Tempatnya pengetahuan dasar tentang Islam

07 September 2022

Hukum Meng qadha' Shalat Sunnah

Inilah Hukum Mengqadha' Shalat Sunnah beserta dalilnya, diposting untuk menambah wawasan pengetahuan tentang Islam, khususnya shalat. Selamat membaca!

Hukum Meng qadha' Shalat Sunnah

Pada umumnya orang yg sudah terbiasa melaksanakan shalat sunnah tertentu, ia merasa sayang, menyesal dan bahkan merasa berdosa apabila shalat sunnah yg biasa dilakukan itu ternyata terlewatkan. Baik karena ada udzur atau ketidak sengajaan, atau sebab lain. Lebih-lebih kalau sampai melewatkan shalat fardhu. Tentu saja ia akan merasa sangat berdosa sekali meninggalkannya. Dan satu-satunya cara untuk menebus ketertinggalan shalat yaitu dengan meng qadha' nya.

Mengenai hukum meng qadha' (baca: mengqodho') shalat fardhu, jumhur ulama menyepakatinya wajib untuk dilakukan oleh orang mukallaf (orang Islam yg berakal dan baligh). Pelaksanaannya perlu disegerakan sebelum melakukan shalat sunnah. Akan tetapi mengenai hukum mengqadha' shalat sunnah, para ulama berbeda pendapat tentang kesunnahan dan tidaknya.

Pernyataan ulama' yg menghukumi sunnah untuk mengqadha' shalat sunnah adalah sebagaimana berikut:

يندب قضاء نفل مؤقة إذا فات كالعيد والرواتب والضحى لا ذي سبب ككسوف وتحية وسنة وضوء (فتح المعين)

"Disunahkan mengqadha' sholat sunnah yang mempunyai waktu apabila terlewat waktunya, seperti sholat ied, rawatib dan Dhuha. Tidak sunnah mengqadha' sholat yang mempunyai sebab seperti sholat gerhana, tahiyat masjid, sunnah wudhu'." (Fathul Mu'n)

وَينْدب قَضَاء النَّوَافِل المؤقتة دون النَّفْل الْمُطلق وَذي السَّبَب وَلَو كَانَ عَلَيْهِ فوائت لَا يعلم عَددهَا قضى مَا تحقق تَركه فَلَا يقْضِي الْمَشْكُوك فِيهِ على مَا قَالَه الْقفال وَالْمُعْتَمد مَا قَالَه القَاضِي حُسَيْن أَنه يقْضِي مَا زَاد على مَا تحقق فعله فَيَقْضِي مَا ذكر
(نووي الجاوي، نهاية الزين، صفحة ١٠)

"Dan disunnahkan mengqadha' shalat nawafil yang mempunyai waktu khusus (seperti shalat Dhuha dan rowatib) bukan sunnah mutlak ataupun shalat sunnah yg mempunyai sabab (seperti shalat gerhana). Jika bilangan shalat sunnah yang terlewatkan tidak diketahui, maka yang diqadha adalah bilangan shalat sunnah yang sudah diketahui dgn pasti. Maka, shalat yang diragukan tidak perlu diqadha'." (Nihayatuz Zain)

مسئلة: يندب قضاء النفل المؤقت كالعيد والوتر والرواتب مطلقا بل لو اعتاد شيئا من النفل المطلق فتركه في وقته المعتاد ولو لعذر سن له قضاءه لئلا تميل الدعة والرفاهية ولا يجوز قضاء ذي السبب كالكسوف والتحية (بغية المسترشدين)

"Disunahkan mengqadha' sholat sunnah yang mempunyai waktu seperti sholat ied, witir, rawatib secara mutlak. Bahkan jika seseorang terbiasa melakukan sebagian dari sholat sunnah mutlak jika ia meninggalkannya pada waktu yang sudah biasa dilaksanakan sebab udzur maka sunnah baginya mengqadha' shalat mutlak itu supaya dirinya tidak condong pada hal yang bersifat enak-enakan atau kesenangan hidup. Dan tidak boleh mengqodho' sholat yang mempunyai sebab seperti sholat gerhana dan tahiyatul masjid. (Bughyatul Mustarsyidin)
Itulah Hukum Mengqadha' Shalat Sunnah, semoga dapat menambah pengetahuan kita tentang Islam, khususnya shalat.

No comments: