Abu Taufik).

    Itulah tulisan tentang ciri-ciri fisik Nabi Muhammad, Rasulullah SAW menurut Sahabat. Mudah2an tulisan ini bermanfaat untuk menambah wawasan pengetahuan kita tentang islam dan meningkatkan kualitas iman kita, terutama kepada Nabi pembawa agama Islam, Nabi Muhammad SAW. Amin.



    19 March 2023

    Inilah List Mukjizat Para Nabi dan Rasul yg perlu kita ketahui sebagai penambah atau pelengkap wawasan pengetahuan kita tentang Islam, khususnya dalam segi keimanan, akidah atau keyakinan. Lengkap, ada 25 dan Rasul yg mukjizatnya senantiasa tercatat di dalam sejarah peradaban Islam. Mari kita ketahui satu persatu.


    1. Mukjizat Nabi Adam as.

    ♦ Allah SWT menciptakan beliau sebagai manusia pertama di muka bumi tanpa ayah tanpa ibu.
    ♦ Allah SWT meniupkan ruh pada saat penciptaan beliau.
    ♦ Allah SWT memerintahkan para malaikat untuk bersujud kepada beliau.
    ♦ Allah SWT mengajarkan kepada beliau tentang berbagai ilmu tanpa perantara guru.

    2. Mukjizat Nabi Idris as.

    ♦ Allah SWT memberikan kepada beliau kekuatan luar biasa sehingga diberi gelar Asadul Usud (singa segala singa).
    ♦ Pandai membaca, menulis, berhitung, menguasai berbagai ilmu pengetahuan.
    ♦ Tangkas berkuda, pintar menjahit, dan ahli membuat pakaian.
    ♦ Bisa melihat alam ghaib.

    3. Mukjizat Nabi Nuh

    ♦ Rasul pertama yang bertugas menyampaikan risalah kepada manusia.
    ♦ Termasuk Nabi Ulul Azmi (Nabi mulia)
    ♦ Usia beliau sangat panjang, diperkirakan mencapai 950 tahun.
    ♦ Bisa membuat kapal yang sangat besar sehingga umat beliau selamat dari azab berupa banjir bandang.

    4. Mukjizat Nabi Hud

    ♦ Bisa menurunkan hujan di saat kaum ‘Ad dilanda kemarau panjang.
    ♦ Selamat dari azab berupa angin kencang yang membinasakan kaum 'Ad.

    5. Mukjizat Nabi Shaleh as.

    ♦ Memunculkan unta betina dari dalam batu secara tiba-tiba.

    6. Mukjizat Nabi Ibrahim as.

    ♦ Termasuk Nabi Ulul Azmi
    ♦ Tubuh beliau tidak terbakar api yg disiapkan raja Namrud.
    ♦ Mempunya anak keturunan bersama istri beliau (Siti Sarah) pada usia sangat tua, sekita umur 99 tahun.

    7. Mukjizat Nabi Luth as.

    ♦ Selamat dari azab besar berupa gempa bumi dan hujan batu yang menimpa kaumnya.

    8. Mukjizat Nabi Ismail as.

    ♦ Diberi kesabaran dan kepasrahan yang sangat tinggi sehingga rela walaupun disembelih ayah beliau (Nabi Ibrahim) karena perintah Allah
    ♦ Bekas kaki beliau menjadi sumur zam-zam dan memancarkan air hingga sekarang.

    9. Mukjizat Nabi Ishaq as.

    ♦ Selalu mengikuti ayah beliau (Nabi Ibrahim) ketika berdakwah
    ♦ Memiliki ilmu, akhlak, dan sifat keshalehan yang tinggi
    ♦ Memiliki keturunan yang shaleh.

    10. Mukjizat Nabi Ya'qub as.

    ♦ Merupakan sosok pertama yang mengawali sejarah Bani Israil
    ♦ Memiliki sifat dan keimanan yang istimewa.
    ♦ Bisa mencium aroma Nabi Yusuf dari kejjauhan.

    11. Mukjizat Nabi Yusuf as

    ♦ Mempunyai tubuh indah dan wajah yang sangat tampan.
    ♦ Mampu menafsirkan mimpi.

    12. Mukjizat Nabi Ayyub as.

    ♦ Mempunyai kekayaan berlimpah, berakhlak mulia, dan dikaruniai keturunan yang shaleh. Walaupun diuji dengan musibah dan penyakit tetapi beliau tetap sabar dalam keshalehan.
    ♦ Mengeluarkan air dari tanah untuk menyembuhkan penyakit beliau.

    13. Mukjizat Nabi Syu’aib as.

    ♦ Selamat dari azab yang menimpa kaum Madyan berupa badai panas dan gempa bumi.

    14. Mukjizat Nabi Musa as.

    ♦ Termasuk Nabi Ulul Azmi.
    ♦ Membelah Laut Merah dan menyeberanginya bersama pengikut beliau
    ♦ Mengubah tongkat menjadi ular untuk mengalahkan tukang sihir Fir’aun
    ♦ Dituruni kitab Taurat

    15. Mukjizat Nabi Harun as.

    ♦ Dianugrahi kemampuan komunikasi yang sangat bagus.

    16. Mukjizat Nabi Zulkifli as.


    ♦ Menjadi seorang raja yang adil dan bijaksana
    ♦ Mempunyai sifat dermawan dan sabar.

    17. Mukjizat Nabi Daud as.

    ♦ Bisa mengalahkan raja Thalut
    ♦ Memiliki suara yang merdu
    ♦ Dituruni kitab Zabur.

    18. Mukjizat Nabi Sulaiman as.

    ♦ Menjadi raja yang sangat kaya dan berkuasa
    ♦ Bisa memahami bahasa hewan
    ♦ Mempunyai bala tentara dari bangsa jin
    ♦ Bisa menaklukkan angin.

    19. Mukjizat Nabi Ilyas as.

    ♦ Diselamatkan Allah SWT dari kekeringan panjang yang menimpa kaumnya, akibat menolak ajaran tauhid.

    20. Mukjizat Nabi Ilyasa' as.

    ♦ Bisa menghidupkan orang mati atas izin Allah SWT. Beliau adalah anak angkat Nabi Ilyas

    21. Mukjizat Nabi Yunus as.

    ♦ Ditelan paus dan hidup di dalam perut ikan besar tersebut selama 40 hari.

    22. Mukjizat Nabi Zakariya as.

    ♦ Penjaga Baitul Maqdis
    ♦ Dikaruniai keturunan pada usianya sudah sekitar 100 tahun.

    23. Mukjizat Nabi Yahya as.


    ♦ Sangat gemar membaca
    ♦ Mampu memutuskan perkara pelik dan meemukan solusi atas berbagai persoalan.

    24. Mukjizat Nabi Isa as.

    ♦ Dilahirkan dari seorang wanita suci bernama Maryam, tanpa seorang ayah
    ♦ Bisa berbicara sejak bayi sehingga mampu membela ibunya yang dituduh berzinah
    ♦ Bisa menghidupkan orang mati dan burung dari tanah liat atas izin Allah
    ♦ Mengembalikan penglihatan orang buta
    ♦Dianugrahi kitab Injil.

    25. Mukjizat Nabi Muhammad SAW

    ♦ Termasuk Nabi Ulul Azmi
    ♦ Nabi sekaligus rasul penutup dengan ajaran paling sempurna
    ♦ Menempuh perjalanan Isra Mi’raj ke langit selama satu malam
    ♦ Dianugerahi kitab Al-Qur’an sebagai pedoman hidup manusia hingga kiamat.

    Catatan:

    Allah SWT berfirman dalam alQuran surah alBqqarah ayat 253

    تِلْكَ الرُّسُلُ فَضَّلْنَا بَعْضَهُمْ عَلٰى بَعْضٍۘ مِنْهُمْ مَّنْ كَلَّمَ اللّٰهُ وَرَفَعَ بَعْضَهُمْ دَرَجٰتٍۗ وَاٰتَيْنَا عِيْسَى ابْنَ مَرْيَمَ الْبَيِّنٰتِ وَاَيَّدْنٰهُ بِرُوْحِ الْقُدُسِۗ وَلَوْ شَاۤءَ اللّٰهُ مَا اقْتَتَلَ الَّذِيْنَ مِنْۢ بَعْدِهِمْ مِّنْۢ بَعْدِ مَا جَاۤءَتْهُمُ الْبَيِّنٰتُ وَلٰكِنِ اخْتَلَفُوْا فَمِنْهُمْ مَّنْ اٰمَنَ وَمِنْهُمْ مَّنْ كَفَرَ ۗوَلَوْ شَاۤءَ اللّٰهُ مَا اقْتَتَلُوْاۗ وَلٰكِنَّ اللّٰهَ يَفْعَلُ مَا يُرِيْدُ ࣖ
    Artinya,
    Rasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian mereka dari sebagian yang lain. Di antara mereka ada yang (langsung) Allah berfirman dengannya dan sebagian lagi ada yang ditinggikan-Nya beberapa derajat. Dan Kami beri Isa putra Maryam beberapa mukjizat dan Kami perkuat dia dengan Ruhul Qudus. Kalau Allah menghendaki, niscaya orang-orang setelah mereka tidak akan berbunuh-bunuhan, setelah bukti-bukti sampai kepada mereka. Tetapi mereka berselisih, maka ada di antara mereka yang beriman dan ada (pula) yang kafir. Kalau Allah menghendaki, tidaklah mereka berbunuh-bunuhan. Tetapi Allah berbuat menurut kehendak-Nya.

    🔸Mukjizat Nabi Sholeh termaktub dalam al Quran Surah Al A’raf ayat 73:

    وَإِلَىٰ ثَمُودَ أَخَاهُمْ صَٰلِحًا ۗ قَالَ يَٰقَوْمِ ٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُۥ ۖ قَدْ جَآءَتْكُم بَيِّنَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ ۖ هَٰذِهِۦ نَاقَةُ ٱللَّهِ لَكُمْ ءَايَةً ۖ فَذَرُوهَا تَأْكُلْ فِىٓ أَرْضِ ٱللَّهِ ۖ وَلَا تَمَسُّوهَا بِسُوٓءٍ 
    فَيَأْخُذَكُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
    Artinya: Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum Tsamud saudara mereka Shaleh. Ia berkata: “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang bukti yang nyata kepadamu dari Tuhanmu. Unta betina Allah ini menjadi tanda bagimu, maka biarkanlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apapun, (yang karenanya) kamu akan ditimpa siksaan yang pedih.” (Al A'raf, 73)

    🔸Mukjizat Nabi Isa termaktub dalam alQuran Surah Ali Imran ayat 59

    اِنَّ مَثَلَ عِيْسٰى عِنْدَ اللّٰهِ كَمَثَلِ اٰدَمَ ۗ خَلَقَهٗ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ قَالَ لَهٗ كُنْ فَيَكُوْنُ

    Artinya,
    Sesungguhnya perumpamaan (penciptaan) Isa bagi Allah, seperti (penciptaan) Adam. Dia menciptakannya dari tanah, kemudian Dia berkata kepadanya, "Jadilah!" Maka jadilah sesuatu itu.

    Allah SWT berfirman dalam alQuran surah anNisaa' ayat 157

    وَّقَوْلِهِمْ اِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيْحَ عِيْسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُوْلَ اللّٰهِۚ وَمَا قَتَلُوْهُ وَمَا صَلَبُوْهُ وَلٰكِنْ شُبِّهَ لَهُمْ ۗوَاِنَّ الَّذِيْنَ اخْتَلَفُوْا فِيْهِ لَفِيْ شَكٍّ مِّنْهُ ۗمَا لَهُمْ بِهٖ مِنْ عِلْمٍ اِلَّا اتِّبَاعَ الظَّنِّ وَمَا قَتَلُوْهُ يَقِيْنًاۢ ۙ 
    Artinya,
    dan (Kami hukum juga) karena ucapan mereka, "Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah," padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh adalah) orang yang diserupakan dengan Isa. Sesungguhnya mereka yang berselisih pendapat tentang (pembunuhan) Isa, selalu dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka benar-benar tidak tahu (siapa sebenarnya yang dibunuh itu), melainkan mengikuti persangkaan belaka, jadi mereka tidak yakin telah membunuhnya.


    05 January 2023

    Inilah pembahasan singkat tentang Status Wudhu' Jika Tersentuh Saudara Ipar Atau Ponakan Suami/Istri. Pembahasan thaharah ini sangat penting utk diketahui karena akan menentukan sah tidaknya shalat. Ya. Shalat akan sah apabila kita melakukan thaharah sehingga suci dari hadats, suci pakaian dan tempat shalat. Suci dari hadats diantaranya harus diawali dgn wudhu' yg benar beserta ketentuan di dalam syariat Islam. Oleh karena itu, mari kita pelajari Status Wudhu' Jika Tersentuh Saudara Ipar Atau Ponakan Suami/Istri.
    Status Wudhu' Jika Tersentuh Saudara Ipar Atau Ponakan Suami Istri

    Sudah kita ketahui dari pembahasan sebelumnya, bahwa diantara hal yang membatalkan wudhu' adalah menyentuh kulit mahram, baik sengaja ataupun tidak. Tapi terkadang masih ada pertanyaan, bagaimanakah status wudhu' kita kalau menyentuh saudara ipar atau ponakan istri/suami? Bukankah mereka termasuk mahram (dilarang untuk dinikahi)?

    Pada judul sebelumnya, terkait masalah nikah, sudah dibahas juga bahwa mereka adalah mahram seperti halnya mertua dan menantu, berdasarkan firman Allah Swt, sebagaimana berikut:

    حُرِّمَتْ عَلَيْكُمْ اُمَّهٰتُكُمْ وَبَنٰتُكُمْ وَاَخَوٰتُكُمْ وَعَمّٰتُكُمْ وَخٰلٰتُكُمْ وَبَنٰتُ الْاَخِ وَبَنٰتُ الْاُخْتِ وَاُمَّهٰتُكُمُ الّٰتِيْٓ اَرْضَعْنَكُمْ وَاَخَوٰتُكُمْ مِّنَ الرَّضَاعَةِ وَاُمَّهٰتُ نِسَاۤىِٕكُمْ وَرَبَاۤىِٕبُكُمُ الّٰتِيْ فِيْ حُجُوْرِكُمْ مِّنْ نِّسَاۤىِٕكُمُ الّٰتِيْ دَخَلْتُمْ بِهِنَّۖ فَاِنْ لَّمْ تَكُوْنُوْا دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ ۖ وَحَلَاۤىِٕلُ اَبْنَاۤىِٕكُمُ الَّذِيْنَ مِنْ اَصْلَابِكُمْۙ وَاَنْ تَجْمَعُوْا بَيْنَ الْاُخْتَيْنِ اِلَّا مَا قَدْ سَلَفَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا۔

    Diharamkan atas kamu (menikahi) ibu-ibumu, anak-anakmu yang perempuan, saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara ayahmu yang perempuan, saudara-saudara ibumu yang perempuan, anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki, anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan, ibu-ibumu yang menyusui kamu, saudara-saudara perempuanmu sesusuan, ibu-ibu istrimu (mertua), anak-anak perempuan dari istrimu (anak tiri) yang dalam pemeliharaanmu dari istri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan istrimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu (menikahinya), (dan diharamkan bagimu) istri-istri anak kandungmu (menantu), dan (diharamkan) mengumpulkan (dalam pernikahan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (QS. An-Nisa', 23)

    Di samping itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    لاَ يُجْمَعُ بَيْنَ المَرْأَةِ وَعَمَّتِهَا، وَلاَ بَيْنَ المَرْأَةِ وَخَالَتِهَا

    “Tidak boleh menghimpun antara seorang wanita dengan bibinya (keponakan istri dengan istri), baik bibi dari ayah maupun bibi dari ibu (dalam satu ikatan pernikahan).” (HR. Al-Bukhari 5109 dan Al-Muslim 1408)

    Secara tekstual, kedua referensi dalil di atas dapat dipahami bahwa mereka adalah mahram. Tapi pemahaman secara kontekstual dapat diketahui dari penjelasan ulama ahli Fiqih yang tentu memahami latar belakang serta maksud sebenarnya, apakah status mahram tersebut berkaitan dengan masalah nikah ataukah wudhu', atau keduanya?

    Di dalam mazhab mayoritas bangsa Indonesia, yaki mazhab Imam Syafi'i, dijelaskan bahwa salah satu sebab mahram (wanita haram dinikahi) adalah karena mushaharah (ikatan kekeluargaan disebabkan pernikahan). Simpelnya, apabila wanita sudah menjadi mahram, otomatis jika punya wudhu lalu tersentuh kulit, tidak membatalkan wudhu'. Tapi ternyata ketentuan tersebut tidak berlaku untuk semua mahram mushaharah, sebagaimana keterangan berikut:

    قوله: أو مصاهرة أي توجب التحريم على التأبيد كأم الزوجة، بخلاف ما إذا كانت توجب التحريم لا على التأبيد كأخت زوجته، فإن الوضوء ينتقض بلمسها

    Mertua (ibu dari istri atau ayah dari suami) dikategorikan mahram ta'bid (abadi). Berbeda dengn saudara istri (adik atau kakak ipar) dikategorikan mahram ghairu ta'bid (tidak abadi). Maka menyentuh kulit mertua tidak membatalkan wudhu' karena termasuk mahram selamanya, tetapi tersentuh kulit saudara ipar membatalkan wudhu' karena termasuk mahram sementara. [I'anatut Thalibin, juz 1 halaman 65].

    15 December 2022

    Inilah Nama-Nama 313 Nabi dan Rasul dari Adam As. sampai Nabi Muhammad Saw. yang perlu kita ketahui. Termasuk di dalamnya, ada 25 Nabi dan Rasul yg wajib kita imani. Semoga ini dapat menambah wawasan pengetahuan kita tentang Islam dan semakin menguatkan iman kita kepada Allah, rasul, beserta nabiNya.

    313 Nama Nabi dari Adam As. sampai Muhammad Saw.

    Sebagaimana kita maklum bersama bahwa nama2 nabi dan rasul yg wajib kita ketahui ada 25. Sedangkan jumlah para nabi secara keseluruhan yaitu 124 ribu, 315 diantaranya adalah sebagai rasul.

    Dimaktub di dalam kitab Jauhar Attauhid bahwa jumlah rasul ada 114-115. Kemudian di dalam riwayat Abu Umamah disebutkan bahwa Abu Dzar bertanya kepada Nabi Saw.: “Berapa jumlah persis para nabi.” Beliau menjawab:

    مِائَةُ أَلْفٍ وَأَرْبَعَةٌ وَعِشْرُونَ أَلْفًا الرُّسُلُ مِنْ ذَلِكَ ثَلَاثُ مِائَةٍ وَخَمْسَةَ عَشَرَ جَمًّا غَفِيرًا

    “Jumlah para nabi 124 ribu orang, 315 diantara mereka adalah rasul. Banyak sekali.” (HR. Ahmad no. 22288 dan sanadnya dinilai shahih oleh al-Albani dalam al–Misykah).

    Juga jarang diketahui oleh sebagian besar orang Islam bahwa jumlah para nabi dan rasul yg masyhur yaitu berjumlah 313. Ini disebutkan di dalam hadits riwayat Abu Dzar Ra. sebagaimana di bawah ini.

    والمشهور ان المرسلين ثلاثمائة وثلاثا عشر كما في حديث ابي ذر وهاهي اسماؤهم على ماروى عن انس : ادم , شيث, انوش, قيناق, مهيائيل, اختوخ, ادريس, متوشلخ, نوح, هود, عبهف, مرداريم, شارع, صالح, ارفخشذ, صفوان, حنظلة, لوط, عصان, ابراهيم, اسمعيل, اسحق, يعقوب, يوسف, شمائيل, شعيب, موسى, لوطان, يعوا, هرون, كليل, يوشع, دانيال, بونش, بليا, ارميا, يونس, الياس, سليمان, داود, اليسع, ايوب, اوس, ذانين, الهميع, ثابت, غابر, هميلان, ذوالكفل, عزير, عزقلان, عزان, الوون, زاين, عازم, هريد, شاذن, سعد, غالب, شماس, شمعون, فياض, قضا, سارم, عيناض, سايم, عوضون, بيوزر, كزول, باسل, باسان, لاخين, غلضات, رسوغ, رشعين, المون, لوغ,برسوا, الاظيم, رشاد, شريب, هيبل, ميلان, عمران, هرييب, جريت, شماع, صريخ, سفان, قبيل, ضعضع, عيصون, عيصف, صديف, برواء,حاصيم, هيان, عاصم, وجان, مصداع, عاريس, شرحبيل, خربيل, حزقيل, اشموئيل, غمصان, كببر, سباط, عباد بثلخ, ريهان, عمدان, مرقان, حنان, لوحنا, ولام, بعيول, بصاص, هبان, افليق, قازيم, نصير, اوريس, مضعس, جذيمة, شروحيل, معنائيل, مدرك, حارم, بارغ هرميل, جابد, زرقان, اصفون, برجاج, ناوى, هزرابن اشبيل, عطاف, مهيل, زنجيل, شمطان, القوم, حوبلد, صالح, سانوخ, راميل, زاميل, قاسم, باييل, بازل, كبلان, باتر, حاجم, جاوح, جامر, حاجن, راسل, واسم, رادن, سادم, شوشا, جازان, صاحد, صحبان, كلوان, صاعد,غفران, غاير, لاحون, بلدخ, هيدان, لاوى, هيراء, ناصى, حانك, حافيخ, كاشيخ, لافث, نايم, حاشم, هجام, ميزاد,اسيمان, رحيلا, لاطف, برطفون, ابان, عورائض, مهمتصر, عانين, نماخ, هندويل, مبصل, مضعتام, طميل, طابيح, مهمم حجرم, عدون, منبد, بارون, روان, معبن, مزاحم, يانيد, لامى, فردان,جابر, سالوم, عيص, هربان, جابوك, عابوج, مينات, قانوح, دربان, صاخم, حارض, حراض, حرقيا, نعمان, ازميل, مزحم, ميداس, يانوح, يونس, ساسان, فريم, فريوش, صحيب, ركن, عامر, سحنق, زاخون, حينيم, عياب, صباح, عرفون, مخلاد, مرحم, صانيد, غالب, عبدالله, ادرزين, عدسار, زهران, بايع, نظير, هورين, كايواشيم, فتوان, عابون, رباخ, صابح, مسلون, حجان, روبال, رابون, معيلا, سايعان, ارجيل, بيغين, متضح, رحين, محراس, ساخين, حرفان, مهمون, حوضان, البؤن, وعد, رخيول, بيغان, بتيحور, حوظبان, عامل, زحرام, عيس, صبيح, يطبع, جارح, صهيب, صبحان, كلمان, يوخى, سميون, عرضون, حوحر, يلبق, بارع, عائيل, كنعان, حفدون, حسمان, يسمع, عرفور, عرمين, فضحان, صفا, شمعون, رصاص, اقلبون, شاخم, خائيل, احيال, هياج, زكريا, يحيى, جرجيس, عيسى بن مريم, محمد صلى الله عليه وسلم عليهم اجمعين .

    “Dan menurut pendapat yg masyhur, sesungguhnya para nabi utusan Allah itu berjumlah 313, seperti yg disebutkan dalam hadits riwayat Abu Dzar Ra. Dan inilah nama2 nabi dan rasul itu seperti yg diriwayatkan dari sahabat Anas Ra.:

    1. Adam As.
    2. Tsits As.
    3. Anuwsy As.
    4. Qiynaaq As.
    5. Mahyaa’iyl As.
    6. Akhnuwkh As.
    7. Idris As.
    8. Mutawatsilakh As.
    9. Nuh As.
    10. Hud As.
    11. Abhaf As.
    12. Murdaaziyman As.
    13. Tsari’ As.
    14. Sholeh As.
    15. Arfakhtsyad As.
    16. Shofwaan As.
    17. Handholah As.
    18. Luth As.
    19. Ishoon As.
    20. Ibrahim As.
    21. Isma’il As.
    22. Ishaq As.
    23. Ya’qub As.
    24. Yusuf As.
    25. Tsama’il As.
    26. Su’aib As.
    27. Musa As.
    28. Luthoon As.
    29. Ya’wa As.
    30. Harun As.
    31. Kaylun As.
    32. Yusya’ As.
    33. Daaniyaal As.
    34. Bunasy As.
    35. Balyaa As.
    36. Armiyaa As.
    37. Yunus As.
    38. Ilyas As.
    39. Sulaiman As.
    40. Daud As.
    41. Ilyasa’ As.
    42. Ayub As.
    43. Aus As.
    44. Dzanin As.
    45. Alhami’ As.
    46. Tsabits As.
    47. Ghobir As.
    48. Hamilan As.
    49. Dzulkifli As.
    50. Uzair As.
    51. Azkolan As.
    52. Izan As.
    53. Alwun As.
    54. Zayin As.
    55. Aazim As.
    56. Harbad As.
    57. Syadzun As.
    58. Sa’ad As.
    59. Gholib As.
    60. Syamaas As.
    61. Syam’un As.
    62. Fiyaadh As.
    63. Qidhon As.
    64. Saarom As.
    65. Ghinadh As.
    66. Saanim As.
    67. Ardhun As.
    68. Babuzir As.
    69. Kazkol As.
    70. Baasil As.
    71. Baasan As.
    72. Lakhin As.
    73. Ilshots As.
    74. Rasugh As.
    75. Rusy’in As.
    76. Alamun As.
    77. Lawqhun As.
    78. Barsuwa As.
    79. Al-‘Adzim As.
    80. Ratsaad As.
    81. Syarib As.
    82. Habil As.
    83. Mublan As.
    84. Imron As.
    85. Harib As.
    86. Jurits As.
    87. Tsima’ As.
    88. Dhorikh As.
    89. Sifaan As.
    90. Qubayl As.
    91. Dhofdho As.
    92. Ishoon As.
    93. Ishof As.
    94. Shodif As.
    95. Barwa’ As.
    96. Haashiim As.
    97. Hiyaan As.
    98. Aashim As.
    99. Wijaan As.
    100. Mishda’ As.
    101. Aaris As.
    102. Syarhabil As.
    103. Harbiil As.
    104. Hazqiil As.
    105. Asymu’il As.
    106. Imshon As.
    107. Kabiir As.
    108. Saabath As.
    109. Ibaad As.
    110. Basylakh As.
    111. Rihaan As.
    112. Imdan As.
    113. Mirqoon As.
    114. Hanaan As.
    115. Lawhaan As.
    116. Walum As.
    117. Ba’yul As.
    118. Bishosh As.
    119. Hibaan As.
    120. Afliq As.
    121. Qoozim As.
    122. Ludhoyr As.
    123. Wariisa As.
    124. Midh’as As.
    125. Hudzamah As.
    126. Syarwahil As.
    127. Ma’n’il As.
    128. Mudrik As.
    129. Hariim As.
    130. Baarigh As.
    131. Harmiil As.
    132. Jaabadz As.
    133. Dzarqon As.
    134. Ushfun As.
    135. Barjaaj As.
    136. Naawi As.
    137. Hazruyiin As.
    138. Isybiil As.
    139. Ithoof As.
    140. Mahiil As.
    141. Zanjiil As.
    142. Tsamithon As.
    143. Alqowm As.
    144. Hawbalad As.
    145. Solih As.
    146. Saanukh As.
    147. Raamiil As.
    148. Zaamiil As.
    149. Qoosim As.
    150. Baayil As.
    151. Yaazil As.
    152. Kablaan As.
    153. Baatir As.
    154. Haajim As.
    155. Jaawih As.
    156. Jaamir As.
    157. Haajin As.
    158. Raasil As.
    159. Waasim As.
    160. Raadan As.
    161. Saadim As.
    162. Syu’tsan As.
    163. Jaazaan As.
    164. Shoohid As.
    165. Shohban As.
    166. Kalwan As.
    167. Shoo’id As.
    168. Ghifron As.
    169. Ghooyir As.
    170. Lahuun As.
    171. Baldakh As.
    172. Haydaan As.
    173. Lawii As.
    174. Habro’a As.
    175. Naashii As.
    176. Haafik As.
    177. Khoofikh As.
    178. Kaashikh As.
    179. Laafats As.
    180. Naayim As.
    181. Haasyim As.
    182. Hajaam As.
    183. Miyzad As.
    184. Isyamaan As.
    185. Rahiilan As.
    186. Lathif As.
    187. Barthofun As.
    188. A’ban As.
    189. Awroidh As.
    190. Muhmuthshir As.
    191. Aaniin As.
    192. Namakh As.
    193. Hunudwal As.
    194. Mibshol As.
    195. Mudh’ataam As.
    196. Thomil As.
    197. Thoobikh As.
    198. Muhmam As.
    199. Hajrom As.
    200. Adawan As.
    201. Munbidz As.
    202. Baarun As.
    203. Raawan As.
    204. Mu’biin As.
    205. Muzaahiim As.
    206. Yaniidz As.
    207. Lamii As.
    208. Firdaan As.
    209. Jaabir As.
    210. Saalum As.
    211. Asyh As.
    212. Harooban As.
    213. Jaabuk As.
    214. Aabuj As.
    215. Miynats As.
    216. Qoonukh As.
    217. Dirbaan As.
    218. Shokhim As.
    219. Haaridh As.
    220. Haarodh As.
    221. Harqiil As.
    222. Nu’man As.
    223. Azmiil As.
    224. Murohhim As.
    225. Midaas As.
    226. Yanuuh As.
    227. Yunus As.
    228. Saasaan As.
    229. Furyum As.
    230. Farbusy As.
    231. Shohib As.
    232. Ruknu As.
    233. Aamir As.
    234. Sahnaq As.
    235. Zakhun As.
    236. Hiin'yam As.
    237. Iyaab As.
    238. Shibah As.
    239. Arofun As.
    240. Mikhlad As.
    241. Marhum As.
    242. Shonid As.
    243. Gholib As.
    244. Abdullah As.
    245. Adruzin As.
    246. Idasaan As.
    247. Zahron As.
    248. Bayi’ As.
    249. Nudzoyr As.
    250. Hawziban As.
    251. Kaayiwuasyim As.
    252. Fatwan As.
    253. Aabun As.
    254. Rabakh As.
    255. Shoobih As.
    256. Musalun As.
    257. Hijaan As.
    258. Rawbal As.
    259. Rabuun As.
    260. Mu’iilan As.
    261. Saabi’an As.
    262. Arjiil As.
    263. Bayaghiin As.
    264. Mutadhih As.
    265. Rahiin As.
    266. Mihros As.
    267. Saahin As.
    268. Hirfaan As.
    269. Mahmuun As.
    270. Hawdhoon As.
    271. Alba’uts As.
    272. Wa’id As.
    273. Rahbul As.
    274. Biyghon As.
    275. Batiihun As.
    276. Hathobaan As.
    277. Aamil As.
    278. Zahirom As.
    279. Iysaa As.
    280. Shobiyh As.
    281. Yathbu’ As.
    282. Jaarih As.
    283. Shohiyb As.
    284. Shihats As.
    285. Kalamaan As.
    286. Bawumii As.
    287. Syumyawun As.
    288. Arodhun As.
    289. Hawkhor As.
    290. Yaliyq As.
    291. Bari’ As.
    292. Aa’iil As.
    293. Kan’aan As.
    294. Hifdun As.
    295. Hismaan As.
    296. Yasma’ As.
    297. Arifur As.
    298. Aromin As.
    299. Fadh’an As.
    300. Fadhhan As.
    301. Shoqhoon As.
    302. Syam’un As.
    303. Rishosh As.
    304. Aqlibuun As.
    305. Saakhim As.
    306. Khoo’iil As.
    307. Ikhyaal As.
    308. Hiyaaj As.
    309. Zakariya As.
    310. Yahya As.
    311. Jurhas As.
    312. Isa As.
    313. Muhammad Saw.

    صَلَوَاتُ اللهِ وَ سَلاَمُهُ عَلَيْهِمْ اَ جْمَعِيْنَ… شيء لله لهم الفاتحة
    اَللّٰـهُمَّ إِ نِّـى أَ سْـأَ لُكَ وَ أَ تَـوَجَّـهُ إِ لَـيْكَ بِحَبِـيْـبِكَ اْلـمُصْطَفَ عِـنْدَ كَ يَا حَبِـيْـبَنَا يَا مُحَـمَّدُ إِ نَّا نَتَوَسَّلُ بِكَ إِ لَى رَ بِكَ فَا شْـفَعْ لَنَا عِنْدَ اْلـمَوْ لَى اْلعَظِيْم يَا نِعْمَ الرَّسُـوْلُ الـطَّا هِرُ اَللّٰـهُمَّ شَفِـعْـهُ فِـيْنَا بِـجَا هِـهِ عِنْدَ كَ. الفاتحة.....
    اَللّٰـهُمَّ إِ نِّـى أَ سْـأَ لُكَ وَ أَ تَوَجَّـهُ إِ لَـيْكَ جَمِـيْعِ اْلأَ نْـبِيَآءِ الْمُطَهَّـرِيْنَ وَا الرَّسُوْلِ الْمُرْسَلِيْنَ وَجَمِيْعِ الْمَلاَئِكَةِ الْمُقَرَّبِيْنَ وَجَمِـيْعِ أَوْلِـيَآ ئِكَ فِى مَشَارِقِ اْلأَرْضِ وَمَغَا رِ بِهَا فِى بَـرِّهَا وَبَحْرِهَا مِنْ أَوْلِـيَآ ءِ اْلأَ بْدَا لِ وَاْلأَ وْ تَا دِ وَ اْلأَ قطار خُصُوْصًا بِكَرَا مَـةِ وَبَـرَكَةِ سَـيِّدِ نَا مُحَمَّدٍ صَلَى اللهُ عَلَـيْهِ وَسَلَّـم وَسَـيِّدِ نَا الْخِضِر عَلَـيْهِ السَّلاَ مْ وَ الشّيخنا خير افندى خُصُوْصًا بِجُوْدِ كَ وَ فَضْـلِكَ وَكَرَا مَتِكَ إِ خْتَـصْنِى بِـرِضَا كَ وَ مَغْـفِرَتِكَ وَكَرَا مَتِكَ فِى الدُّ نْيَا وَ اْلأَ خِرَ ةِ.الفاتحة.

    Satu hal lagi, terkait nama- Nabi dan Rasul, adalah Al-Alim al-‘Allamah asy-Syaikh Muhammad Nawawi al-Jawi al-Banteni (kelahiran Tanara, Serang, Banten tahun 1813 M dan wafat di Mekkah tahun 1897 M), dalam kitabnya yg berjudul ats-Tsamaru al-Yani’ah fi Riyadh al-Badi’ah menjelaskan:

    فمن كتب اسمائهم ووضعهم فى بيته او قراها اوحملها تعظيما لهم وتكريما لذواتهم واحتراما لنبوتهم واستمدادا من هممهم العالية واستغاثة بارواحهم المقدسة سهل عليه امورالدنيا والاخرة وفتح عليه ابواب الخيرات ونزول الرحمة والبركات ودفع عنه الشرور , وقال صلى الله عليه وسلم حياتهم ومماتهم سواء فهم متصرفون في الارض والسماء.

    “Barangsiapa yang menulis nama2 nabi dan rasul kemudian meletakkannya di rumah atau membacanya atau membawanya dengan mengagungkan mereka, memuliakan keberadaan mereka, menghormati kenabian mereka, berharap dari keinginan mereka yg tinggi dan beristighatsah dengan ruh2 mereka yg suci, maka akan dimudahkan oleh Allah Swt. segala urusan di dunia dan akhirat. Dan akan dibukakan pintu2 kebaikan dan diturunkan rahmat, keberkahan serta dihindarkan dari segala kejelekan. Rasulullah Saw. bersabda: “Hidup dan matinya mereka (para rasul) itu sama saja, tetap beraktivitas (hidup) di bumi dan di langit.”

    Itulah Nama-Nama 313 Nabi dan Rasul dari Adam As. sampai Nabi Muhammad Saw. yang perlu kita ketahui, termasuk 25 Nabi dan Rasul yg wajib kita ketahui. Semoga ini dapat menambah wawasan pengetahuan keislaman kita dan semakin menguatkan keimanan kita kepada Allah, rasul, beserta nabi-nabiNya.

    Alhasil, sesuai dgn adat kekinian, semoga kita yg posting atau share status 313 nama2  Nabi dan Rasul ini, semoga yg meletakkannya di rumah atau membacanya atau membawanya karena mengagungkan mereka, juga yg memuliakan keberadaan mereka, menghormati kenabian mereka, berharap dari keinginan yg tinggi dan beristighatsah dengan ruh2 mereka yg suci, semoga Allah memberikan keutamaan sebagaimana telah disebutkan di atas. Aamiin Yra.