Tempatnya pengetahuan dasar tentang Islam

04 November 2023

Berikut ini ada sejumlah doa penting untuk dibaca setelah shalat. Doa-doa disini berupa teks Arab dan artinya yg disediakan untuk lebih meningkatkan kekhusyukan di dalam berdoa dan lebih memungkinkan cepat dikabul oleh Allah Swt. Baiklah, inilah doa-doa penting setelah shalat fardhu: 


DOA-DOA PENTING SETELAH SHALAT FARDHU

Doa Nabi Adam as.

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تغْفِرْلَنَا وتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ.

Wahai Tuhan kami, kami telah menzalimi kami. Dan jika Engkau tidak mengampuni dan merahmati kami maka kami betul-betul akan merugi.

Doa Kebaikan Dua Orang Tua

رَبَّنَا اغْفِرْلَنَا وَلِوَالِدَيْنَا وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانَا صَغِيْرًا.

Wahai Tuhan kami, ampunilah kami dan kedua orang tua kami dan sayangilah mereka sebagaimana mereka mendidik kami waktu kecil.

Doa Mohon Ampun untuk Leluhur

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيْمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِلَّذِيْنَ آمَنُوْا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوْفٌ رَّحِيْمٌ.

Wahai Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah mendahului kami dengan membawa iman, dan janganlah Engkau membiarkan hati kami ada kedengkian terhadap orang-orang beriman. Wahai Tuhan kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.

Doa Mohon Tetapnya Hidayah

رَبَّنَا لَاتُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَكَ أَنْتَ اْلوَهَّابُ.

Wahai Tuhan kami, janganlah Kau palingkan hati kami setelah Kau beri hidayah, dan berilah kami rahmat dari sisiMu. Sesungguhnya Engkau Maha Pemberi (hidayah).

Doa Mohon Istri Anak Sholeh/ah

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ إِمَامًا.

Ya Tuhan kami, berilah kami istri dan anak yang menjadi penyejuk hati, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.

Doa Sapu Jagat (Do'a Kebaikan Dunia Akhirat)

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

Wahai Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta jagakankanlah kami dari siksa neraka.

Doa berupa audio visual dapat dilihat disini:

13 September 2023

Inilah tulisan tentang Riwayat Nabi Muhammad, Rasulullah SAW yang tercatat dalam sejarah 'Sirah Nabawiyah'. Artikel ini merupakan ringkasan sekilas tentang perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW yang tercatat dalam sejumlah riwayat Sahabat. Hal ini termasuk bahasan penting dalam Islam karena dapat menambah keimanan dan kecintaan terhadap nabi agung, suri tauladan seluruh umat Islam.

Diharapkan, tulisan ini bisa menambah wawasan pengetahuan kita terhadap Islam, khususnya mengenai kepribadian nabi pembawa ajaran Islam di muka bumi ini, yakni Nabi Muhammad SAW. Baiklah mari kita pelajari bersama. 




RINGKASAN RIWAYAT HIDUP RASULULLAH SAW.

USIA 5 TAHUN

📜 Peristiwa pembelahan dada Rasulullah Shalallahu'Alaihi Wa Sallam yang dilakukan oleh dua malaikat.

"Suatu hari ketika Rasulullah SAW bermain-main bersama beberapa orang anak, beliau didatangi oleh malaikat Jibril. Tiba-tiba malaikat Jibril merengkuh Rasulullah SAW dan membaringkan tubuhnya. Setelah itu, Jibril membelah dada Rasulullah SAW dan mengeluarkan hatinya. Kemudian, malaikat Jibril mengeluarkan segumpal darah dari dalam hati Rasulullah dengan berkata, "Ini adalah tempat setan pada dirimu." (Diriwsyatkan oleh Anas bin Malik ra)

Pada saat itu, anak-anak lain (ketika bermain bersama Rasulullah SAW) pergi menemui ibu mereka dengan berseru, " Muhammad dibunuh!". Setelah itu mereka pun mendatangi Muhammad yang ternyata masih hidup dengan wajah yang pucat pasi." (Diriwsyatkan oleh Imam Muslim)

USIA 6 TAHUN

📜 Ibu nabi, Aminah binti Wahab ditimpa sakit ketika dalam perjalanan hendak berziarah ke kuburan ayah nabi, Abdullah bin Abdul Muththalib dan meninggal dunia di Al-Abwa, sebuah kampung yang terletak di antara Makkah dan Madinah, baginda diasuh oleh Ummu Aiman (hamba sahaya perempuan bapak Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam) dan dibiayai oleh datuknya Abdul Muththalib.

USIA 8 TAHUN

📜 Kakeknya, Abdul Muththalib pula meninggal dunia. Baginda dipelihara pula oleh saudara bapaknya, Abu Thalib.

USIA 9 TAHUN

📜 Bersama pamannya, Abu Thalib bermusafir ke Syam atas urusan perniagaan. (Sebagian riwayat mengatakan perjalanan Nabi ke Syam pada usia 12 tahun).

📜 Di kota Busra, negri Syam, seorang pendeta Nasrani bernama Bahira (Buhaira) telah menemui ketua-ketua rombongan untuk mengkhabarkan tentang akan adanya pengutusan seorang nabi di kalangan bangsa Arab yang akan lahir pada masa itu.

“Abu Thalib pergi ke Syam bersama Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam pergi dengannya bersama dengan pembesar-pembesar kaum Quraisy. Ketika mereka menjumpai seorang rahib, mereka singgah dan berhenti dari perjalanan mereka. Lalu seorang Rahib keluar menemui mereka.

“Lalu mereka meletakkan perbekalan mereka, kemudian Rahib itu membuka jalan hingga mereka sampai di hadapannya. Lalu ia memegang tangan Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam sambil berkata: “Anak ini akan menjadi penghulu semesta alam, anak ini akan menjadi Rasul dari Rabbul ‘Alamin yang akan di utus oleh Allah sebagai rahmat bagi seluruh alam”.

Maka pembesar Quraisy bertanya: “Dari mana Anda tahu hal itu?”. Rahib menjawab: “Sebenarnya semenjak kalian tiba di ‘Aqabah, tidak ada bebatuan dan pepohonan melainkan mereka sujud, dan mereka tidak sujud melainkan kepada seorang Nabi. Selain itu, aku juga dapat mengetahui dari cap kenabian yang berada di bagian bawah tulang rawan bahunya mirip seperti buah apel.

Kemudian Rahib itu kembali ke dalam dan menyiapkan makanan. Ketika Rahib mendatangi rombongan, Nabi sedang berada diantara unta-unta. Rahib itu berkata: “Tolong utuslah beberapa orang untuk menjemputnya dari sana”. Kemudian Nabi datang dengan dinaungi sekumpulan awan di atas beliau. Ketika Rahib mendekati rombongan tersebut, ia temukan mereka tengah berebutan mencari naungan dari bayang-bayang pohon. Anehnya, ketika Nabi SAW duduk justru bayang-bayang pohon itu menaungi beliau. Spontan si Rahib mengatakan: 'Cobalah kalian perhatikan, bayang-bayang pohon justru menaunginya!’. (Diriwayatkan oleh Abu Musa)

USUA 10 TAHUN

📜 Malaikat utusan Allah membedah dada beliau untuk kedua kalinya.

"Atap rumahku terbuka –saat aku di Makkah- Jibril as. lalu turun dan membuka dadaku. Kemudian ia membersihkan dadaku dengan air zamzam. Lalu, ia membawa baskom emas yang penuh hikmah dan iman. Setelah itu, ia meraih tanganku dan mengajakku naik ke langit yang bawah,” (Diriwayatkan oleh Imam Al Bukhari).

USIA 20 TAHUN

📜 Nabi terlibat dalam peperangan Fijar. Ibnu Hisyam di dalam kitab 'Sirah', jilid1, halaman 184-187 menyatakan pada ketika itu usia Muhammad SAW ialah 14 atau 15 tahun. Baginda menyertai peperangan itu beberapa hari dan berperanan mengumpulkan anak-anak panah sahaja.

📜 Nabi menyaksikan 'Perjanjian Al-Fudhul', yakni perjanjian damai untuk memberi pertolongan kepada orang yang didzalimi di Makkah.

USIA 25 TAHUN

📜 Beliau bermusafir kedua ke negeri Syam untuk berdagang barang milik Khadijah binti Khuwailid Al-Asadiyah..

📜 Baginda SAW meakukan perjalanan ke Syam ditemani oleh Maisarah, suruhan Khadijah.

📜 Baginda SAW bersama-sama Abu Thalib dan beberapa orang saudara bapak nabi pergi berjumpa Amru bin Asad (saudara bapak Khadijah) untuk meminang Khadijah yang berusia 40 tahun ketika itu.

📜 Nabi SAW menikah dengan Siti Khadijah. Mas kawin baginda Nabi kepada Khadijah adalah sebanyak 500 dirham.

USIA 35 TAHUN

📜 Perehaban ulang Ka'bah, dilakukan oleh pembesar-pembesar dan penduduk Makkah. Akibat anjir besar melanda Makkah dan meruntuhkan dinding Ka'bah.

📜 Nabi SAW diberi kemuliaan untuk meletakkan 'Hajarul-Aswad' ke tempat asal dan sekaligus meredakan pertelingkahan berhubung perletakan batu tersebut.

USIA 40 TAHUN

📜 Menerima wahyu di gua Hira' sebagai pelantikan menjadi Nabi dan Rasul akhir zaman.

USIA 53 TAHUN

📜 Berhijrah ke Madinah Al-Munawwarah dengan ditemani oleh Sayyidina Abu Bakar As-Shiddiq dan sahabat lainnya.

📜 Mereka sampai di Madinah pada tanggal 12 Rabiul Awal / 24 September 622M.

USIA 63 TAHUN

📜 Rasulullah SAW wafat di Madinah Al-Munawwarah pada hari Senin, 12 Rabiul Awal tahun 11 Hijriyah / 8 Juni 632 Masehi.

"Ketika Rasulullah sedang sakit parah, beliau datang ke masjid dengan wajah yang penuh keringat. Kami melihat beliau berkumpul di masjid, lalu beliau tersenyum. Hal itu membuat kami merasa senang. Kemudian, beliau mengangkat tangannya ke langit dan berkata, 'Ya Allah, di sisi-Mu aku berpegang teguh.' Setelah itu, beliau pulang ke rumahnya dan menghembuskan napas terakhirnya di pangkuanku." (Diwayatkan oleh Abu Dawud)

----

12 September 2023

Inilah tulisan tentang ciri-ciri fisik Nabi Muhammad, Rasulullah SAW menurut Sahabat. Artikel ini merupakan deskripsi sekilas tentang penampilan fisik Nabi Muhammad SAW yang tercatat dalam sejumlah riwayat hadits. Hal ini termasuk bahasan penting dalam Islam karena dapat menambah keimanan dan kecintaan terhadap nabi junjungan umat Islam.

Diharapkan, artikel ini bisa menambah wawasan pengetahuan kita terhadap Islam, khususnya mengenai sosok pembawa ajaran Islam di muka bumi ini, yakni Nabi Muhammad SAW. Baiklah mari kita pelajari bersama dari berbagai sumber informasi hadits beeikut ini.


Ciri-Ciri Fisik Nabi Muhammad SAW Menurut Sahabat

1. Rambut lurus, sedikit bergelombang
2. Wajah cenderung agak bulat, cerah seumpama purnama
3. Bola mata hitam, sejuk dipandang
4. Alis lengkung dan tebal, serasi dengan panjang bulu mata
5. Hidung mancung, tampak agak melengkung karena cahayanya.
6. Bibir tipis, aroma mulut harum
7. Gigi depan tidak terlalu rapat, apabila berbicara tampak bercahaya
8. Bahu kokoh seakan dibuat dari perak
9. Tangan lebar, jemari lentik
10. Dada kekar, terdapat bulu halus hingga pusar
11. Kulit cerah, tidak putih sekali namun tidak hitam
12. Badan tegap, tidak terlalu tinggi tapi tidak pendek
13. Kaki padat dan kuat, jemari kaki memanjang

Pernyataan Sejumlah Sahabat Nabi

"Sudah jelas aku melihat Rasulallah mencat rambutnya dengan henna dan itulah sebabnya akupun mencat rambutku dengan henna." (HR. Bukhari, Juz I No.167)

"Rasulullah memiliki jari-jemari tangan dan kaki yang tebal tapi lentik memanjang." (HR. Ahmad, dari Ali bin Abi Thalib )

"Suatu ketika Rasulullah SAW. dihadapkan sebuah wadah berisikan air, kemudian beliau meminumnya dan meludah di dalam wadah tersebut. Wadah itu kemudian dituangkan ke dalam suatu sumur, dan tiba-tiba sumur tersebut merebak akan aroma harumnya. (HR. Ahmad Musnad No.18084, dari Wail bin Hajr ra)

"Gigi depan Rasulullah saw, agak renggang, tidak terlalu rapat dan jika beliau berbicara tampak putih berkilau." (Diriwaayatkan oleh Ibnu Abbas dari Said al Jahiri).

“Gigi depan Rasulullah SAW. tampak renggang. Ketika berbicara, diantara gigi depan beliau itu seperti keluar cahaya” (H.R. Tirmizi).

"Rasulullah SAW. memiliki bibir yang tipis dan ada sela di gigi serinya. (Hind bin Abi Halah dari Ibn Sa’ad)

"Rasulullah saw tidak tinggi tapi tidak pendek. Telapak tangan dan kaki beliau padat berisi. Beliau memiliki kepala yang agak besar dan kuat. Beliau memiliki bulu-bulu halus di dada sampai pusar. Jika beliau berjalan, langkahnya seakan-akan seperti turun meloncat. Saya belum pernah melihat orang seperti beliau di antara sahabat ataupun orang-orang yang datang sesudah wafatnya beliau. (Riwayat dari Ali bin Abi Thalib).

"Aku melihat sang Nabi dan Al-Hasan bin Ali tampak mirip beliau. "Aku berkata pada Abu Juhaifa, "Coba gambarkan tentang perawakan nabi kepadaku." Dia berkata, "Beliau berkulit putih dan jenggotnya hitam dengan uban putih. Beliau pernah berjanji memberi kami 13 ekor unta betina, tapi beliau wafat terlebih dahulu sebelum kami menerimanya." (HR. Bukhari Juz 4 No.744, dari Abu Juhaifa dari Ismail bin Abi Khalid)

"Rasulullah saw. bertubuh sedang, warna kulit cerah, tidak putih sekali namun tidak hitam. Rambut beliau termasuk lurus tapi agak ikal. Allah Ta’ala mengangkat beliau sebagai Nabi ketika berusia 40 tahun. Sesudah itu beliau sempat tinggal di Mekah selama 13 tahun. Lalu beliau di Madinah selama sepuluh tahun. Allah memanggil beliau ke hadirat-Nya pada umur 63 tiga tahun. Saat itu baru sedikit saja uban yang tumbuh di rambut dan janggut beliau." (Diriwayatkan oleh Anas bin Malik).

"Rambut Rasulullah lurus dan sedikit berombak. Beliau tidak berperawakan gemuk dan tidak pula tampak terlalu berat, beliau berperawakan baik dan tegak. Warna kulit beliau cerah, bola mata beliau hitam pekat dengan bulu mata yang panjang. Sendi-sendi tulang beliau kuat dan dada beliau cukup kekar, demikian pula tangan dan kaki beliau. Badan beliau tidak berbulu tebal, tetapi hanya bulu-bulu tipis dari dada ke bawah sampai di pusar. Jika beliau sedang berhadapan dengan seseorang, maka beliau akan mengarahkan wajah beliau ke orang tersebut dengan penuh perhatian. Di antara tulang belikat beliau ada tanda kenabian. Beliau adalah orang yang paling baik hati, paling jujur, paling dirindukan dan sebaik-baik keturunan. Siapa saja mendekati beliau akan langsung merasa hormat dan segan. Dan siapa yang bergaul dengan beliau akan langsung menghargai dan mencintai. Saya belum pernah melihat orang lain seperti beliau. (Diriwayatkan oleh Ali bin Abi Thalib).

"Rasulullah SAW memiliki pribadi mulia dan diakui sangat istimewa dalam pandangan orang yang pernah melihatnya. Wajah beliau bercahaya seterang bulan purnama. Beliau sedikit lebih tinggi dari rata-rata kami tetapi lebih pendek dari orang yang jangkung. Kepala beliau lebih besar dari rata-rata, dan rambut beliau agak keriting atau bergelombang. Jika dapat dikuak, maka beliau kuak, Jika tidak dapat dikuak maka beliau membiarkan saja. Saat rambut beliau agak panjang, akan mencapai telinga beliau. Kulit beliau berwarna cerah dan dahi beliau lebar. Alis mata beliau lengkung hitam dan tebal, di antara alisnya tampak urat darah halus yang berdenyut bila emosi atau bergairah. Hidung beliau mancung dengan bagian atas yang bercahaya sehingga orang yang tidak memperhatikan dengan cermat akan mengira bahwa hidung beliau bengkok. Beliau berjanggut tipis tetapi penuh, rata sampai di pipi. Mulut beliau sedang, gigi putih cemerlang dan agak renggang. Pundak bagus dan tampak gagah, seperti dibuat dari perak. Anggota tubuh beliau yang lain serba normal dan proporsional. Dada dan pinggang beliau seimbang ukurannya. Daerah di sekitar tulang belikat beliau cukup lebar, dan tampak gagah. Bagian-bagian tubuh beliau yang tidak tertutup bulu lebat satupun tampak bersih dan bercahaya. Kecuali bulu-bulu halus yang tumbuh dari dada sampai ke pusar. Lengan dan dada bagian atas beliau berbulu. Pergelangan tangan beliau cukup panjang, telapak tangan beliau agak lebar serta baik telapak tangan maupun kaki beliau padat berisi, jari-jari tangan dan kaki beliau cukup langsing. Telapak kaki beliau cukup lengkungannya dan atasnya halus serta bagus bentuknya, sehingga saat beliau mencucinya, maka air akan meluncur cepat ke bawah. Jika berjalan, beliau melangkah dengan posisi badan agak condong ke depan, tetapi beliau melangkah dengan anggun. Langkah beliau panjang dan cepat serta terlihat seperti melompat dari suatu ketinggian. Jika beliau sedang berhadapan dengan seseorang, maka beliau memandang orang itu dengan penuh perhatian. Pandangan beliau selalu ditundukkan sesuai anjuran Al Quran, beliau lebih sering melihat ke bawah daripada melihat ke atas. Beliau tidak pernah memelototi seseorang, pandangan mata beliau selalu menyejukkan. Beliau juga selalu berjalan agak di belakang, terutama saat melakukan perjalanan jauh. Dan beliau selalu lebih dulu menyapa orang yang ditemuinya di jalan." (Diriwayatkan oleh Hind bin Abi Halah ra, dari Hasan bin Ali).

Rasulullah saw memiliki mulut yang agak lebar, di mata beliau terlihat juga garis-garis merahnya. Dan tumit beliau langsing. Saya berkesempatan melihat Rasulullah saw di bawah sinar rembulan, dan saya memperhatikan pula rembulan tersebut, bagi saya beliau lebih indah dari rembulan tersebut." (Diriwayatkan Jabir bin Samurah)

“Apakah rona wajah Rasulullah saw, cemerlang seperti pedang yang mengkilap?” Ia menjawab “Tidak! tetapi lebih mirip dengan purnama yang cerah.” (Diriwayatkan oleh Abu Ishaq dari Bara’a bin Aazib).

"Rasulullah begitu rupawan, seperti dibentuk dari perak. Rambut beliau cenderung berombak. Saya belum pernah melihat orang yang lebih baik dan lebih tampan dari Rasulullah saw. Raut wajahnya secemerlang matahari. Saya tidak pernah melihat orang yang berjalan secepat beliau. Seolah-olah bumi ini digulung oleh langkah-langkah beliau ketika sedang berjalan, walaupun kami berusaha mengimbangi jalan beliau, padahal beliau tampak seperti berjalan santai saja." (Diriwayatkan oleh Abu Hurairah)

“Sekarang ini tidak ada lagi yang tinggal (masih hidup) yang pernah melihat diri Rasulullah, kecuali saya.” Maka saya (Said ra.) berkata padanya: “Gambarkanlah kepadaku.” Ia menjawab, “Rasulullah saw, itu roman mukanya sangat cerah dan perawakannya sangat baik. (Diriwayatkan oleh Said al Jahiri dari Abu Taufik).

Itulah tulisan tentang ciri-ciri fisik Nabi Muhammad, Rasulullah SAW menurut Sahabat. Mudah2an tulisan ini bermanfaat untuk menambah wawasan pengetahuan kita tentang islam dan meningkatkan kualitas iman kita, terutama kepada Nabi pembawa agama Islam, Nabi Muhammad SAW. Amin.



19 March 2023

Inilah List Mukjizat Para Nabi dan Rasul yg perlu kita ketahui sebagai penambah atau pelengkap wawasan pengetahuan kita tentang Islam, khususnya dalam segi keimanan, akidah atau keyakinan. Lengkap, ada 25 dan Rasul yg mukjizatnya senantiasa tercatat di dalam sejarah peradaban Islam. Mari kita ketahui satu persatu.


1. Mukjizat Nabi Adam as.

♦ Allah SWT menciptakan beliau sebagai manusia pertama di muka bumi tanpa ayah tanpa ibu.
♦ Allah SWT meniupkan ruh pada saat penciptaan beliau.
♦ Allah SWT memerintahkan para malaikat untuk bersujud kepada beliau.
♦ Allah SWT mengajarkan kepada beliau tentang berbagai ilmu tanpa perantara guru.

2. Mukjizat Nabi Idris as.

♦ Allah SWT memberikan kepada beliau kekuatan luar biasa sehingga diberi gelar Asadul Usud (singa segala singa).
♦ Pandai membaca, menulis, berhitung, menguasai berbagai ilmu pengetahuan.
♦ Tangkas berkuda, pintar menjahit, dan ahli membuat pakaian.
♦ Bisa melihat alam ghaib.

3. Mukjizat Nabi Nuh

♦ Rasul pertama yang bertugas menyampaikan risalah kepada manusia.
♦ Termasuk Nabi Ulul Azmi (Nabi mulia)
♦ Usia beliau sangat panjang, diperkirakan mencapai 950 tahun.
♦ Bisa membuat kapal yang sangat besar sehingga umat beliau selamat dari azab berupa banjir bandang.

4. Mukjizat Nabi Hud

♦ Bisa menurunkan hujan di saat kaum ‘Ad dilanda kemarau panjang.
♦ Selamat dari azab berupa angin kencang yang membinasakan kaum 'Ad.

5. Mukjizat Nabi Shaleh as.

♦ Memunculkan unta betina dari dalam batu secara tiba-tiba.

6. Mukjizat Nabi Ibrahim as.

♦ Termasuk Nabi Ulul Azmi
♦ Tubuh beliau tidak terbakar api yg disiapkan raja Namrud.
♦ Mempunya anak keturunan bersama istri beliau (Siti Sarah) pada usia sangat tua, sekita umur 99 tahun.

7. Mukjizat Nabi Luth as.

♦ Selamat dari azab besar berupa gempa bumi dan hujan batu yang menimpa kaumnya.

8. Mukjizat Nabi Ismail as.

♦ Diberi kesabaran dan kepasrahan yang sangat tinggi sehingga rela walaupun disembelih ayah beliau (Nabi Ibrahim) karena perintah Allah
♦ Bekas kaki beliau menjadi sumur zam-zam dan memancarkan air hingga sekarang.

9. Mukjizat Nabi Ishaq as.

♦ Selalu mengikuti ayah beliau (Nabi Ibrahim) ketika berdakwah
♦ Memiliki ilmu, akhlak, dan sifat keshalehan yang tinggi
♦ Memiliki keturunan yang shaleh.

10. Mukjizat Nabi Ya'qub as.

♦ Merupakan sosok pertama yang mengawali sejarah Bani Israil
♦ Memiliki sifat dan keimanan yang istimewa.
♦ Bisa mencium aroma Nabi Yusuf dari kejjauhan.

11. Mukjizat Nabi Yusuf as

♦ Mempunyai tubuh indah dan wajah yang sangat tampan.
♦ Mampu menafsirkan mimpi.

12. Mukjizat Nabi Ayyub as.

♦ Mempunyai kekayaan berlimpah, berakhlak mulia, dan dikaruniai keturunan yang shaleh. Walaupun diuji dengan musibah dan penyakit tetapi beliau tetap sabar dalam keshalehan.
♦ Mengeluarkan air dari tanah untuk menyembuhkan penyakit beliau.

13. Mukjizat Nabi Syu’aib as.

♦ Selamat dari azab yang menimpa kaum Madyan berupa badai panas dan gempa bumi.

14. Mukjizat Nabi Musa as.

♦ Termasuk Nabi Ulul Azmi.
♦ Membelah Laut Merah dan menyeberanginya bersama pengikut beliau
♦ Mengubah tongkat menjadi ular untuk mengalahkan tukang sihir Fir’aun
♦ Dituruni kitab Taurat

15. Mukjizat Nabi Harun as.

♦ Dianugrahi kemampuan komunikasi yang sangat bagus.

16. Mukjizat Nabi Zulkifli as.


♦ Menjadi seorang raja yang adil dan bijaksana
♦ Mempunyai sifat dermawan dan sabar.

17. Mukjizat Nabi Daud as.

♦ Bisa mengalahkan raja Thalut
♦ Memiliki suara yang merdu
♦ Dituruni kitab Zabur.

18. Mukjizat Nabi Sulaiman as.

♦ Menjadi raja yang sangat kaya dan berkuasa
♦ Bisa memahami bahasa hewan
♦ Mempunyai bala tentara dari bangsa jin
♦ Bisa menaklukkan angin.

19. Mukjizat Nabi Ilyas as.

♦ Diselamatkan Allah SWT dari kekeringan panjang yang menimpa kaumnya, akibat menolak ajaran tauhid.

20. Mukjizat Nabi Ilyasa' as.

♦ Bisa menghidupkan orang mati atas izin Allah SWT. Beliau adalah anak angkat Nabi Ilyas

21. Mukjizat Nabi Yunus as.

♦ Ditelan paus dan hidup di dalam perut ikan besar tersebut selama 40 hari.

22. Mukjizat Nabi Zakariya as.

♦ Penjaga Baitul Maqdis
♦ Dikaruniai keturunan pada usianya sudah sekitar 100 tahun.

23. Mukjizat Nabi Yahya as.


♦ Sangat gemar membaca
♦ Mampu memutuskan perkara pelik dan meemukan solusi atas berbagai persoalan.

24. Mukjizat Nabi Isa as.

♦ Dilahirkan dari seorang wanita suci bernama Maryam, tanpa seorang ayah
♦ Bisa berbicara sejak bayi sehingga mampu membela ibunya yang dituduh berzinah
♦ Bisa menghidupkan orang mati dan burung dari tanah liat atas izin Allah
♦ Mengembalikan penglihatan orang buta
♦Dianugrahi kitab Injil.

25. Mukjizat Nabi Muhammad SAW

♦ Termasuk Nabi Ulul Azmi
♦ Nabi sekaligus rasul penutup dengan ajaran paling sempurna
♦ Menempuh perjalanan Isra Mi’raj ke langit selama satu malam
♦ Dianugerahi kitab Al-Qur’an sebagai pedoman hidup manusia hingga kiamat.

Catatan:

Allah SWT berfirman dalam alQuran surah alBqqarah ayat 253

تِلْكَ الرُّسُلُ فَضَّلْنَا بَعْضَهُمْ عَلٰى بَعْضٍۘ مِنْهُمْ مَّنْ كَلَّمَ اللّٰهُ وَرَفَعَ بَعْضَهُمْ دَرَجٰتٍۗ وَاٰتَيْنَا عِيْسَى ابْنَ مَرْيَمَ الْبَيِّنٰتِ وَاَيَّدْنٰهُ بِرُوْحِ الْقُدُسِۗ وَلَوْ شَاۤءَ اللّٰهُ مَا اقْتَتَلَ الَّذِيْنَ مِنْۢ بَعْدِهِمْ مِّنْۢ بَعْدِ مَا جَاۤءَتْهُمُ الْبَيِّنٰتُ وَلٰكِنِ اخْتَلَفُوْا فَمِنْهُمْ مَّنْ اٰمَنَ وَمِنْهُمْ مَّنْ كَفَرَ ۗوَلَوْ شَاۤءَ اللّٰهُ مَا اقْتَتَلُوْاۗ وَلٰكِنَّ اللّٰهَ يَفْعَلُ مَا يُرِيْدُ ࣖ
Artinya,
Rasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian mereka dari sebagian yang lain. Di antara mereka ada yang (langsung) Allah berfirman dengannya dan sebagian lagi ada yang ditinggikan-Nya beberapa derajat. Dan Kami beri Isa putra Maryam beberapa mukjizat dan Kami perkuat dia dengan Ruhul Qudus. Kalau Allah menghendaki, niscaya orang-orang setelah mereka tidak akan berbunuh-bunuhan, setelah bukti-bukti sampai kepada mereka. Tetapi mereka berselisih, maka ada di antara mereka yang beriman dan ada (pula) yang kafir. Kalau Allah menghendaki, tidaklah mereka berbunuh-bunuhan. Tetapi Allah berbuat menurut kehendak-Nya.

🔸Mukjizat Nabi Sholeh termaktub dalam al Quran Surah Al A’raf ayat 73:

وَإِلَىٰ ثَمُودَ أَخَاهُمْ صَٰلِحًا ۗ قَالَ يَٰقَوْمِ ٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُۥ ۖ قَدْ جَآءَتْكُم بَيِّنَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ ۖ هَٰذِهِۦ نَاقَةُ ٱللَّهِ لَكُمْ ءَايَةً ۖ فَذَرُوهَا تَأْكُلْ فِىٓ أَرْضِ ٱللَّهِ ۖ وَلَا تَمَسُّوهَا بِسُوٓءٍ 
فَيَأْخُذَكُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
Artinya: Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum Tsamud saudara mereka Shaleh. Ia berkata: “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang bukti yang nyata kepadamu dari Tuhanmu. Unta betina Allah ini menjadi tanda bagimu, maka biarkanlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apapun, (yang karenanya) kamu akan ditimpa siksaan yang pedih.” (Al A'raf, 73)

🔸Mukjizat Nabi Isa termaktub dalam alQuran Surah Ali Imran ayat 59

اِنَّ مَثَلَ عِيْسٰى عِنْدَ اللّٰهِ كَمَثَلِ اٰدَمَ ۗ خَلَقَهٗ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ قَالَ لَهٗ كُنْ فَيَكُوْنُ

Artinya,
Sesungguhnya perumpamaan (penciptaan) Isa bagi Allah, seperti (penciptaan) Adam. Dia menciptakannya dari tanah, kemudian Dia berkata kepadanya, "Jadilah!" Maka jadilah sesuatu itu.

Allah SWT berfirman dalam alQuran surah anNisaa' ayat 157

وَّقَوْلِهِمْ اِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيْحَ عِيْسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُوْلَ اللّٰهِۚ وَمَا قَتَلُوْهُ وَمَا صَلَبُوْهُ وَلٰكِنْ شُبِّهَ لَهُمْ ۗوَاِنَّ الَّذِيْنَ اخْتَلَفُوْا فِيْهِ لَفِيْ شَكٍّ مِّنْهُ ۗمَا لَهُمْ بِهٖ مِنْ عِلْمٍ اِلَّا اتِّبَاعَ الظَّنِّ وَمَا قَتَلُوْهُ يَقِيْنًاۢ ۙ 
Artinya,
dan (Kami hukum juga) karena ucapan mereka, "Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah," padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh adalah) orang yang diserupakan dengan Isa. Sesungguhnya mereka yang berselisih pendapat tentang (pembunuhan) Isa, selalu dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka benar-benar tidak tahu (siapa sebenarnya yang dibunuh itu), melainkan mengikuti persangkaan belaka, jadi mereka tidak yakin telah membunuhnya.


05 January 2023

Inilah pembahasan singkat tentang Status Wudhu' Jika Tersentuh Saudara Ipar Atau Ponakan Suami/Istri. Pembahasan thaharah ini sangat penting utk diketahui karena akan menentukan sah tidaknya shalat. Ya. Shalat akan sah apabila kita melakukan thaharah sehingga suci dari hadats, suci pakaian dan tempat shalat. Suci dari hadats diantaranya harus diawali dgn wudhu' yg benar beserta ketentuan di dalam syariat Islam. Oleh karena itu, mari kita pelajari Status Wudhu' Jika Tersentuh Saudara Ipar Atau Ponakan Suami/Istri.
Status Wudhu' Jika Tersentuh Saudara Ipar Atau Ponakan Suami Istri

Sudah kita ketahui dari pembahasan sebelumnya, bahwa diantara hal yang membatalkan wudhu' adalah menyentuh kulit mahram, baik sengaja ataupun tidak. Tapi terkadang masih ada pertanyaan, bagaimanakah status wudhu' kita kalau menyentuh saudara ipar atau ponakan istri/suami? Bukankah mereka termasuk mahram (dilarang untuk dinikahi)?

Pada judul sebelumnya, terkait masalah nikah, sudah dibahas juga bahwa mereka adalah mahram seperti halnya mertua dan menantu, berdasarkan firman Allah Swt, sebagaimana berikut:

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمْ اُمَّهٰتُكُمْ وَبَنٰتُكُمْ وَاَخَوٰتُكُمْ وَعَمّٰتُكُمْ وَخٰلٰتُكُمْ وَبَنٰتُ الْاَخِ وَبَنٰتُ الْاُخْتِ وَاُمَّهٰتُكُمُ الّٰتِيْٓ اَرْضَعْنَكُمْ وَاَخَوٰتُكُمْ مِّنَ الرَّضَاعَةِ وَاُمَّهٰتُ نِسَاۤىِٕكُمْ وَرَبَاۤىِٕبُكُمُ الّٰتِيْ فِيْ حُجُوْرِكُمْ مِّنْ نِّسَاۤىِٕكُمُ الّٰتِيْ دَخَلْتُمْ بِهِنَّۖ فَاِنْ لَّمْ تَكُوْنُوْا دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ ۖ وَحَلَاۤىِٕلُ اَبْنَاۤىِٕكُمُ الَّذِيْنَ مِنْ اَصْلَابِكُمْۙ وَاَنْ تَجْمَعُوْا بَيْنَ الْاُخْتَيْنِ اِلَّا مَا قَدْ سَلَفَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا۔

Diharamkan atas kamu (menikahi) ibu-ibumu, anak-anakmu yang perempuan, saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara ayahmu yang perempuan, saudara-saudara ibumu yang perempuan, anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki, anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan, ibu-ibumu yang menyusui kamu, saudara-saudara perempuanmu sesusuan, ibu-ibu istrimu (mertua), anak-anak perempuan dari istrimu (anak tiri) yang dalam pemeliharaanmu dari istri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan istrimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu (menikahinya), (dan diharamkan bagimu) istri-istri anak kandungmu (menantu), dan (diharamkan) mengumpulkan (dalam pernikahan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (QS. An-Nisa', 23)

Di samping itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لاَ يُجْمَعُ بَيْنَ المَرْأَةِ وَعَمَّتِهَا، وَلاَ بَيْنَ المَرْأَةِ وَخَالَتِهَا

“Tidak boleh menghimpun antara seorang wanita dengan bibinya (keponakan istri dengan istri), baik bibi dari ayah maupun bibi dari ibu (dalam satu ikatan pernikahan).” (HR. Al-Bukhari 5109 dan Al-Muslim 1408)

Secara tekstual, kedua referensi dalil di atas dapat dipahami bahwa mereka adalah mahram. Tapi pemahaman secara kontekstual dapat diketahui dari penjelasan ulama ahli Fiqih yang tentu memahami latar belakang serta maksud sebenarnya, apakah status mahram tersebut berkaitan dengan masalah nikah ataukah wudhu', atau keduanya?

Di dalam mazhab mayoritas bangsa Indonesia, yaki mazhab Imam Syafi'i, dijelaskan bahwa salah satu sebab mahram (wanita haram dinikahi) adalah karena mushaharah (ikatan kekeluargaan disebabkan pernikahan). Simpelnya, apabila wanita sudah menjadi mahram, otomatis jika punya wudhu lalu tersentuh kulit, tidak membatalkan wudhu'. Tapi ternyata ketentuan tersebut tidak berlaku untuk semua mahram mushaharah, sebagaimana keterangan berikut:

قوله: أو مصاهرة أي توجب التحريم على التأبيد كأم الزوجة، بخلاف ما إذا كانت توجب التحريم لا على التأبيد كأخت زوجته، فإن الوضوء ينتقض بلمسها

Mertua (ibu dari istri atau ayah dari suami) dikategorikan mahram ta'bid (abadi). Berbeda dengn saudara istri (adik atau kakak ipar) dikategorikan mahram ghairu ta'bid (tidak abadi). Maka menyentuh kulit mertua tidak membatalkan wudhu' karena termasuk mahram selamanya, tetapi tersentuh kulit saudara ipar membatalkan wudhu' karena termasuk mahram sementara. [I'anatut Thalibin, juz 1 halaman 65].