Tempatnya pengetahuan dasar tentang Islam

14 February 2024

Inilah Doa Selamat Versi 01 dan 02 beserta artinya. Doa ini sangat baik diamalkan setelah shalat, di waktu ada hajatan, pada acara selamatan, ataupun di waktu-waktu doa bersama. Silahkan dipilih versi yang disukai.


Doa Selamat Versi 01

اَللهُمَّ اِنَّا نَسْئَلُكَ سَلاَمَةً فِى الدِّيْنِ وَعَافِيَةً فِى الْجَسَدِ وَزِيَادَةً فِى الْعِلْمِ وَبَرَكَةً فِى الرِّزْقِ وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ. إِنَكَ عَلٰى كُلِّ شيْءٍ قَدِيْرٌ. اَللهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِىْ سَكَرَاتِ الْمَوْتِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ وَالْعَفْوَ عِنْدَ الْحِسَابِ. بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

Allaahumma innaa nas-aluka salaamatan fiddiin wa 'aafiyatan fil-jasadi wa ziyaadatan fil-ilmi wa barokatan firrizqi, wa taubatan qoblal-mauut, wa rahmatan 'indal-mauut, wa maghfirotan ba’dal mauut. Allaahumma 'hawwin 'alainaa fii sakarootil mauut, wannajaata minan-naari, wal 'afwa 'indah hisaab.

Artinya: “Ya Allah, kami memohon kepada Engkau keselamatan pada agama, kesehatan badan, pertambahan ilmu, keberkahan rezeki, pertaubatan sebelum mati, kasih sayang ketika mati, keampunan setelah mati. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah ringankanlah kami pada sakaratul maut, selamatkanlah kami dari siksa neraka dan berilah kami kempunan pada hari penghisaban (perhitungan amal).” Dengan rahmat-Mu wahai Yang Maha Welas Kasih

Doa Selamat Versi 02


أَللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْئَلُكَ سَلاَمَةً فِى دِيْنِنَا وَعَافِيَةً فِيْ جَسَدِنَا وَزِيَادَةً فِيْ عِلْمِنَا وَبَرَكَةً فِيْ رِزْقِنا وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَاحَةً عِنْدَ الْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ. اَللهُمَّ افْتَحْ لَنا أَبْوَابَ الْخَيْرِ وَالرَّحْمَةِ وَالْبَرَكَةِ وَالنِّعْمَةِ وَالْقُوَّةِ وَالصِّحَّةِ وَالْعَافِيَةِ. أَللّٰهُمَّ عَافِنَا مِنْ كُلِّ بَلَاءِ الدُّنْيَا وَبَلَاءِ الْأٰخِرَةِ وَشَرِّ الدُّنْيَا وَشَرِّ الْأٰخِرَةِ. وَصَلَّى اللّٰهُ عَلىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍٍ وَعَلَىٰ آلِهٖ وَصَحْبِهٖ وَسَلَّمَ.

Ya Allah, sesunnguhnya kami memohon kepada Engkau keselamatan pada agama kami, kesehatan pada badan kami, pertambahan pada ilmu kami, keberkahan pada rezeki kami, pertaubatan sebelum mati, ketentraman ketika mati, keampunan setelah mati. Ya Allah bukakanlah untuk kami pintu-pintu kebaikan, kasih sayang, keberkahan, kenikmatan, kekuatan, kesehatan, dan keafiatan. Ya Allah, hindarkanlah kami dari semua bencana dunia dan bencana akhirat, juga jauhkan kami dari kejelekan dunia dan kejelekan/kejahatan akhirat. Semoga rahmat Allah selalu tercurah atas junjungan kami, Nabi Muhammad saw, keluarga beliau, serta sahabat-sahabat beliau. Dan sejahterakanlah mereka semuanya. Aamiin.

Link video di Youtube:




12 February 2024


Inilah 5 macam doa untuk kebaikan Palestina dan warganya. Doa dilengkapi teks Arab dan artinya agar lebih bisa dipahami dengan harapan kekhusyu'an serta kemudahan tuk diijabah.


Doa Kebaikan Palestina #1

أَللّٰهُمَّ مُنْزِلَ الْكِتَابْ، وَمُجْرِيَ السَّحَابْ، وهَازِمَ الْأَحْزَابْ، اِهْزِمْ اَلْيَهُوْدْ، وَانْصُرْ أَهْلَ فَلَسْطِيْن، وَثَبِّتْ أَقْدَامَهُمْ

Ya Allah, Dzat yang menurunkan kitab, yang menjalankan awan, dan yang menghancurkan golongan penentang, hancurkanlah yahudi dan tolonglah warga Palestina, serta kokohkanlah pendirian mereka.

Doa Kebaikan Palestina #2

أَللّٰهُمَّ اجْعَلْ لِأَهْلِ فَلَسْطِيْن اَلنَّصْرَةْ، وَالْعِزَّةْ، وَالْغَلَبَةْ، وَالْقُوَّةَ لَهُمْ، وَاجْعَلِ الْهَيْبَةْ، فِيْ قُلُوْبِ أَعْدَائِهِمْ

Ya Allah, berikanlah untuk warga Palestina, pertolongan, kemuliaan, kekuatan, dan kemenangan bagi mereka. Dan berikanlah rasa takut di dalam hati musuh-musuh mereka.

Doa Kebaikan Palestina #3

أَللّٰهُمَّ ارْزُقْ أَهْلَ فَلَسْطِيْن اَلثَّبَاتْ، وَالنَّصْرَ، وَالتَّمْكِيْن، وَبَارِكْْ فِيْ إِيْمَانِهمْ وَصَبْرِهِمْ

Ya Allah, anugrahkanlah kepada warga Palestina, ketetapan hati, pertolongan, dan keteguhan pendirian. Dan berkatilah keimanan serta kesabaran mereka.

Doa Kebaikan Palestina #4

أَللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْتَوْدِعُكَ بَيْتَ اْلمَقْدِسْ، وَكُلَّ أَهْلِ فَلَسْطِيْن

Ya Allah, kami titipkan Baitul maqdis hanya kepada Engkau, begitu pula seluruh warga Palestina.

Doa Kebaikan Palestina #5

أَللّٰهُمَّ حَرِّرْ اَلْمَسْجِدَ الْأَقْصَى، وَاجْبُرْ كَسْرَهُمْ، وَاشْفِ مَرْضَاهُمْ، وَتَقَبَّلْ شُهَدَائَهُمْ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Ya Allah, merdekakanlah Masjidil Aqso, tutupilah kekurangan mereka, sembuhkanlah yang menderita sakit, dan terimalah korbannya sebagai syahid, dengan rahmat Engkau yang maha kasih.

Demikianlah 5 macam doa untuk kebaikan Palestina dan warganya. Semoga bermanfaat.

Link Video KLIK DISINI

24 November 2023

Inilah pengenalan sepintas tentang  Ajaran Khawarij, Murji'ah, Qadariyah, dan Jabariyah dari segi perbedaan dan persamaan mereka dengan Ahlus Sunnah Waljama'ah. Perbedaan dan persamaan masing-masing ajaran ini semata-mata untuk kita jadikan pengetahuan dan dan kita ambil hikmahnya, bukan untuk ditonjolkan perbedaannya, karena hal ini tidak ada gunanya.
Nabi SAW juga pernah menyatakan bahwa dalam Islam ada 73 golongan keyakinan yang dijadikan ajaran mereka dalam beragama. Maka hal ini memang sudah ketentuan Allah yang harus terjadi, tidak bisa dipungkiri, akan berlangsung hingga kiamat nanti. Kita hanya disarankan untuk selalu berada di dalam faham atau ajaran Ahlus Sunnah Waljama'ah. Baiklah, mari kita kenali ajaran mereka, semoga dapat menjadi pengetahuan bermanfaat untuk dunia akhirat kita. Amin
ll


MENGENAL AJARAN KHAWARIJ, MURJIAH, QADARIYAH DAN JABARIYAH DALAM MASALAH TAUHID

Ajaran Khawarij, Murjiah, Qadariyah, dan Jabariyah adalah 4 kelompok pemikiran dalam Islam yang memiliki perbedaan dan persamaan dalam pandangan mereka terhadap masalah tauhid atau tentang keesaan Allah. Perbedaan dan persamaan tersebut ditinjau dari keselarasan dengan faham atau pemikiran ajaran Ahlus Sunnah Waljama’ah. Adapun gambaran umum tentang perbedaan dan persamaan di antara mereka adalah sebagai berikut:

1. Khawarij

Perbedaan Khawarij yang sangat tampak adalah merupakan kelompok yang cenderung sangat keras dalam menilai dosa dan keadilan. Mereka memandang bahwa seseorang yang melakukan dosa besar secara otomatis keluar dari agama Islam (takfir; mengkafirkan pendosa besar) dan pelakunya boleh diberi hukuman mati.

Persamaan Khawarij adalah mereka sama-sama memperhatikan konsep keadilan dan menekankan pemimpin yang adil karena keadilan dipandang sebagai syarat bagi keberhasilan pemerintahan Islam.

2. Murjiah

Perbedaan Murjiah adalah berpandangan yang lebih toleran terhadap dosa besar. Mereka meyakini bahwa keimanan dan keislaman seseorang tidak bisa rusak oleh dosa besar, karena pahala dan dosa dari Allah, dan keputusan tentang masalah akhirat ada di tangan Allah. Murjiah berpandangan bahwa kemaksiatan tidak mempengaruhi iman dan tak mempunyai kaitan dengan pembalasan karena bagi mereka, pahala dan dosa mutlak ketetuan Allah. Kalau pendapat ini dibenarkan, maka ancaman Tuhan tidak akan ada artinya. Hal yang demikian mustahil bagi Tuhan.

Persamaan Murjiah mirip dengan Khawarij, Murjiah juga mengutamakan keadilan dalam masyarakat Islam, tetapi Murji'ah cenderung lebih fleksibel dalam menilai keimanan seseorang.

3. Qadariyah

Perbedaan Qadariyah adalah karena mereka meyakini bahwa manusia memiliki kehendak bebas dan dapat membuat pilihan bebas. Mereka menolak takdir secara mutlak dan meyakini bahwa manusia memiliki tanggung jawab penuh atas perbuatan mereka, termasuk dalam hal ketauhidan mereka. Qadariyah berpandangan bahwa setiap perbuatan dari awal kehendak hingga akibatnya murni berasal dari manusia. Akibatnya, mereka melupakan 'campur tangan' Allah dalam setiap aspek perjalanan hidup manusia.

Persamaan Qadariyah adalah karena mereka tetap meyakini keesaan Allah dan yakin bahwa keputusan akhir tetap ada di tangan Allah.

4. Jabariyah

Perbedaan Jabariyah adalah bertolak belakang dengan Qadariyah. Jabariyah meyakini takdir itu mutlak di tangan Allah dan menolak kehendak yang datang dari manusia. Mereka meyakini bahwa segala sesuatu yang terjadi adalah bagian dari takdir Allah dan manusia tidak memiliki kehendak apapun melainkan kehendak Allah. Akibatnya, mereka tidak mensyukuri nikmat akal dan kemampuan memilih hal baik atau buruk yang dianugerahkan kepada manusia.

Persamaan Jabariyah adalah seperti Qadariyah. Jabariyah juga meyakini tentang keesaan Allah yakin dan bahwa keputusan akhir berada di tangan-Nya.

Demikian tulisan tentang Mengenal Ajaran Khawarij, Murji'ah, Qadariyah, dan Jabariyah, mudah-mudahan menjadi pengetahuan yang membawa manfaat bagi kita, dunia akhirat. Amin YRA.

13 November 2023

Inilah doa shalat tahajjud untuk dibaca setelah melaksanakan shalat tahajjud. Doa berupa teks Arab, disertai bacaannya dan artinya. Juga disertai audio visual (ink video ada di akhir tulisan) yg bisa ditonton di channel Taman Baca Virtual. Baiklah, selamat membaca dan menghayati maknanya.


اَللّٰهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ مَلِكُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ حَقٌّ وَلِقَاءُكَ حَقٌّ وَقَوْلُكَ حَقٌّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ .اَللّٰهُمَّ لَكَ اَسْلَمْتُ وَبِكَ اٰمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ فَاغْفِرْلِيْ مَاقَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ، أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَ أَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لاَإِلٰهَ اِلاَّ أَنْتَ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ

Bacaannya:

Alloohumma lakal hamdu anta qoyyimus samaawaati wal ardhi waman fiihinna, walakal hamdu anta malikus samaawaati wal ardhi waman fiihinna, walakal hamdu anta nuurus samaawaati wal ardhi waman fiihinna, walakal hamdu antal haqqu, wawa'dukal haqqu, waliqaa'uka haqqun, waqauluka haqqun, waljannatu haqqun, wannaaru haqqun, wannabiyyuuna haqqun, waMuhammadun shollalloohu 'alaihi wasallama haqqun, wassaa'atu haqqun. Alloohumma laka aslamtu, wabika aamantu, wa'alayka tawakkaltu, wailayka anabtu, wabika khooshomtu, wailaika haakamtu, faghfirlii maa qoddamtu, wamaa akhkhortu, wamaa asrartu, wamaa a'lantu, wamaa anta a'lamu bihii minnii, antal muqoddimu wa antal mu'akhkhiru laa ilaaha anta, walaa haula walaa quwwata illaa billaah."

Artinya:

"Ya Allah bagi Engkaulah segala puji, Engkaulah yang mengurus langit dan bumi serta apa yang ada pada keduanya. Bagi-Engkau segala puji, Engkau Penguasa langit dan bumi serta apa yang ada pada keduanya. Bagi-Engkau segala puji, Engkau cahaya langit dan bumi serta apa yang ada pada keduanya. Dan bagi-Engkau segala puji, Engkau Maha benar, janji-Engkau adalah benar, pertemuan dengan-Engkau adalah benar, firman-Engkau adalah benar, surga adalah benar, neraka adalah benar, para nabi adalah benar dan Nabi Muhammad SAW adalah benar serta hari kiamat adalah benar." Ya Allah hanya kepada-Engkau aku berserah diri, kepada-Engkau pula aku beriman, kepada-Engkau aku bertawakal, kepada-Engkau aku bertaubat, kepada-Engkau aku mengadu, dan kepada-Engkau aku meminta keputusan, maka ampunilah dosa-dosaku yang telah lalu dan yang kemudian, serta apa yang kusembunyikan dan yang kulakukan dengan terang-terangan, dan apa yang lebih Engkau ketahui dariku, Engkau yang mendahulukan dan yang mengakhirkan, tiada Tuhan selain Engkau, dan tiada daya dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah."

Itulah doa shalat tahajjud untuk dibaca sesudah melaksanakan sholat tahajjud. Semoga dengan memahami arti atau terjemahannya, kita semakin khusyu' dalam berdoa dan dapat mempercepat terkabulnya doa kita. Amin ya Robbal 'Alamin.

*Keterangan:
-.Niat shalat tahajjud ada di tulisan sebelumnya. Bisa di klik disini ya.
- Tata cara pelaksanaan shalat tahajjud sama dengan shalat rawatib, hanya waktu pelaksanaannya harus setelah shalat 'isya setelah tidur, pada sepertiga malam terakhir.

Video terkait:


04 November 2023

Berikut ini ada sejumlah doa penting untuk dibaca setelah shalat. Doa-doa disini berupa teks Arab dan artinya yg disediakan untuk lebih meningkatkan kekhusyukan di dalam berdoa dan lebih memungkinkan cepat dikabul oleh Allah Swt. Baiklah, inilah doa-doa penting setelah shalat fardhu: 


DOA-DOA PENTING SETELAH SHALAT FARDHU

Doa Nabi Adam as.

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تغْفِرْلَنَا وتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ.

Wahai Tuhan kami, kami telah menzalimi kami. Dan jika Engkau tidak mengampuni dan merahmati kami maka kami betul-betul akan merugi.

Doa Kebaikan Dua Orang Tua

رَبَّنَا اغْفِرْلَنَا وَلِوَالِدَيْنَا وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانَا صَغِيْرًا.

Wahai Tuhan kami, ampunilah kami dan kedua orang tua kami dan sayangilah mereka sebagaimana mereka mendidik kami waktu kecil.

Doa Mohon Ampun untuk Leluhur

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيْمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِلَّذِيْنَ آمَنُوْا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوْفٌ رَّحِيْمٌ.

Wahai Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah mendahului kami dengan membawa iman, dan janganlah Engkau membiarkan hati kami ada kedengkian terhadap orang-orang beriman. Wahai Tuhan kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.

Doa Mohon Tetapnya Hidayah

رَبَّنَا لَاتُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَكَ أَنْتَ اْلوَهَّابُ.

Wahai Tuhan kami, janganlah Kau palingkan hati kami setelah Kau beri hidayah, dan berilah kami rahmat dari sisiMu. Sesungguhnya Engkau Maha Pemberi (hidayah).

Doa Mohon Istri Anak Sholeh/ah

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ إِمَامًا.

Ya Tuhan kami, berilah kami istri dan anak yang menjadi penyejuk hati, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.

Doa Sapu Jagat (Do'a Kebaikan Dunia Akhirat)

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

Wahai Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta jagakankanlah kami dari siksa neraka.

Doa berupa audio visual dapat dilihat disini:

13 September 2023

Inilah tulisan tentang Riwayat Nabi Muhammad, Rasulullah SAW yang tercatat dalam sejarah 'Sirah Nabawiyah'. Artikel ini merupakan ringkasan sekilas tentang perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW yang tercatat dalam sejumlah riwayat Sahabat. Hal ini termasuk bahasan penting dalam Islam karena dapat menambah keimanan dan kecintaan terhadap nabi agung, suri tauladan seluruh umat Islam.

Diharapkan, tulisan ini bisa menambah wawasan pengetahuan kita terhadap Islam, khususnya mengenai kepribadian nabi pembawa ajaran Islam di muka bumi ini, yakni Nabi Muhammad SAW. Baiklah mari kita pelajari bersama. 




RINGKASAN RIWAYAT HIDUP RASULULLAH SAW.

USIA 5 TAHUN

📜 Peristiwa pembelahan dada Rasulullah Shalallahu'Alaihi Wa Sallam yang dilakukan oleh dua malaikat.

"Suatu hari ketika Rasulullah SAW bermain-main bersama beberapa orang anak, beliau didatangi oleh malaikat Jibril. Tiba-tiba malaikat Jibril merengkuh Rasulullah SAW dan membaringkan tubuhnya. Setelah itu, Jibril membelah dada Rasulullah SAW dan mengeluarkan hatinya. Kemudian, malaikat Jibril mengeluarkan segumpal darah dari dalam hati Rasulullah dengan berkata, "Ini adalah tempat setan pada dirimu." (Diriwsyatkan oleh Anas bin Malik ra)

Pada saat itu, anak-anak lain (ketika bermain bersama Rasulullah SAW) pergi menemui ibu mereka dengan berseru, " Muhammad dibunuh!". Setelah itu mereka pun mendatangi Muhammad yang ternyata masih hidup dengan wajah yang pucat pasi." (Diriwsyatkan oleh Imam Muslim)

USIA 6 TAHUN

📜 Ibu nabi, Aminah binti Wahab ditimpa sakit ketika dalam perjalanan hendak berziarah ke kuburan ayah nabi, Abdullah bin Abdul Muththalib dan meninggal dunia di Al-Abwa, sebuah kampung yang terletak di antara Makkah dan Madinah, baginda diasuh oleh Ummu Aiman (hamba sahaya perempuan bapak Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam) dan dibiayai oleh datuknya Abdul Muththalib.

USIA 8 TAHUN

📜 Kakeknya, Abdul Muththalib pula meninggal dunia. Baginda dipelihara pula oleh saudara bapaknya, Abu Thalib.

USIA 9 TAHUN

📜 Bersama pamannya, Abu Thalib bermusafir ke Syam atas urusan perniagaan. (Sebagian riwayat mengatakan perjalanan Nabi ke Syam pada usia 12 tahun).

📜 Di kota Busra, negri Syam, seorang pendeta Nasrani bernama Bahira (Buhaira) telah menemui ketua-ketua rombongan untuk mengkhabarkan tentang akan adanya pengutusan seorang nabi di kalangan bangsa Arab yang akan lahir pada masa itu.

“Abu Thalib pergi ke Syam bersama Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam pergi dengannya bersama dengan pembesar-pembesar kaum Quraisy. Ketika mereka menjumpai seorang rahib, mereka singgah dan berhenti dari perjalanan mereka. Lalu seorang Rahib keluar menemui mereka.

“Lalu mereka meletakkan perbekalan mereka, kemudian Rahib itu membuka jalan hingga mereka sampai di hadapannya. Lalu ia memegang tangan Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam sambil berkata: “Anak ini akan menjadi penghulu semesta alam, anak ini akan menjadi Rasul dari Rabbul ‘Alamin yang akan di utus oleh Allah sebagai rahmat bagi seluruh alam”.

Maka pembesar Quraisy bertanya: “Dari mana Anda tahu hal itu?”. Rahib menjawab: “Sebenarnya semenjak kalian tiba di ‘Aqabah, tidak ada bebatuan dan pepohonan melainkan mereka sujud, dan mereka tidak sujud melainkan kepada seorang Nabi. Selain itu, aku juga dapat mengetahui dari cap kenabian yang berada di bagian bawah tulang rawan bahunya mirip seperti buah apel.

Kemudian Rahib itu kembali ke dalam dan menyiapkan makanan. Ketika Rahib mendatangi rombongan, Nabi sedang berada diantara unta-unta. Rahib itu berkata: “Tolong utuslah beberapa orang untuk menjemputnya dari sana”. Kemudian Nabi datang dengan dinaungi sekumpulan awan di atas beliau. Ketika Rahib mendekati rombongan tersebut, ia temukan mereka tengah berebutan mencari naungan dari bayang-bayang pohon. Anehnya, ketika Nabi SAW duduk justru bayang-bayang pohon itu menaungi beliau. Spontan si Rahib mengatakan: 'Cobalah kalian perhatikan, bayang-bayang pohon justru menaunginya!’. (Diriwayatkan oleh Abu Musa)

USUA 10 TAHUN

📜 Malaikat utusan Allah membedah dada beliau untuk kedua kalinya.

"Atap rumahku terbuka –saat aku di Makkah- Jibril as. lalu turun dan membuka dadaku. Kemudian ia membersihkan dadaku dengan air zamzam. Lalu, ia membawa baskom emas yang penuh hikmah dan iman. Setelah itu, ia meraih tanganku dan mengajakku naik ke langit yang bawah,” (Diriwayatkan oleh Imam Al Bukhari).

USIA 20 TAHUN

📜 Nabi terlibat dalam peperangan Fijar. Ibnu Hisyam di dalam kitab 'Sirah', jilid1, halaman 184-187 menyatakan pada ketika itu usia Muhammad SAW ialah 14 atau 15 tahun. Baginda menyertai peperangan itu beberapa hari dan berperanan mengumpulkan anak-anak panah sahaja.

📜 Nabi menyaksikan 'Perjanjian Al-Fudhul', yakni perjanjian damai untuk memberi pertolongan kepada orang yang didzalimi di Makkah.

USIA 25 TAHUN

📜 Beliau bermusafir kedua ke negeri Syam untuk berdagang barang milik Khadijah binti Khuwailid Al-Asadiyah..

📜 Baginda SAW meakukan perjalanan ke Syam ditemani oleh Maisarah, suruhan Khadijah.

📜 Baginda SAW bersama-sama Abu Thalib dan beberapa orang saudara bapak nabi pergi berjumpa Amru bin Asad (saudara bapak Khadijah) untuk meminang Khadijah yang berusia 40 tahun ketika itu.

📜 Nabi SAW menikah dengan Siti Khadijah. Mas kawin baginda Nabi kepada Khadijah adalah sebanyak 500 dirham.

USIA 35 TAHUN

📜 Perehaban ulang Ka'bah, dilakukan oleh pembesar-pembesar dan penduduk Makkah. Akibat anjir besar melanda Makkah dan meruntuhkan dinding Ka'bah.

📜 Nabi SAW diberi kemuliaan untuk meletakkan 'Hajarul-Aswad' ke tempat asal dan sekaligus meredakan pertelingkahan berhubung perletakan batu tersebut.

USIA 40 TAHUN

📜 Menerima wahyu di gua Hira' sebagai pelantikan menjadi Nabi dan Rasul akhir zaman.

USIA 53 TAHUN

📜 Berhijrah ke Madinah Al-Munawwarah dengan ditemani oleh Sayyidina Abu Bakar As-Shiddiq dan sahabat lainnya.

📜 Mereka sampai di Madinah pada tanggal 12 Rabiul Awal / 24 September 622M.

USIA 63 TAHUN

📜 Rasulullah SAW wafat di Madinah Al-Munawwarah pada hari Senin, 12 Rabiul Awal tahun 11 Hijriyah / 8 Juni 632 Masehi.

"Ketika Rasulullah sedang sakit parah, beliau datang ke masjid dengan wajah yang penuh keringat. Kami melihat beliau berkumpul di masjid, lalu beliau tersenyum. Hal itu membuat kami merasa senang. Kemudian, beliau mengangkat tangannya ke langit dan berkata, 'Ya Allah, di sisi-Mu aku berpegang teguh.' Setelah itu, beliau pulang ke rumahnya dan menghembuskan napas terakhirnya di pangkuanku." (Diwayatkan oleh Abu Dawud)

----

12 September 2023

Inilah tulisan tentang ciri-ciri fisik Nabi Muhammad, Rasulullah SAW menurut Sahabat. Artikel ini merupakan deskripsi sekilas tentang penampilan fisik Nabi Muhammad SAW yang tercatat dalam sejumlah riwayat hadits. Hal ini termasuk bahasan penting dalam Islam karena dapat menambah keimanan dan kecintaan terhadap nabi junjungan umat Islam.

Diharapkan, artikel ini bisa menambah wawasan pengetahuan kita terhadap Islam, khususnya mengenai sosok pembawa ajaran Islam di muka bumi ini, yakni Nabi Muhammad SAW. Baiklah mari kita pelajari bersama dari berbagai sumber informasi hadits beeikut ini.


Ciri-Ciri Fisik Nabi Muhammad SAW Menurut Sahabat

1. Rambut lurus, sedikit bergelombang
2. Wajah cenderung agak bulat, cerah seumpama purnama
3. Bola mata hitam, sejuk dipandang
4. Alis lengkung dan tebal, serasi dengan panjang bulu mata
5. Hidung mancung, tampak agak melengkung karena cahayanya.
6. Bibir tipis, aroma mulut harum
7. Gigi depan tidak terlalu rapat, apabila berbicara tampak bercahaya
8. Bahu kokoh seakan dibuat dari perak
9. Tangan lebar, jemari lentik
10. Dada kekar, terdapat bulu halus hingga pusar
11. Kulit cerah, tidak putih sekali namun tidak hitam
12. Badan tegap, tidak terlalu tinggi tapi tidak pendek
13. Kaki padat dan kuat, jemari kaki memanjang

Pernyataan Sejumlah Sahabat Nabi

"Sudah jelas aku melihat Rasulallah mencat rambutnya dengan henna dan itulah sebabnya akupun mencat rambutku dengan henna." (HR. Bukhari, Juz I No.167)

"Rasulullah memiliki jari-jemari tangan dan kaki yang tebal tapi lentik memanjang." (HR. Ahmad, dari Ali bin Abi Thalib )

"Suatu ketika Rasulullah SAW. dihadapkan sebuah wadah berisikan air, kemudian beliau meminumnya dan meludah di dalam wadah tersebut. Wadah itu kemudian dituangkan ke dalam suatu sumur, dan tiba-tiba sumur tersebut merebak akan aroma harumnya. (HR. Ahmad Musnad No.18084, dari Wail bin Hajr ra)

"Gigi depan Rasulullah saw, agak renggang, tidak terlalu rapat dan jika beliau berbicara tampak putih berkilau." (Diriwaayatkan oleh Ibnu Abbas dari Said al Jahiri).

“Gigi depan Rasulullah SAW. tampak renggang. Ketika berbicara, diantara gigi depan beliau itu seperti keluar cahaya” (H.R. Tirmizi).

"Rasulullah SAW. memiliki bibir yang tipis dan ada sela di gigi serinya. (Hind bin Abi Halah dari Ibn Sa’ad)

"Rasulullah saw tidak tinggi tapi tidak pendek. Telapak tangan dan kaki beliau padat berisi. Beliau memiliki kepala yang agak besar dan kuat. Beliau memiliki bulu-bulu halus di dada sampai pusar. Jika beliau berjalan, langkahnya seakan-akan seperti turun meloncat. Saya belum pernah melihat orang seperti beliau di antara sahabat ataupun orang-orang yang datang sesudah wafatnya beliau. (Riwayat dari Ali bin Abi Thalib).

"Aku melihat sang Nabi dan Al-Hasan bin Ali tampak mirip beliau. "Aku berkata pada Abu Juhaifa, "Coba gambarkan tentang perawakan nabi kepadaku." Dia berkata, "Beliau berkulit putih dan jenggotnya hitam dengan uban putih. Beliau pernah berjanji memberi kami 13 ekor unta betina, tapi beliau wafat terlebih dahulu sebelum kami menerimanya." (HR. Bukhari Juz 4 No.744, dari Abu Juhaifa dari Ismail bin Abi Khalid)

"Rasulullah saw. bertubuh sedang, warna kulit cerah, tidak putih sekali namun tidak hitam. Rambut beliau termasuk lurus tapi agak ikal. Allah Ta’ala mengangkat beliau sebagai Nabi ketika berusia 40 tahun. Sesudah itu beliau sempat tinggal di Mekah selama 13 tahun. Lalu beliau di Madinah selama sepuluh tahun. Allah memanggil beliau ke hadirat-Nya pada umur 63 tiga tahun. Saat itu baru sedikit saja uban yang tumbuh di rambut dan janggut beliau." (Diriwayatkan oleh Anas bin Malik).

"Rambut Rasulullah lurus dan sedikit berombak. Beliau tidak berperawakan gemuk dan tidak pula tampak terlalu berat, beliau berperawakan baik dan tegak. Warna kulit beliau cerah, bola mata beliau hitam pekat dengan bulu mata yang panjang. Sendi-sendi tulang beliau kuat dan dada beliau cukup kekar, demikian pula tangan dan kaki beliau. Badan beliau tidak berbulu tebal, tetapi hanya bulu-bulu tipis dari dada ke bawah sampai di pusar. Jika beliau sedang berhadapan dengan seseorang, maka beliau akan mengarahkan wajah beliau ke orang tersebut dengan penuh perhatian. Di antara tulang belikat beliau ada tanda kenabian. Beliau adalah orang yang paling baik hati, paling jujur, paling dirindukan dan sebaik-baik keturunan. Siapa saja mendekati beliau akan langsung merasa hormat dan segan. Dan siapa yang bergaul dengan beliau akan langsung menghargai dan mencintai. Saya belum pernah melihat orang lain seperti beliau. (Diriwayatkan oleh Ali bin Abi Thalib).

"Rasulullah SAW memiliki pribadi mulia dan diakui sangat istimewa dalam pandangan orang yang pernah melihatnya. Wajah beliau bercahaya seterang bulan purnama. Beliau sedikit lebih tinggi dari rata-rata kami tetapi lebih pendek dari orang yang jangkung. Kepala beliau lebih besar dari rata-rata, dan rambut beliau agak keriting atau bergelombang. Jika dapat dikuak, maka beliau kuak, Jika tidak dapat dikuak maka beliau membiarkan saja. Saat rambut beliau agak panjang, akan mencapai telinga beliau. Kulit beliau berwarna cerah dan dahi beliau lebar. Alis mata beliau lengkung hitam dan tebal, di antara alisnya tampak urat darah halus yang berdenyut bila emosi atau bergairah. Hidung beliau mancung dengan bagian atas yang bercahaya sehingga orang yang tidak memperhatikan dengan cermat akan mengira bahwa hidung beliau bengkok. Beliau berjanggut tipis tetapi penuh, rata sampai di pipi. Mulut beliau sedang, gigi putih cemerlang dan agak renggang. Pundak bagus dan tampak gagah, seperti dibuat dari perak. Anggota tubuh beliau yang lain serba normal dan proporsional. Dada dan pinggang beliau seimbang ukurannya. Daerah di sekitar tulang belikat beliau cukup lebar, dan tampak gagah. Bagian-bagian tubuh beliau yang tidak tertutup bulu lebat satupun tampak bersih dan bercahaya. Kecuali bulu-bulu halus yang tumbuh dari dada sampai ke pusar. Lengan dan dada bagian atas beliau berbulu. Pergelangan tangan beliau cukup panjang, telapak tangan beliau agak lebar serta baik telapak tangan maupun kaki beliau padat berisi, jari-jari tangan dan kaki beliau cukup langsing. Telapak kaki beliau cukup lengkungannya dan atasnya halus serta bagus bentuknya, sehingga saat beliau mencucinya, maka air akan meluncur cepat ke bawah. Jika berjalan, beliau melangkah dengan posisi badan agak condong ke depan, tetapi beliau melangkah dengan anggun. Langkah beliau panjang dan cepat serta terlihat seperti melompat dari suatu ketinggian. Jika beliau sedang berhadapan dengan seseorang, maka beliau memandang orang itu dengan penuh perhatian. Pandangan beliau selalu ditundukkan sesuai anjuran Al Quran, beliau lebih sering melihat ke bawah daripada melihat ke atas. Beliau tidak pernah memelototi seseorang, pandangan mata beliau selalu menyejukkan. Beliau juga selalu berjalan agak di belakang, terutama saat melakukan perjalanan jauh. Dan beliau selalu lebih dulu menyapa orang yang ditemuinya di jalan." (Diriwayatkan oleh Hind bin Abi Halah ra, dari Hasan bin Ali).

Rasulullah saw memiliki mulut yang agak lebar, di mata beliau terlihat juga garis-garis merahnya. Dan tumit beliau langsing. Saya berkesempatan melihat Rasulullah saw di bawah sinar rembulan, dan saya memperhatikan pula rembulan tersebut, bagi saya beliau lebih indah dari rembulan tersebut." (Diriwayatkan Jabir bin Samurah)

“Apakah rona wajah Rasulullah saw, cemerlang seperti pedang yang mengkilap?” Ia menjawab “Tidak! tetapi lebih mirip dengan purnama yang cerah.” (Diriwayatkan oleh Abu Ishaq dari Bara’a bin Aazib).

"Rasulullah begitu rupawan, seperti dibentuk dari perak. Rambut beliau cenderung berombak. Saya belum pernah melihat orang yang lebih baik dan lebih tampan dari Rasulullah saw. Raut wajahnya secemerlang matahari. Saya tidak pernah melihat orang yang berjalan secepat beliau. Seolah-olah bumi ini digulung oleh langkah-langkah beliau ketika sedang berjalan, walaupun kami berusaha mengimbangi jalan beliau, padahal beliau tampak seperti berjalan santai saja." (Diriwayatkan oleh Abu Hurairah)

“Sekarang ini tidak ada lagi yang tinggal (masih hidup) yang pernah melihat diri Rasulullah, kecuali saya.” Maka saya (Said ra.) berkata padanya: “Gambarkanlah kepadaku.” Ia menjawab, “Rasulullah saw, itu roman mukanya sangat cerah dan perawakannya sangat baik. (Diriwayatkan oleh Said al Jahiri dari Abu Taufik).

Itulah tulisan tentang ciri-ciri fisik Nabi Muhammad, Rasulullah SAW menurut Sahabat. Mudah2an tulisan ini bermanfaat untuk menambah wawasan pengetahuan kita tentang islam dan meningkatkan kualitas iman kita, terutama kepada Nabi pembawa agama Islam, Nabi Muhammad SAW. Amin.



19 March 2023

Inilah List Mukjizat Para Nabi dan Rasul yg perlu kita ketahui sebagai penambah atau pelengkap wawasan pengetahuan kita tentang Islam, khususnya dalam segi keimanan, akidah atau keyakinan. Lengkap, ada 25 dan Rasul yg mukjizatnya senantiasa tercatat di dalam sejarah peradaban Islam. Mari kita ketahui satu persatu.


1. Mukjizat Nabi Adam as.

♦ Allah SWT menciptakan beliau sebagai manusia pertama di muka bumi tanpa ayah tanpa ibu.
♦ Allah SWT meniupkan ruh pada saat penciptaan beliau.
♦ Allah SWT memerintahkan para malaikat untuk bersujud kepada beliau.
♦ Allah SWT mengajarkan kepada beliau tentang berbagai ilmu tanpa perantara guru.

2. Mukjizat Nabi Idris as.

♦ Allah SWT memberikan kepada beliau kekuatan luar biasa sehingga diberi gelar Asadul Usud (singa segala singa).
♦ Pandai membaca, menulis, berhitung, menguasai berbagai ilmu pengetahuan.
♦ Tangkas berkuda, pintar menjahit, dan ahli membuat pakaian.
♦ Bisa melihat alam ghaib.

3. Mukjizat Nabi Nuh

♦ Rasul pertama yang bertugas menyampaikan risalah kepada manusia.
♦ Termasuk Nabi Ulul Azmi (Nabi mulia)
♦ Usia beliau sangat panjang, diperkirakan mencapai 950 tahun.
♦ Bisa membuat kapal yang sangat besar sehingga umat beliau selamat dari azab berupa banjir bandang.

4. Mukjizat Nabi Hud

♦ Bisa menurunkan hujan di saat kaum ‘Ad dilanda kemarau panjang.
♦ Selamat dari azab berupa angin kencang yang membinasakan kaum 'Ad.

5. Mukjizat Nabi Shaleh as.

♦ Memunculkan unta betina dari dalam batu secara tiba-tiba.

6. Mukjizat Nabi Ibrahim as.

♦ Termasuk Nabi Ulul Azmi
♦ Tubuh beliau tidak terbakar api yg disiapkan raja Namrud.
♦ Mempunya anak keturunan bersama istri beliau (Siti Sarah) pada usia sangat tua, sekita umur 99 tahun.

7. Mukjizat Nabi Luth as.

♦ Selamat dari azab besar berupa gempa bumi dan hujan batu yang menimpa kaumnya.

8. Mukjizat Nabi Ismail as.

♦ Diberi kesabaran dan kepasrahan yang sangat tinggi sehingga rela walaupun disembelih ayah beliau (Nabi Ibrahim) karena perintah Allah
♦ Bekas kaki beliau menjadi sumur zam-zam dan memancarkan air hingga sekarang.

9. Mukjizat Nabi Ishaq as.

♦ Selalu mengikuti ayah beliau (Nabi Ibrahim) ketika berdakwah
♦ Memiliki ilmu, akhlak, dan sifat keshalehan yang tinggi
♦ Memiliki keturunan yang shaleh.

10. Mukjizat Nabi Ya'qub as.

♦ Merupakan sosok pertama yang mengawali sejarah Bani Israil
♦ Memiliki sifat dan keimanan yang istimewa.
♦ Bisa mencium aroma Nabi Yusuf dari kejjauhan.

11. Mukjizat Nabi Yusuf as

♦ Mempunyai tubuh indah dan wajah yang sangat tampan.
♦ Mampu menafsirkan mimpi.

12. Mukjizat Nabi Ayyub as.

♦ Mempunyai kekayaan berlimpah, berakhlak mulia, dan dikaruniai keturunan yang shaleh. Walaupun diuji dengan musibah dan penyakit tetapi beliau tetap sabar dalam keshalehan.
♦ Mengeluarkan air dari tanah untuk menyembuhkan penyakit beliau.

13. Mukjizat Nabi Syu’aib as.

♦ Selamat dari azab yang menimpa kaum Madyan berupa badai panas dan gempa bumi.

14. Mukjizat Nabi Musa as.

♦ Termasuk Nabi Ulul Azmi.
♦ Membelah Laut Merah dan menyeberanginya bersama pengikut beliau
♦ Mengubah tongkat menjadi ular untuk mengalahkan tukang sihir Fir’aun
♦ Dituruni kitab Taurat

15. Mukjizat Nabi Harun as.

♦ Dianugrahi kemampuan komunikasi yang sangat bagus.

16. Mukjizat Nabi Zulkifli as.


♦ Menjadi seorang raja yang adil dan bijaksana
♦ Mempunyai sifat dermawan dan sabar.

17. Mukjizat Nabi Daud as.

♦ Bisa mengalahkan raja Thalut
♦ Memiliki suara yang merdu
♦ Dituruni kitab Zabur.

18. Mukjizat Nabi Sulaiman as.

♦ Menjadi raja yang sangat kaya dan berkuasa
♦ Bisa memahami bahasa hewan
♦ Mempunyai bala tentara dari bangsa jin
♦ Bisa menaklukkan angin.

19. Mukjizat Nabi Ilyas as.

♦ Diselamatkan Allah SWT dari kekeringan panjang yang menimpa kaumnya, akibat menolak ajaran tauhid.

20. Mukjizat Nabi Ilyasa' as.

♦ Bisa menghidupkan orang mati atas izin Allah SWT. Beliau adalah anak angkat Nabi Ilyas

21. Mukjizat Nabi Yunus as.

♦ Ditelan paus dan hidup di dalam perut ikan besar tersebut selama 40 hari.

22. Mukjizat Nabi Zakariya as.

♦ Penjaga Baitul Maqdis
♦ Dikaruniai keturunan pada usianya sudah sekitar 100 tahun.

23. Mukjizat Nabi Yahya as.


♦ Sangat gemar membaca
♦ Mampu memutuskan perkara pelik dan meemukan solusi atas berbagai persoalan.

24. Mukjizat Nabi Isa as.

♦ Dilahirkan dari seorang wanita suci bernama Maryam, tanpa seorang ayah
♦ Bisa berbicara sejak bayi sehingga mampu membela ibunya yang dituduh berzinah
♦ Bisa menghidupkan orang mati dan burung dari tanah liat atas izin Allah
♦ Mengembalikan penglihatan orang buta
♦Dianugrahi kitab Injil.

25. Mukjizat Nabi Muhammad SAW

♦ Termasuk Nabi Ulul Azmi
♦ Nabi sekaligus rasul penutup dengan ajaran paling sempurna
♦ Menempuh perjalanan Isra Mi’raj ke langit selama satu malam
♦ Dianugerahi kitab Al-Qur’an sebagai pedoman hidup manusia hingga kiamat.

Catatan:

Allah SWT berfirman dalam alQuran surah alBqqarah ayat 253

تِلْكَ الرُّسُلُ فَضَّلْنَا بَعْضَهُمْ عَلٰى بَعْضٍۘ مِنْهُمْ مَّنْ كَلَّمَ اللّٰهُ وَرَفَعَ بَعْضَهُمْ دَرَجٰتٍۗ وَاٰتَيْنَا عِيْسَى ابْنَ مَرْيَمَ الْبَيِّنٰتِ وَاَيَّدْنٰهُ بِرُوْحِ الْقُدُسِۗ وَلَوْ شَاۤءَ اللّٰهُ مَا اقْتَتَلَ الَّذِيْنَ مِنْۢ بَعْدِهِمْ مِّنْۢ بَعْدِ مَا جَاۤءَتْهُمُ الْبَيِّنٰتُ وَلٰكِنِ اخْتَلَفُوْا فَمِنْهُمْ مَّنْ اٰمَنَ وَمِنْهُمْ مَّنْ كَفَرَ ۗوَلَوْ شَاۤءَ اللّٰهُ مَا اقْتَتَلُوْاۗ وَلٰكِنَّ اللّٰهَ يَفْعَلُ مَا يُرِيْدُ ࣖ
Artinya,
Rasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian mereka dari sebagian yang lain. Di antara mereka ada yang (langsung) Allah berfirman dengannya dan sebagian lagi ada yang ditinggikan-Nya beberapa derajat. Dan Kami beri Isa putra Maryam beberapa mukjizat dan Kami perkuat dia dengan Ruhul Qudus. Kalau Allah menghendaki, niscaya orang-orang setelah mereka tidak akan berbunuh-bunuhan, setelah bukti-bukti sampai kepada mereka. Tetapi mereka berselisih, maka ada di antara mereka yang beriman dan ada (pula) yang kafir. Kalau Allah menghendaki, tidaklah mereka berbunuh-bunuhan. Tetapi Allah berbuat menurut kehendak-Nya.

🔸Mukjizat Nabi Sholeh termaktub dalam al Quran Surah Al A’raf ayat 73:

وَإِلَىٰ ثَمُودَ أَخَاهُمْ صَٰلِحًا ۗ قَالَ يَٰقَوْمِ ٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُۥ ۖ قَدْ جَآءَتْكُم بَيِّنَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ ۖ هَٰذِهِۦ نَاقَةُ ٱللَّهِ لَكُمْ ءَايَةً ۖ فَذَرُوهَا تَأْكُلْ فِىٓ أَرْضِ ٱللَّهِ ۖ وَلَا تَمَسُّوهَا بِسُوٓءٍ 
فَيَأْخُذَكُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
Artinya: Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum Tsamud saudara mereka Shaleh. Ia berkata: “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang bukti yang nyata kepadamu dari Tuhanmu. Unta betina Allah ini menjadi tanda bagimu, maka biarkanlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apapun, (yang karenanya) kamu akan ditimpa siksaan yang pedih.” (Al A'raf, 73)

🔸Mukjizat Nabi Isa termaktub dalam alQuran Surah Ali Imran ayat 59

اِنَّ مَثَلَ عِيْسٰى عِنْدَ اللّٰهِ كَمَثَلِ اٰدَمَ ۗ خَلَقَهٗ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ قَالَ لَهٗ كُنْ فَيَكُوْنُ

Artinya,
Sesungguhnya perumpamaan (penciptaan) Isa bagi Allah, seperti (penciptaan) Adam. Dia menciptakannya dari tanah, kemudian Dia berkata kepadanya, "Jadilah!" Maka jadilah sesuatu itu.

Allah SWT berfirman dalam alQuran surah anNisaa' ayat 157

وَّقَوْلِهِمْ اِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيْحَ عِيْسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُوْلَ اللّٰهِۚ وَمَا قَتَلُوْهُ وَمَا صَلَبُوْهُ وَلٰكِنْ شُبِّهَ لَهُمْ ۗوَاِنَّ الَّذِيْنَ اخْتَلَفُوْا فِيْهِ لَفِيْ شَكٍّ مِّنْهُ ۗمَا لَهُمْ بِهٖ مِنْ عِلْمٍ اِلَّا اتِّبَاعَ الظَّنِّ وَمَا قَتَلُوْهُ يَقِيْنًاۢ ۙ 
Artinya,
dan (Kami hukum juga) karena ucapan mereka, "Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah," padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh adalah) orang yang diserupakan dengan Isa. Sesungguhnya mereka yang berselisih pendapat tentang (pembunuhan) Isa, selalu dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka benar-benar tidak tahu (siapa sebenarnya yang dibunuh itu), melainkan mengikuti persangkaan belaka, jadi mereka tidak yakin telah membunuhnya.


05 January 2023

Inilah pembahasan singkat tentang Status Wudhu' Jika Tersentuh Saudara Ipar Atau Ponakan Suami/Istri. Pembahasan thaharah ini sangat penting utk diketahui karena akan menentukan sah tidaknya shalat. Ya. Shalat akan sah apabila kita melakukan thaharah sehingga suci dari hadats, suci pakaian dan tempat shalat. Suci dari hadats diantaranya harus diawali dgn wudhu' yg benar beserta ketentuan di dalam syariat Islam. Oleh karena itu, mari kita pelajari Status Wudhu' Jika Tersentuh Saudara Ipar Atau Ponakan Suami/Istri.
Status Wudhu' Jika Tersentuh Saudara Ipar Atau Ponakan Suami Istri

Sudah kita ketahui dari pembahasan sebelumnya, bahwa diantara hal yang membatalkan wudhu' adalah menyentuh kulit mahram, baik sengaja ataupun tidak. Tapi terkadang masih ada pertanyaan, bagaimanakah status wudhu' kita kalau menyentuh saudara ipar atau ponakan istri/suami? Bukankah mereka termasuk mahram (dilarang untuk dinikahi)?

Pada judul sebelumnya, terkait masalah nikah, sudah dibahas juga bahwa mereka adalah mahram seperti halnya mertua dan menantu, berdasarkan firman Allah Swt, sebagaimana berikut:

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمْ اُمَّهٰتُكُمْ وَبَنٰتُكُمْ وَاَخَوٰتُكُمْ وَعَمّٰتُكُمْ وَخٰلٰتُكُمْ وَبَنٰتُ الْاَخِ وَبَنٰتُ الْاُخْتِ وَاُمَّهٰتُكُمُ الّٰتِيْٓ اَرْضَعْنَكُمْ وَاَخَوٰتُكُمْ مِّنَ الرَّضَاعَةِ وَاُمَّهٰتُ نِسَاۤىِٕكُمْ وَرَبَاۤىِٕبُكُمُ الّٰتِيْ فِيْ حُجُوْرِكُمْ مِّنْ نِّسَاۤىِٕكُمُ الّٰتِيْ دَخَلْتُمْ بِهِنَّۖ فَاِنْ لَّمْ تَكُوْنُوْا دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ ۖ وَحَلَاۤىِٕلُ اَبْنَاۤىِٕكُمُ الَّذِيْنَ مِنْ اَصْلَابِكُمْۙ وَاَنْ تَجْمَعُوْا بَيْنَ الْاُخْتَيْنِ اِلَّا مَا قَدْ سَلَفَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا۔

Diharamkan atas kamu (menikahi) ibu-ibumu, anak-anakmu yang perempuan, saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara ayahmu yang perempuan, saudara-saudara ibumu yang perempuan, anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki, anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan, ibu-ibumu yang menyusui kamu, saudara-saudara perempuanmu sesusuan, ibu-ibu istrimu (mertua), anak-anak perempuan dari istrimu (anak tiri) yang dalam pemeliharaanmu dari istri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan istrimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu (menikahinya), (dan diharamkan bagimu) istri-istri anak kandungmu (menantu), dan (diharamkan) mengumpulkan (dalam pernikahan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (QS. An-Nisa', 23)

Di samping itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لاَ يُجْمَعُ بَيْنَ المَرْأَةِ وَعَمَّتِهَا، وَلاَ بَيْنَ المَرْأَةِ وَخَالَتِهَا

“Tidak boleh menghimpun antara seorang wanita dengan bibinya (keponakan istri dengan istri), baik bibi dari ayah maupun bibi dari ibu (dalam satu ikatan pernikahan).” (HR. Al-Bukhari 5109 dan Al-Muslim 1408)

Secara tekstual, kedua referensi dalil di atas dapat dipahami bahwa mereka adalah mahram. Tapi pemahaman secara kontekstual dapat diketahui dari penjelasan ulama ahli Fiqih yang tentu memahami latar belakang serta maksud sebenarnya, apakah status mahram tersebut berkaitan dengan masalah nikah ataukah wudhu', atau keduanya?

Di dalam mazhab mayoritas bangsa Indonesia, yaki mazhab Imam Syafi'i, dijelaskan bahwa salah satu sebab mahram (wanita haram dinikahi) adalah karena mushaharah (ikatan kekeluargaan disebabkan pernikahan). Simpelnya, apabila wanita sudah menjadi mahram, otomatis jika punya wudhu lalu tersentuh kulit, tidak membatalkan wudhu'. Tapi ternyata ketentuan tersebut tidak berlaku untuk semua mahram mushaharah, sebagaimana keterangan berikut:

قوله: أو مصاهرة أي توجب التحريم على التأبيد كأم الزوجة، بخلاف ما إذا كانت توجب التحريم لا على التأبيد كأخت زوجته، فإن الوضوء ينتقض بلمسها

Mertua (ibu dari istri atau ayah dari suami) dikategorikan mahram ta'bid (abadi). Berbeda dengn saudara istri (adik atau kakak ipar) dikategorikan mahram ghairu ta'bid (tidak abadi). Maka menyentuh kulit mertua tidak membatalkan wudhu' karena termasuk mahram selamanya, tetapi tersentuh kulit saudara ipar membatalkan wudhu' karena termasuk mahram sementara. [I'anatut Thalibin, juz 1 halaman 65].

15 December 2022

Inilah Nama-Nama 313 Nabi dan Rasul dari Adam As. sampai Nabi Muhammad Saw. yang perlu kita ketahui. Termasuk di dalamnya, ada 25 Nabi dan Rasul yg wajib kita imani. Semoga ini dapat menambah wawasan pengetahuan kita tentang Islam dan semakin menguatkan iman kita kepada Allah, rasul, beserta nabiNya.

313 Nama Nabi dari Adam As. sampai Muhammad Saw.

Sebagaimana kita maklum bersama bahwa nama2 nabi dan rasul yg wajib kita ketahui ada 25. Sedangkan jumlah para nabi secara keseluruhan yaitu 124 ribu, 315 diantaranya adalah sebagai rasul.

Dimaktub di dalam kitab Jauhar Attauhid bahwa jumlah rasul ada 114-115. Kemudian di dalam riwayat Abu Umamah disebutkan bahwa Abu Dzar bertanya kepada Nabi Saw.: “Berapa jumlah persis para nabi.” Beliau menjawab:

مِائَةُ أَلْفٍ وَأَرْبَعَةٌ وَعِشْرُونَ أَلْفًا الرُّسُلُ مِنْ ذَلِكَ ثَلَاثُ مِائَةٍ وَخَمْسَةَ عَشَرَ جَمًّا غَفِيرًا

“Jumlah para nabi 124 ribu orang, 315 diantara mereka adalah rasul. Banyak sekali.” (HR. Ahmad no. 22288 dan sanadnya dinilai shahih oleh al-Albani dalam al–Misykah).

Juga jarang diketahui oleh sebagian besar orang Islam bahwa jumlah para nabi dan rasul yg masyhur yaitu berjumlah 313. Ini disebutkan di dalam hadits riwayat Abu Dzar Ra. sebagaimana di bawah ini.

والمشهور ان المرسلين ثلاثمائة وثلاثا عشر كما في حديث ابي ذر وهاهي اسماؤهم على ماروى عن انس : ادم , شيث, انوش, قيناق, مهيائيل, اختوخ, ادريس, متوشلخ, نوح, هود, عبهف, مرداريم, شارع, صالح, ارفخشذ, صفوان, حنظلة, لوط, عصان, ابراهيم, اسمعيل, اسحق, يعقوب, يوسف, شمائيل, شعيب, موسى, لوطان, يعوا, هرون, كليل, يوشع, دانيال, بونش, بليا, ارميا, يونس, الياس, سليمان, داود, اليسع, ايوب, اوس, ذانين, الهميع, ثابت, غابر, هميلان, ذوالكفل, عزير, عزقلان, عزان, الوون, زاين, عازم, هريد, شاذن, سعد, غالب, شماس, شمعون, فياض, قضا, سارم, عيناض, سايم, عوضون, بيوزر, كزول, باسل, باسان, لاخين, غلضات, رسوغ, رشعين, المون, لوغ,برسوا, الاظيم, رشاد, شريب, هيبل, ميلان, عمران, هرييب, جريت, شماع, صريخ, سفان, قبيل, ضعضع, عيصون, عيصف, صديف, برواء,حاصيم, هيان, عاصم, وجان, مصداع, عاريس, شرحبيل, خربيل, حزقيل, اشموئيل, غمصان, كببر, سباط, عباد بثلخ, ريهان, عمدان, مرقان, حنان, لوحنا, ولام, بعيول, بصاص, هبان, افليق, قازيم, نصير, اوريس, مضعس, جذيمة, شروحيل, معنائيل, مدرك, حارم, بارغ هرميل, جابد, زرقان, اصفون, برجاج, ناوى, هزرابن اشبيل, عطاف, مهيل, زنجيل, شمطان, القوم, حوبلد, صالح, سانوخ, راميل, زاميل, قاسم, باييل, بازل, كبلان, باتر, حاجم, جاوح, جامر, حاجن, راسل, واسم, رادن, سادم, شوشا, جازان, صاحد, صحبان, كلوان, صاعد,غفران, غاير, لاحون, بلدخ, هيدان, لاوى, هيراء, ناصى, حانك, حافيخ, كاشيخ, لافث, نايم, حاشم, هجام, ميزاد,اسيمان, رحيلا, لاطف, برطفون, ابان, عورائض, مهمتصر, عانين, نماخ, هندويل, مبصل, مضعتام, طميل, طابيح, مهمم حجرم, عدون, منبد, بارون, روان, معبن, مزاحم, يانيد, لامى, فردان,جابر, سالوم, عيص, هربان, جابوك, عابوج, مينات, قانوح, دربان, صاخم, حارض, حراض, حرقيا, نعمان, ازميل, مزحم, ميداس, يانوح, يونس, ساسان, فريم, فريوش, صحيب, ركن, عامر, سحنق, زاخون, حينيم, عياب, صباح, عرفون, مخلاد, مرحم, صانيد, غالب, عبدالله, ادرزين, عدسار, زهران, بايع, نظير, هورين, كايواشيم, فتوان, عابون, رباخ, صابح, مسلون, حجان, روبال, رابون, معيلا, سايعان, ارجيل, بيغين, متضح, رحين, محراس, ساخين, حرفان, مهمون, حوضان, البؤن, وعد, رخيول, بيغان, بتيحور, حوظبان, عامل, زحرام, عيس, صبيح, يطبع, جارح, صهيب, صبحان, كلمان, يوخى, سميون, عرضون, حوحر, يلبق, بارع, عائيل, كنعان, حفدون, حسمان, يسمع, عرفور, عرمين, فضحان, صفا, شمعون, رصاص, اقلبون, شاخم, خائيل, احيال, هياج, زكريا, يحيى, جرجيس, عيسى بن مريم, محمد صلى الله عليه وسلم عليهم اجمعين .

“Dan menurut pendapat yg masyhur, sesungguhnya para nabi utusan Allah itu berjumlah 313, seperti yg disebutkan dalam hadits riwayat Abu Dzar Ra. Dan inilah nama2 nabi dan rasul itu seperti yg diriwayatkan dari sahabat Anas Ra.:

1. Adam As.
2. Tsits As.
3. Anuwsy As.
4. Qiynaaq As.
5. Mahyaa’iyl As.
6. Akhnuwkh As.
7. Idris As.
8. Mutawatsilakh As.
9. Nuh As.
10. Hud As.
11. Abhaf As.
12. Murdaaziyman As.
13. Tsari’ As.
14. Sholeh As.
15. Arfakhtsyad As.
16. Shofwaan As.
17. Handholah As.
18. Luth As.
19. Ishoon As.
20. Ibrahim As.
21. Isma’il As.
22. Ishaq As.
23. Ya’qub As.
24. Yusuf As.
25. Tsama’il As.
26. Su’aib As.
27. Musa As.
28. Luthoon As.
29. Ya’wa As.
30. Harun As.
31. Kaylun As.
32. Yusya’ As.
33. Daaniyaal As.
34. Bunasy As.
35. Balyaa As.
36. Armiyaa As.
37. Yunus As.
38. Ilyas As.
39. Sulaiman As.
40. Daud As.
41. Ilyasa’ As.
42. Ayub As.
43. Aus As.
44. Dzanin As.
45. Alhami’ As.
46. Tsabits As.
47. Ghobir As.
48. Hamilan As.
49. Dzulkifli As.
50. Uzair As.
51. Azkolan As.
52. Izan As.
53. Alwun As.
54. Zayin As.
55. Aazim As.
56. Harbad As.
57. Syadzun As.
58. Sa’ad As.
59. Gholib As.
60. Syamaas As.
61. Syam’un As.
62. Fiyaadh As.
63. Qidhon As.
64. Saarom As.
65. Ghinadh As.
66. Saanim As.
67. Ardhun As.
68. Babuzir As.
69. Kazkol As.
70. Baasil As.
71. Baasan As.
72. Lakhin As.
73. Ilshots As.
74. Rasugh As.
75. Rusy’in As.
76. Alamun As.
77. Lawqhun As.
78. Barsuwa As.
79. Al-‘Adzim As.
80. Ratsaad As.
81. Syarib As.
82. Habil As.
83. Mublan As.
84. Imron As.
85. Harib As.
86. Jurits As.
87. Tsima’ As.
88. Dhorikh As.
89. Sifaan As.
90. Qubayl As.
91. Dhofdho As.
92. Ishoon As.
93. Ishof As.
94. Shodif As.
95. Barwa’ As.
96. Haashiim As.
97. Hiyaan As.
98. Aashim As.
99. Wijaan As.
100. Mishda’ As.
101. Aaris As.
102. Syarhabil As.
103. Harbiil As.
104. Hazqiil As.
105. Asymu’il As.
106. Imshon As.
107. Kabiir As.
108. Saabath As.
109. Ibaad As.
110. Basylakh As.
111. Rihaan As.
112. Imdan As.
113. Mirqoon As.
114. Hanaan As.
115. Lawhaan As.
116. Walum As.
117. Ba’yul As.
118. Bishosh As.
119. Hibaan As.
120. Afliq As.
121. Qoozim As.
122. Ludhoyr As.
123. Wariisa As.
124. Midh’as As.
125. Hudzamah As.
126. Syarwahil As.
127. Ma’n’il As.
128. Mudrik As.
129. Hariim As.
130. Baarigh As.
131. Harmiil As.
132. Jaabadz As.
133. Dzarqon As.
134. Ushfun As.
135. Barjaaj As.
136. Naawi As.
137. Hazruyiin As.
138. Isybiil As.
139. Ithoof As.
140. Mahiil As.
141. Zanjiil As.
142. Tsamithon As.
143. Alqowm As.
144. Hawbalad As.
145. Solih As.
146. Saanukh As.
147. Raamiil As.
148. Zaamiil As.
149. Qoosim As.
150. Baayil As.
151. Yaazil As.
152. Kablaan As.
153. Baatir As.
154. Haajim As.
155. Jaawih As.
156. Jaamir As.
157. Haajin As.
158. Raasil As.
159. Waasim As.
160. Raadan As.
161. Saadim As.
162. Syu’tsan As.
163. Jaazaan As.
164. Shoohid As.
165. Shohban As.
166. Kalwan As.
167. Shoo’id As.
168. Ghifron As.
169. Ghooyir As.
170. Lahuun As.
171. Baldakh As.
172. Haydaan As.
173. Lawii As.
174. Habro’a As.
175. Naashii As.
176. Haafik As.
177. Khoofikh As.
178. Kaashikh As.
179. Laafats As.
180. Naayim As.
181. Haasyim As.
182. Hajaam As.
183. Miyzad As.
184. Isyamaan As.
185. Rahiilan As.
186. Lathif As.
187. Barthofun As.
188. A’ban As.
189. Awroidh As.
190. Muhmuthshir As.
191. Aaniin As.
192. Namakh As.
193. Hunudwal As.
194. Mibshol As.
195. Mudh’ataam As.
196. Thomil As.
197. Thoobikh As.
198. Muhmam As.
199. Hajrom As.
200. Adawan As.
201. Munbidz As.
202. Baarun As.
203. Raawan As.
204. Mu’biin As.
205. Muzaahiim As.
206. Yaniidz As.
207. Lamii As.
208. Firdaan As.
209. Jaabir As.
210. Saalum As.
211. Asyh As.
212. Harooban As.
213. Jaabuk As.
214. Aabuj As.
215. Miynats As.
216. Qoonukh As.
217. Dirbaan As.
218. Shokhim As.
219. Haaridh As.
220. Haarodh As.
221. Harqiil As.
222. Nu’man As.
223. Azmiil As.
224. Murohhim As.
225. Midaas As.
226. Yanuuh As.
227. Yunus As.
228. Saasaan As.
229. Furyum As.
230. Farbusy As.
231. Shohib As.
232. Ruknu As.
233. Aamir As.
234. Sahnaq As.
235. Zakhun As.
236. Hiin'yam As.
237. Iyaab As.
238. Shibah As.
239. Arofun As.
240. Mikhlad As.
241. Marhum As.
242. Shonid As.
243. Gholib As.
244. Abdullah As.
245. Adruzin As.
246. Idasaan As.
247. Zahron As.
248. Bayi’ As.
249. Nudzoyr As.
250. Hawziban As.
251. Kaayiwuasyim As.
252. Fatwan As.
253. Aabun As.
254. Rabakh As.
255. Shoobih As.
256. Musalun As.
257. Hijaan As.
258. Rawbal As.
259. Rabuun As.
260. Mu’iilan As.
261. Saabi’an As.
262. Arjiil As.
263. Bayaghiin As.
264. Mutadhih As.
265. Rahiin As.
266. Mihros As.
267. Saahin As.
268. Hirfaan As.
269. Mahmuun As.
270. Hawdhoon As.
271. Alba’uts As.
272. Wa’id As.
273. Rahbul As.
274. Biyghon As.
275. Batiihun As.
276. Hathobaan As.
277. Aamil As.
278. Zahirom As.
279. Iysaa As.
280. Shobiyh As.
281. Yathbu’ As.
282. Jaarih As.
283. Shohiyb As.
284. Shihats As.
285. Kalamaan As.
286. Bawumii As.
287. Syumyawun As.
288. Arodhun As.
289. Hawkhor As.
290. Yaliyq As.
291. Bari’ As.
292. Aa’iil As.
293. Kan’aan As.
294. Hifdun As.
295. Hismaan As.
296. Yasma’ As.
297. Arifur As.
298. Aromin As.
299. Fadh’an As.
300. Fadhhan As.
301. Shoqhoon As.
302. Syam’un As.
303. Rishosh As.
304. Aqlibuun As.
305. Saakhim As.
306. Khoo’iil As.
307. Ikhyaal As.
308. Hiyaaj As.
309. Zakariya As.
310. Yahya As.
311. Jurhas As.
312. Isa As.
313. Muhammad Saw.

صَلَوَاتُ اللهِ وَ سَلاَمُهُ عَلَيْهِمْ اَ جْمَعِيْنَ… شيء لله لهم الفاتحة
اَللّٰـهُمَّ إِ نِّـى أَ سْـأَ لُكَ وَ أَ تَـوَجَّـهُ إِ لَـيْكَ بِحَبِـيْـبِكَ اْلـمُصْطَفَ عِـنْدَ كَ يَا حَبِـيْـبَنَا يَا مُحَـمَّدُ إِ نَّا نَتَوَسَّلُ بِكَ إِ لَى رَ بِكَ فَا شْـفَعْ لَنَا عِنْدَ اْلـمَوْ لَى اْلعَظِيْم يَا نِعْمَ الرَّسُـوْلُ الـطَّا هِرُ اَللّٰـهُمَّ شَفِـعْـهُ فِـيْنَا بِـجَا هِـهِ عِنْدَ كَ. الفاتحة.....
اَللّٰـهُمَّ إِ نِّـى أَ سْـأَ لُكَ وَ أَ تَوَجَّـهُ إِ لَـيْكَ جَمِـيْعِ اْلأَ نْـبِيَآءِ الْمُطَهَّـرِيْنَ وَا الرَّسُوْلِ الْمُرْسَلِيْنَ وَجَمِيْعِ الْمَلاَئِكَةِ الْمُقَرَّبِيْنَ وَجَمِـيْعِ أَوْلِـيَآ ئِكَ فِى مَشَارِقِ اْلأَرْضِ وَمَغَا رِ بِهَا فِى بَـرِّهَا وَبَحْرِهَا مِنْ أَوْلِـيَآ ءِ اْلأَ بْدَا لِ وَاْلأَ وْ تَا دِ وَ اْلأَ قطار خُصُوْصًا بِكَرَا مَـةِ وَبَـرَكَةِ سَـيِّدِ نَا مُحَمَّدٍ صَلَى اللهُ عَلَـيْهِ وَسَلَّـم وَسَـيِّدِ نَا الْخِضِر عَلَـيْهِ السَّلاَ مْ وَ الشّيخنا خير افندى خُصُوْصًا بِجُوْدِ كَ وَ فَضْـلِكَ وَكَرَا مَتِكَ إِ خْتَـصْنِى بِـرِضَا كَ وَ مَغْـفِرَتِكَ وَكَرَا مَتِكَ فِى الدُّ نْيَا وَ اْلأَ خِرَ ةِ.الفاتحة.

Satu hal lagi, terkait nama- Nabi dan Rasul, adalah Al-Alim al-‘Allamah asy-Syaikh Muhammad Nawawi al-Jawi al-Banteni (kelahiran Tanara, Serang, Banten tahun 1813 M dan wafat di Mekkah tahun 1897 M), dalam kitabnya yg berjudul ats-Tsamaru al-Yani’ah fi Riyadh al-Badi’ah menjelaskan:

فمن كتب اسمائهم ووضعهم فى بيته او قراها اوحملها تعظيما لهم وتكريما لذواتهم واحتراما لنبوتهم واستمدادا من هممهم العالية واستغاثة بارواحهم المقدسة سهل عليه امورالدنيا والاخرة وفتح عليه ابواب الخيرات ونزول الرحمة والبركات ودفع عنه الشرور , وقال صلى الله عليه وسلم حياتهم ومماتهم سواء فهم متصرفون في الارض والسماء.

“Barangsiapa yang menulis nama2 nabi dan rasul kemudian meletakkannya di rumah atau membacanya atau membawanya dengan mengagungkan mereka, memuliakan keberadaan mereka, menghormati kenabian mereka, berharap dari keinginan mereka yg tinggi dan beristighatsah dengan ruh2 mereka yg suci, maka akan dimudahkan oleh Allah Swt. segala urusan di dunia dan akhirat. Dan akan dibukakan pintu2 kebaikan dan diturunkan rahmat, keberkahan serta dihindarkan dari segala kejelekan. Rasulullah Saw. bersabda: “Hidup dan matinya mereka (para rasul) itu sama saja, tetap beraktivitas (hidup) di bumi dan di langit.”

Itulah Nama-Nama 313 Nabi dan Rasul dari Adam As. sampai Nabi Muhammad Saw. yang perlu kita ketahui, termasuk 25 Nabi dan Rasul yg wajib kita ketahui. Semoga ini dapat menambah wawasan pengetahuan keislaman kita dan semakin menguatkan keimanan kita kepada Allah, rasul, beserta nabi-nabiNya.

Alhasil, sesuai dgn adat kekinian, semoga kita yg posting atau share status 313 nama2  Nabi dan Rasul ini, semoga yg meletakkannya di rumah atau membacanya atau membawanya karena mengagungkan mereka, juga yg memuliakan keberadaan mereka, menghormati kenabian mereka, berharap dari keinginan yg tinggi dan beristighatsah dengan ruh2 mereka yg suci, semoga Allah memberikan keutamaan sebagaimana telah disebutkan di atas. Aamiin Yra.

07 September 2022

Inilah Hukum Mengqadha' Shalat Sunnah beserta dalilnya, diposting untuk menambah wawasan pengetahuan tentang Islam, khususnya shalat. Selamat membaca!

Hukum Meng qadha' Shalat Sunnah

Pada umumnya orang yg sudah terbiasa melaksanakan shalat sunnah tertentu, ia merasa sayang, menyesal dan bahkan merasa berdosa apabila shalat sunnah yg biasa dilakukan itu ternyata terlewatkan. Baik karena ada udzur atau ketidak sengajaan, atau sebab lain. Lebih-lebih kalau sampai melewatkan shalat fardhu. Tentu saja ia akan merasa sangat berdosa sekali meninggalkannya. Dan satu-satunya cara untuk menebus ketertinggalan shalat yaitu dengan meng qadha' nya.

Mengenai hukum meng qadha' (baca: mengqodho') shalat fardhu, jumhur ulama menyepakatinya wajib untuk dilakukan oleh orang mukallaf (orang Islam yg berakal dan baligh). Pelaksanaannya perlu disegerakan sebelum melakukan shalat sunnah. Akan tetapi mengenai hukum mengqadha' shalat sunnah, para ulama berbeda pendapat tentang kesunnahan dan tidaknya.

Pernyataan ulama' yg menghukumi sunnah untuk mengqadha' shalat sunnah adalah sebagaimana berikut:

يندب قضاء نفل مؤقة إذا فات كالعيد والرواتب والضحى لا ذي سبب ككسوف وتحية وسنة وضوء (فتح المعين)

"Disunahkan mengqadha' sholat sunnah yang mempunyai waktu apabila terlewat waktunya, seperti sholat ied, rawatib dan Dhuha. Tidak sunnah mengqadha' sholat yang mempunyai sebab seperti sholat gerhana, tahiyat masjid, sunnah wudhu'." (Fathul Mu'n)

وَينْدب قَضَاء النَّوَافِل المؤقتة دون النَّفْل الْمُطلق وَذي السَّبَب وَلَو كَانَ عَلَيْهِ فوائت لَا يعلم عَددهَا قضى مَا تحقق تَركه فَلَا يقْضِي الْمَشْكُوك فِيهِ على مَا قَالَه الْقفال وَالْمُعْتَمد مَا قَالَه القَاضِي حُسَيْن أَنه يقْضِي مَا زَاد على مَا تحقق فعله فَيَقْضِي مَا ذكر
(نووي الجاوي، نهاية الزين، صفحة ١٠)

"Dan disunnahkan mengqadha' shalat nawafil yang mempunyai waktu khusus (seperti shalat Dhuha dan rowatib) bukan sunnah mutlak ataupun shalat sunnah yg mempunyai sabab (seperti shalat gerhana). Jika bilangan shalat sunnah yang terlewatkan tidak diketahui, maka yang diqadha adalah bilangan shalat sunnah yang sudah diketahui dgn pasti. Maka, shalat yang diragukan tidak perlu diqadha'." (Nihayatuz Zain)

مسئلة: يندب قضاء النفل المؤقت كالعيد والوتر والرواتب مطلقا بل لو اعتاد شيئا من النفل المطلق فتركه في وقته المعتاد ولو لعذر سن له قضاءه لئلا تميل الدعة والرفاهية ولا يجوز قضاء ذي السبب كالكسوف والتحية (بغية المسترشدين)

"Disunahkan mengqadha' sholat sunnah yang mempunyai waktu seperti sholat ied, witir, rawatib secara mutlak. Bahkan jika seseorang terbiasa melakukan sebagian dari sholat sunnah mutlak jika ia meninggalkannya pada waktu yang sudah biasa dilaksanakan sebab udzur maka sunnah baginya mengqadha' shalat mutlak itu supaya dirinya tidak condong pada hal yang bersifat enak-enakan atau kesenangan hidup. Dan tidak boleh mengqodho' sholat yang mempunyai sebab seperti sholat gerhana dan tahiyatul masjid. (Bughyatul Mustarsyidin)
Itulah Hukum Mengqadha' Shalat Sunnah, semoga dapat menambah pengetahuan kita tentang Islam, khususnya shalat.

16 July 2022

Inilah pengetahuan tentang 3 Golongan Keyakinan Akidah di dalam Islam. 3 theologi tersebut perlu kita ketahui karena sampai saat ini, ketiga2nya masih dianut oleh orang Islam di berbagai penjuru dunia. Satu diantaranya, dianut oleh sebagian besar orang Islam Indonesia. Apa saja 3 golongan itu? Adakah hubungannya dengan iman? Bagaimana penjelasannya? Seperti apa contohnya? Mari kita pelajari bersama!

3 Golongan Keyakinan Akidah dan Penjelasannya

Ada tiga golongan keyakinan yg diyakini sebagai theologi akidah. Untuk menyikapi keyakinan tersebut alangkah lebih mudahnya jika dikaitkan dengan iman, khususnya rukun iman ke 6, tepatnya masalah takdir. Dalam prakteknya, 3 golongan theologi tersebut mempunyai ciri khas tertentu, baik dari segi kebiasaan perkataan yg sering diucapkan atau dari segi sikap dan tindakan yg biasa diperbuat. Untuk lebih jelasnya, mari kita ketahui satu persatu.

Pertama: Jabariyah

Golongan Jabariyah adalah golongan orang yang menyerahkan segala sesuatunya pada takdir Allah. Golongan berpaham Jabariyyah ini hanya peduli pada Dzul Asbab (pemberi sebab), bukan pada Sabab (penyebab). Mereka yakin hanya pada Allah, tapi tidak yakin pada Sunatullah. Kecenderungan golongan ini adalah mengesampingkan bahkan meniadakan usaha dan ikhtiar insaniyah.

Sikap golongan ini selalu menganggap bahwa segala sesuatu hanya datang dari Allah SWT., sehingga mereka tidak mau perduli dngan usaha syariat apapun utk mendapatkannya ataupun menghindarinya.

Mereka beranggapan, kalaulah mereka mendapatkan suatu nikmat, itu memang takdir dari Allah. Kalaupun nikmat itu datag disebabkan usaha seseorag, itu pun juga sudah takdir dari Allah. Mereka menafikan jerih payah seseorang, sehingga tidak ada ungkapan rasa terima kasih atas jasa orang lain yg menjadi perantara sampainya suatu nikmat kepadanya. Yang ada hanya ungkapan Alhamdulillah (Segala puji hanya milik Allah).

Mereka juga beranggapan, sekiranya mereka terkena suatu musibah, itu memang takdir dari Allah. Kalaupun meninggal dunia karenanya, itu juga sudah takdir dari Allah. Apabila mereka selamat dari musibah tersebut, itu pun juga sudah takdir dari Allah. Mereka tak peduli alat keselamatan, tak peduli alat pencegahan, dan tak peduli orang lain, mereka hanya peduli atas keyakinan mereka itu saja.

Contoh ucapannya, misalnya: “Apapun yang terjadi adalah takdir Allah. Suka dan duka adalah takdirNya." Dengan demikian mereka hanya pasrah menjalani kehidupan ini. Tidak ada upaya apapun dari mereka kecuali bersikukuh dengn keyakinan itu.

Atau mereka berkata: "Kami hanya takut kepada Allah, tidak takut musibah atau penyakit! Itu semua kehendak Allah." Sehingga mereka hanya pasrah menghadapi kemungkinan yg akan terjadi. Tidak ada upaya apapun dari mereka kecuali bersikukuh dengn keyakinan itu.

Golongan ini hanya peduli pada keyakinan mereka sendiri, tanpa memperdulikan dampak yang bisa saja berakibat kepada orang lain di luar golongan mereka.

Kedua: Qadariyah

Golongan Qadariyah adalah golongan orang yang meyakini segala sesuatu terjadi karena usahanya sendiri. Golongan berpaham Qadariyyah ini hanya peduli pada Asbab (penyebab), bukan pada Dzul Asbab (pemberi sebab). Mereka yakin hanya pada kemampuannya, tapi tidak yakin pada Allah. Golongan ini sepenuhnya yakin pada kekuatan dirinya sendiri, tanpa melibatkan kekuatan Allah Subhanahuwata'ala.

Cara berpikir kelompok theologi ini seringkali mengandalkan kemampuan diri sendiri atau orang lain yang dianggapnya kuat atau kemampuan seorang pemimpin yg mempunyai kekuasaan.

Mereka juga berkeyakinan pada kekuatan dan kecanggihan peralatan serta kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sehingga akhirnya, mereka menafikan qudrah iradah Allah Subhanahuwata'ala dalam setiap peristiwa yg terjadi.

Contoh ungkapan yg sering mereka ucapkan, misalnya: "Kami tidak takut musuh. Ayo kita lawan musuh. Kita punya tentara hebat. Peralatan kita canggih. Kita tak akan terkalah oleh musuh!" dsb.

Golongan paham ini seringkali lebih mengandalkan logika dan rasio, ketimbang keyakinan hati dan iman. Semua dinilai berdasarkan materialistis dan realistis.

Ketiga: Ahlussunnah Waljama'ah

Golongan Ahlussunnah Waljama'ah adalah golongan orang yang memiliki keyakinan theologi bahwa Allah adalah Dzul Asbab (pemberi sebab), tapi mereka juga meyakini bahwa Allah menciptakan Asbab (penyebab) sebagai upaya manusiawi. Mereka yakin sesuatu datang dari Allah dan yakin pada Sunatullah. Kecenderungan golongan ini adalah menyeimbangi takdir Allah dengan usaha dan ikhtiar insaniyah.

Sikap dan pandangan ini diyakini oleh golongan Ahlussunnah Waljama'ah mu'tadil wa mutawasith (seimbang dan berimbang). Mereka selalu berikhtiar untuk mendapatkan sesuatu namun tidak terlepas dari tawakkal (memasrahkan hasil ikhtiar kepada ketentuan Allah). Mereka juga meyakini bahwa kemampuan ikhtiyar mereka merupakan rahmat dari Allah swt.

Di saat suka, mereka tidak berbangga secara berlebihan dan tidak pula sombong. Di saat menghadapi duka/musibah, mereka tidak terlalu sedih/takut, apalagi pasrah tanpa upaya apapun. Mereka selalu berusaha sesuai kemampuan dan bertawakkal kepada Allah subhanahuwata'ala. Mereka juga berdoa, berdzikir, dan berharap ketentuan terbaik berpihak kepada mereka. Karena rahmat Allah dekat kepada hambaNya yang berbuat kebaikan.

Contoh slogannya, misalnya: disingkat DUIT (Doa, Usaha, Istiqomah, Tawakal). Dengan demikian mereka tidak hanya pasrah menjalani kehidupan ini. Tapi ada upaya yg kuat utk meraih sesuatu keinginan namun hasil akhirnya diterima dengan kepasrahan (tawakkal). Bahkan di kalangan tertentu, ada yg menerima apapun hasil akhir dari ikhtiarnya dengan sikap kerelaan (ridho).

Pandangan keyakinan mereka dalam menyikapi theologi ini selaras dgn rukun iman keenam, yakni iman terhadap takdir. Diiantara dalil landasan penganutnya adalah sikap Khalifah Umar bin Khattab dan pasukannya pada suatu ketika membatalkan rencananya memasuki kota Syam. Saat itu sedang terjadi wabah penyakit.

Sewaktu di kota Sargh, salah seorang sahabat bernama Abu Ubaidah al-Jarrah mendebatnya;

أننفر من قدر الله، يا أمير المؤمنين؟
"Akankah kita menghindar dari takdir Allah, wahai Amirul mukminin?"

Lantas Umar bin Khattab menjawab:

نعم، ننفر من قدر الله إلى قدر الله
"Benar! Kita menghindari dari satu takdir Allah kepada takdir-Nya yang lain!"

Tak berapa lama, datanglah sahabat lainnya, Abdurrahman bin Auf lalu menyampaikan hadits Rasulullah yang pernah ia dengar sebelum beliau wafat.

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: إذا سمعتم به - أي الطاعون- بأرض الوباء فلا تقدموا عليه وإذا وقع وأنتم بها فلا تخرجوا فرارا منه. [رواه البخاري]

Rasulullah bersabda: "Jika kalian mendengar adanya wabah penyakit di suatu negeri, maka janganlah kalian memasukinya dan jika kalian berada di negeri itu, maka janganlah pula kalian meninggalkannya karena menghindarinya." (HR. Bukhari).

Kemudian mengenai tawakkal, golongan Ahlussunah Waljamaah mengambil ibroh dari kisah salah seorang sahabat Nabi yang meninggalkan untanya dilepas begitu saja tanpa mengikat tali kekang ke sebuah batu saat ia memasuki masjid Nabawi untuk beribadah.

Lantas Rasulullah menegurnya, "Kenapa tidak kau ikat untamu itu?!"
Di menjawab: "Aku serahkan untaku kepada Allah, ya Rasulullah! Jika Allah menghendaki, dia tetap ada bersamaku. Tapi jika Allah menghendakinya hilang, maka dia hilang dariku."
Rasulullah menjawab sambil tersenyum.
"Bukan begitu caranya!"

Lantas Nabi mengajarkan ikhtiar dengan upaya mengikat untanya, lalu Nabi bersabda:
"Sekarang barulah engkau bertawakkal dan serahkan semuanya pada Allah!"
Begitulah ajaran Rasulullah dalam bertawakkal yang sesuai sunnah dan ajaran Islam.

Akhirnya, jika semua ikhtiar sudah dilaksanakan secara maksimal, dan tawakkal sudah disertakan, maka apapun hasilnya, baik sesuai harapan ataupun tidak, itulah yang disebut takdir. Ketahuilah bahwa takdir bukanlah tanpa ikhtiar dan bukan tanpa tawakkal. Karena ikhtiar pun adalah sunnatullah (takdir). Wallahu 'alam.

Itulah pengetahuan tentang 3 Golongan Keyakinan Akidah di dalam Islam. Semoga dapat menambah wawasan keislaman kita, bisa memperkuat iman di dada, dan memperkokoh keyakinan terhadap akidah yang benar. Amin.