Tempatnya pengetahuan dasar tentang Islam

13 September 2023

RINGKASAN RIWAYAT HIDUP RASULULLAH SAW.

Inilah tulisan tentang Riwayat Nabi Muhammad, Rasulullah SAW yang tercatat dalam sejarah 'Sirah Nabawiyah'. Artikel ini merupakan ringkasan sekilas tentang perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW yang tercatat dalam sejumlah riwayat Sahabat. Hal ini termasuk bahasan penting dalam Islam karena dapat menambah keimanan dan kecintaan terhadap nabi agung, suri tauladan seluruh umat Islam.

Diharapkan, tulisan ini bisa menambah wawasan pengetahuan kita terhadap Islam, khususnya mengenai kepribadian nabi pembawa ajaran Islam di muka bumi ini, yakni Nabi Muhammad SAW. Baiklah mari kita pelajari bersama. 




RINGKASAN RIWAYAT HIDUP RASULULLAH SAW.

USIA 5 TAHUN

📜 Peristiwa pembelahan dada Rasulullah Shalallahu'Alaihi Wa Sallam yang dilakukan oleh dua malaikat.

"Suatu hari ketika Rasulullah SAW bermain-main bersama beberapa orang anak, beliau didatangi oleh malaikat Jibril. Tiba-tiba malaikat Jibril merengkuh Rasulullah SAW dan membaringkan tubuhnya. Setelah itu, Jibril membelah dada Rasulullah SAW dan mengeluarkan hatinya. Kemudian, malaikat Jibril mengeluarkan segumpal darah dari dalam hati Rasulullah dengan berkata, "Ini adalah tempat setan pada dirimu." (Diriwsyatkan oleh Anas bin Malik ra)

Pada saat itu, anak-anak lain (ketika bermain bersama Rasulullah SAW) pergi menemui ibu mereka dengan berseru, " Muhammad dibunuh!". Setelah itu mereka pun mendatangi Muhammad yang ternyata masih hidup dengan wajah yang pucat pasi." (Diriwsyatkan oleh Imam Muslim)

USIA 6 TAHUN

📜 Ibu nabi, Aminah binti Wahab ditimpa sakit ketika dalam perjalanan hendak berziarah ke kuburan ayah nabi, Abdullah bin Abdul Muththalib dan meninggal dunia di Al-Abwa, sebuah kampung yang terletak di antara Makkah dan Madinah, baginda diasuh oleh Ummu Aiman (hamba sahaya perempuan bapak Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam) dan dibiayai oleh datuknya Abdul Muththalib.

USIA 8 TAHUN

📜 Kakeknya, Abdul Muththalib pula meninggal dunia. Baginda dipelihara pula oleh saudara bapaknya, Abu Thalib.

USIA 9 TAHUN

📜 Bersama pamannya, Abu Thalib bermusafir ke Syam atas urusan perniagaan. (Sebagian riwayat mengatakan perjalanan Nabi ke Syam pada usia 12 tahun).

📜 Di kota Busra, negri Syam, seorang pendeta Nasrani bernama Bahira (Buhaira) telah menemui ketua-ketua rombongan untuk mengkhabarkan tentang akan adanya pengutusan seorang nabi di kalangan bangsa Arab yang akan lahir pada masa itu.

“Abu Thalib pergi ke Syam bersama Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam pergi dengannya bersama dengan pembesar-pembesar kaum Quraisy. Ketika mereka menjumpai seorang rahib, mereka singgah dan berhenti dari perjalanan mereka. Lalu seorang Rahib keluar menemui mereka.

“Lalu mereka meletakkan perbekalan mereka, kemudian Rahib itu membuka jalan hingga mereka sampai di hadapannya. Lalu ia memegang tangan Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam sambil berkata: “Anak ini akan menjadi penghulu semesta alam, anak ini akan menjadi Rasul dari Rabbul ‘Alamin yang akan di utus oleh Allah sebagai rahmat bagi seluruh alam”.

Maka pembesar Quraisy bertanya: “Dari mana Anda tahu hal itu?”. Rahib menjawab: “Sebenarnya semenjak kalian tiba di ‘Aqabah, tidak ada bebatuan dan pepohonan melainkan mereka sujud, dan mereka tidak sujud melainkan kepada seorang Nabi. Selain itu, aku juga dapat mengetahui dari cap kenabian yang berada di bagian bawah tulang rawan bahunya mirip seperti buah apel.

Kemudian Rahib itu kembali ke dalam dan menyiapkan makanan. Ketika Rahib mendatangi rombongan, Nabi sedang berada diantara unta-unta. Rahib itu berkata: “Tolong utuslah beberapa orang untuk menjemputnya dari sana”. Kemudian Nabi datang dengan dinaungi sekumpulan awan di atas beliau. Ketika Rahib mendekati rombongan tersebut, ia temukan mereka tengah berebutan mencari naungan dari bayang-bayang pohon. Anehnya, ketika Nabi SAW duduk justru bayang-bayang pohon itu menaungi beliau. Spontan si Rahib mengatakan: 'Cobalah kalian perhatikan, bayang-bayang pohon justru menaunginya!’. (Diriwayatkan oleh Abu Musa)

USUA 10 TAHUN

📜 Malaikat utusan Allah membedah dada beliau untuk kedua kalinya.

"Atap rumahku terbuka –saat aku di Makkah- Jibril as. lalu turun dan membuka dadaku. Kemudian ia membersihkan dadaku dengan air zamzam. Lalu, ia membawa baskom emas yang penuh hikmah dan iman. Setelah itu, ia meraih tanganku dan mengajakku naik ke langit yang bawah,” (Diriwayatkan oleh Imam Al Bukhari).

USIA 20 TAHUN

📜 Nabi terlibat dalam peperangan Fijar. Ibnu Hisyam di dalam kitab 'Sirah', jilid1, halaman 184-187 menyatakan pada ketika itu usia Muhammad SAW ialah 14 atau 15 tahun. Baginda menyertai peperangan itu beberapa hari dan berperanan mengumpulkan anak-anak panah sahaja.

📜 Nabi menyaksikan 'Perjanjian Al-Fudhul', yakni perjanjian damai untuk memberi pertolongan kepada orang yang didzalimi di Makkah.

USIA 25 TAHUN

📜 Beliau bermusafir kedua ke negeri Syam untuk berdagang barang milik Khadijah binti Khuwailid Al-Asadiyah..

📜 Baginda SAW meakukan perjalanan ke Syam ditemani oleh Maisarah, suruhan Khadijah.

📜 Baginda SAW bersama-sama Abu Thalib dan beberapa orang saudara bapak nabi pergi berjumpa Amru bin Asad (saudara bapak Khadijah) untuk meminang Khadijah yang berusia 40 tahun ketika itu.

📜 Nabi SAW menikah dengan Siti Khadijah. Mas kawin baginda Nabi kepada Khadijah adalah sebanyak 500 dirham.

USIA 35 TAHUN

📜 Perehaban ulang Ka'bah, dilakukan oleh pembesar-pembesar dan penduduk Makkah. Akibat anjir besar melanda Makkah dan meruntuhkan dinding Ka'bah.

📜 Nabi SAW diberi kemuliaan untuk meletakkan 'Hajarul-Aswad' ke tempat asal dan sekaligus meredakan pertelingkahan berhubung perletakan batu tersebut.

USIA 40 TAHUN

📜 Menerima wahyu di gua Hira' sebagai pelantikan menjadi Nabi dan Rasul akhir zaman.

USIA 53 TAHUN

📜 Berhijrah ke Madinah Al-Munawwarah dengan ditemani oleh Sayyidina Abu Bakar As-Shiddiq dan sahabat lainnya.

📜 Mereka sampai di Madinah pada tanggal 12 Rabiul Awal / 24 September 622M.

USIA 63 TAHUN

📜 Rasulullah SAW wafat di Madinah Al-Munawwarah pada hari Senin, 12 Rabiul Awal tahun 11 Hijriyah / 8 Juni 632 Masehi.

"Ketika Rasulullah sedang sakit parah, beliau datang ke masjid dengan wajah yang penuh keringat. Kami melihat beliau berkumpul di masjid, lalu beliau tersenyum. Hal itu membuat kami merasa senang. Kemudian, beliau mengangkat tangannya ke langit dan berkata, 'Ya Allah, di sisi-Mu aku berpegang teguh.' Setelah itu, beliau pulang ke rumahnya dan menghembuskan napas terakhirnya di pangkuanku." (Diwayatkan oleh Abu Dawud)

----

No comments: